
Setelah copet diamankan, Dinar kembali ke mobil dan sudah melihat Dinda dan Keynan berdiri disana.
"Apa kalian sudah lama menungguku?" sapa Dinar pada mereka dengan rasa tak enak hati karena sudah membuat mereka menunggu
"Kakak, apakah barusan itu engkau? sungguh, aku tidak menyangka kau sehebat itu." kata Keynan pada Dinar
"Benar kak, aku semakin kagum denganmu." ucap Dinda meninpali ucapan Keynan
"Kalian terlalu berlebihan, ayo kita berangkat." ajak Dinar dan diangguki oleh Keynan serta Dinda
Sesampainya di mall mereka pergi menemani Dinda belanja. mereka berkeliling mall sampai siang dan mereka memutuskan untuk makan siang di salah satu restoran dalam mall.
"Kak, sejak kapan kamu bisa bela diri seperti tadi?" tanya Keynan pada Dinar
"Sejak kecil, aku diajari oleh kakekku." kata Dinar menjawab pertanyaan Keynan
"Kak, apakah kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Dinda, dia berniat memperkenalkan Dinar pada Rakha
"Hemm, tidak." jawab Dinar
"Baguslah." kata Dinda, Keynan yang sudah tau jalan fikiran Dinda hanya bisa tersenyum karena tujuan mereka sama
"Kenapa?" tanya Dinar penasaran
"Tidak, aku hanya berniat memperkenalkan kakak dengan kakakku." kata Dinda
"Apa tidak salah?" tanya Dinar memastikan
"Tidak." jawab Dinda dengan tersenyum
"Hanya berkenalan kak." kata Keynan menimpali dan Dinar hanya tersenyum saja.
Pesanan mereka sudah datang dan mereka segera memakannya sampai habis, setelah makan mereka memutuskan untuk pulang.
Dirumah Dinda
mereka sudah sampai di rumah Dinda, dan Dinar langsung pamit untuk pulang.
"Apa benar kakak tidak ingin mampir dulu?" tanya Dinda
"Tidak, kakak langsung pulang saja. sudah sore." kata Dinar pamit pada Dinda dan Keynan
"Baiklah, tapi apa boleh aku menghubungimu jika aku ingin jalan jalan lagi?" tanya Dinda penuh harap
"Tentu saja." jawab Dinar dengan senyum manis dan langsung bergegas menuju mobilnya
"Hai kakak." sapa Dinda dengan senyum manisnya menyambut kedatangan Rakha
"Tumben sekali kau manis seperti ini." cibir Rakha pada adiknya itu.
"Cih, tidak bisa apa lihat orang lagi bahagia." kesal Dinda.
"Apa yang membuatmu sampai sebahagia itu?" tanya Rakha sambil tersenyum melihat wajah adiknya yang cemberut
"Ah sudahlah, aku sudah tidak mood lagi untuk bercerita." kesal Dinda meninggalkan Rakha yang kebingungan
Setelah Dinda pergi, Rakha juga bergegas pergi menuju ruang kerjanya yang ada di lantai atas, dan dia menyuruh pelayan untuk memanggil Keynan dan suruh menemuinya di ruang kerja.
"Apa sih bos, orang lagi baru selesai mandi juga." kesal Keynan, karena baru selesai mandi dia sudah disuruh menemui Rakha di ruang kerja
"Bagaimana acara jalan jalanmu dengan Dinda, aku penasaran apa yang membuatnya sebahagia itu?" tanya Rakha tanpa menoleh pada Keynan yang masih saja menggerutu kesal.
"Sangat menyenangkan." ucap Keynan antusias
"Menyenangkan bagaimana? ceritakan sampai selesai." ucap Rakha yang penasaran
"Tempat jalan jalannya biasa saja, tapi partnernya yang luar biasa." kata Keynan
"Pertner?" tanya Rakha kebingungan
"Iya, Kak Dinar."
"Dinar?" tanya Rakha lagi
"Iya, Kak Dinar. Dia orang yang sudah menolong nenek kemarin. Kau tahu bos, dia sangat cantik dan juga baik hati, selain itu dia adalah wanita yang tangguh. Dia menolong ibu ibu yang kecopetan dan dia yang menghajar copet itu habis habisan hingga copet itu hampir kehilangan nyawanya. selain itu, dia orangnya manis sekali, dia sudah menganggapku seperti adiknya. aku sangat bahagia bisa bertemu dengannya."
kata Keynan bercerita dengan mata berbinar binar mengingat Dinar yang menganggapnya adik.
Rakha yang mendengan cerita Keynan menjadi penasaran dengan Dinar.
"Apakah dia sehebat itu?" tanya Rakha lagi
"Yah dan kau tau bos, dia tidak memiliki seorang kekasih. Jadi Dinda berniat mengenalkanmu dengannya, karena Dinda kasian melihatmu yang sudah tua tapi belum pernah memiliki seorang kekasih." kata Keynan sembari tertawa mengejek bosnya
"Kurang ajar, kau berani mengejekku." kesal Rakha
"Hemm, sepertinya sudah malam. saya pamit tidur dulu bos." ucap Keynan melarikan diri dari amukan bos tiraninya itu.