A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 8



"Kakakkkk" teriak Dinda dari dalam rumah berlari untuk memeluk Dinar.


"Hai cantik." kata Dinar menyapa Dinda sambik tersenyum manis. Entah kenapa Dinar merasa nyaman dengan Dinda, tidak biasanya dia langsung akrab dengan orang yang baru ia kenal, tapi rasanya berbeda dengan Dinda, dia sudah menyayangi Dinda seperti adiknya sendiri.


"Ayo masuk dulu kak, kita pamitan sama nenek." ajak Dinda dan menarik Dinar untuk masuk


"Pagi nek." sapa Dinar tersenyum pada nenek


"Pagi nak, ayo duduk dulu." kata nenek dan Dinar segera duduk mengikuti perintah nenek


"Kalian mau pergi jalan jalan kemana?" tanya nenek


"Ehmm, Dinar terserah Dinda saja nek. Dinda maunya kemana?" tanya Dinar


"Dinda kan ngga tau kak disini ada apa aja, Dinda ikut kakak saja." kata Dinar


"Bagaimana kalau kita pergi ke mall saja, kakak nemenin Dinda belanja." kata Dinda


"Iya, apakah kita bisa berangkat sekarang, karena jika terlalu siang kita akan kena macet." kata Dinar


"Iya kak, tapi sebentar. aku ajak kak Keynan dulu." kata Dinda


"Siapa Keynan?" tanya Dinar bingung


"Dia akan menemani kita jalan jalan kak." kata Dinda dan Dinar hanya mengangguk saja


"Kak Keynannnnnnnn." Teriak Dinda hingga suaranya memenuhi satu rumah.


Keynan berlari menuju Dinda dengan tergesa gesa


"Apasih Dinda, kakak itu tidak tuli." kesal Keynan


"Ayo jalan, kak Dinar udah diluar tuh." ajak Dinda menarik tangan Keynan


Sesampainya di ruang tamu, Keynan langsung terpana dengan kecantikan dan kesopanan Dinar ketika mengobrol dengan nenek, dia terpaku ketika melihat nenek dan Dinar tertawa lepas.


"Kak Dinar, kenalkan ini kak Keynan." kata Dinda memperkenalkan Keynan


"Oh hai, Dinar." kata Dinar sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Keynan dan tak lupa juga dia menampilkan senyum manisnya.


"Hai, aku Keynan." kata Keynan tersenyum sambil menyambut tangan Dinar


"Apakah aku boleh memanggilmu kakak?" tanya Keynan


"Tentu saja, mulai sekarang kau adalah adikku." kata Dinar tersenyum, lagi lagi Dinar heran dengan sikapnya sendiri yang tidak seperti biasanya.


"Ayo kita berangkat." ajak Dinar dan diangguki oleh Dinda dan Keynan. mereka semua pergi menuju mall


Di tengah jalan, Dinda kebelet ingin buang air kecil dan akhirnya mereka mampir di Pom Bensin. saat Dinda pergi ke toilet, Dinar pamit pada Keynan untuk membeli minuman di seberang jalan, disaat Dinar akan menyebrang, tiba tiba dia mendengar ada ibu ibu berteriak minta tolong karena tasnya di copet, dengan cepat Dinar menghajar copet yang kebetulan berlari ke arahnya.


bughhh


bughh


krakkk


anggep aja itu bunyi pas Dinar lagi ngehajar copetnya hehehe


Copet itupun babak belur oleh kelakuan Dinar, Dinar memang jago bela diri dari kecil karena diajari oleh kakeknya yang menjadi Tentara, selain diajari bela diri, Dinar juga diajari menembak sehingga Dinar sedikit paham tentang senjata itu.


Keynan yang melihat langsung kejadian itu dibuat melongo dan meneguk ludahnya kasar, dia mengerjapkan matanya beberapa kali karena ridak percaya dengan apa yang barusan dia lihat, dan lagi lagi Keynan dibuat kagum oleh orang yang sudah dia anggap kakaknya beberapa jam yang lalu.


Tanpa Keynan sadari ternyata Dinda juga sudah berada di sampingnya dan juga melihat kejadian barusan, tak beda dengan Keynan, Dinda juga dibuat kagum dengan Dinar, sehingga tak henti hentinya Dia memuji Dinar dalam hatinya.