A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 31



"Jam berapa persnya akan dimulai?" tanya Dinar pada sekertarisnya.


"Jam 2 siang mrs." jawab sekertarisnya sopan.


"Baiklah, sekarang kita makan siang terlebih dahulu." kata Dinar dan diangguki oleh sekertarisnya.


.


Semua wartawan sudah berkumpul menantikan kedatangan seorang wanita pemilik perusahaan G.A Group, perusahaan baru yang sedang naik daun.


"Halo, perkenalkan nama saya Ara Lee. saya adalah pemilik dari perusahaan G.A Group." kata Dinar memperkenalkan dori di depan wartawan dengan nada bicara yang datar.


"Silahkan untuk para wartawan jika ada yang ingin ditanyakan kepada mrs. Ara Lee." kata salah bawahan Dinar.


.


"Bossss." teriak Keynan yang langsung masuk kedalam ruang rapat tanpa mengetuk pintu.


Rakha menatap Keynan datar, "Ada apa?" tanya Rakha.


Keynan meneguk salivanya kasar karena tidak sadar jika mengnganggu bosnya yang sedang melakukan rapat penting.


Keynan mendekat ke arah Rakha lalu membisikkan sesuatu yang membuat Rakha terkejut tidak percaya.


"Rapat sampai disini, saya permisi." pamit Rakha yang langsung meninggalkan ruang rapat tanpa menjelaskan apa apa.


"Dimana?" tanya Rakha saat di dalam mobil pada Keynan


"Hotel XXX bos." saut Keynan


Di dalam perjalanan, Rakha terus menerus tersenyum.


"Gua rasa bos otaknya udah agak miring, sedari tadi senyum senyum ga jelas kek gitu." gumam Keynan yang sedari tadi memperhatikan bosnya.


.


Dinar memandang jauh sebelum menjawab.


"Tidak, aku tidak memiliki kekasih." kata Dinar, dia menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan sebelum melanjutkan bicaranya.


"Tapi aku memiliki seseorang yang sangat aku cintai, dia cinta pertamaku begitupun sebaliknya, aku cinta pertamanya. Tapi dengan keegoisanku, aku meninggalkannya begitu saja. Dia mencariku selama 3 tahun ini, dia sangat mencintaiku, tapi aku menyianyiakannya. Aku baru sadar, ternyata aku begitu salah. aku menyiksanya, padahal dia bisa mendapatkan wanita seperti apapun yang dia mau, tapi dia menungguku. aku tidak pantas untukny, oleh karena itu aku belum siap menemuinya, aku belum siap menatap orang yang aku cintai pertamakali dan juga orang yang aku sakiti pertamakali." kata Dinar menjelaskan dengan panjang lebar dengan tatapan kosong dan air mata yang hampir lolos dari matanya tapi dia tahan.


Dinar tersenyum mentah, "Aku berniat menemuinya, tapi aku takut jika kehadiranku akan menyakitinya." sambung Dinar lagi.


"Lalu kau akan terus menerus menyiksanya yang sudah hampir mati menahan rindunya padamu selama tiga tahun ini?" tanya seseorang diambang pintu yang sukses menyita perhatian semua orang untuk melihat kearahnya terutama Dinar


Deghh


"Rakha." gumam Dinar dalam hatinya.


"Kau akan terus menerus membiarkannya mencarimu kemana mana? menghabiskan sisa hidupnya hanya untuk mencari orang yang pertamakali membuatnya jatuh cinta dan juga orang yang pertamakali membuatnya kecewa? kau akan menyiksanya terua menerus?" tanya Rakha panjang lebar tapi masih dengan nada datar.


Semua orang terkejut dengan kehadiran Presdir tampan pemilik perusahaan Wijaya Group, perusahaan nomor satu dunia.


Tentu semuanya tidak akan menyianyiakan kesempatan untuk memotret seorang Rakha Wijaya.


Dinar menatap Rakha lekat, "Aku rasa kehadiranku dalam hidupnya hanya akan menyakitinya." sambung Dinar yang berjalan mendekat kearah Rakha.


"Aku wanita yang tidak pantas untuk bersanding dengannya, dia menghabiskan waktu tiga tahun hanya untuk melakukan hal bodoh. Dia mencari seorang wanita yang benar benar menjijikkan, wanita yang dengan bodohnya meninggalkan orang yang benar benar mencintainya dengan tulus hanya karena alasan bodoh." kata Dinar yang sudah tidak kuat membendung air matanya.


"Aku orang pertama yang membuatnya merasa bahagia karena bisa merasakan cinta, dan aku juga orang pertama yang mengajarkan betapa pahitnya sebuah cinta." kata Dinar dengan bahu bergetar menahan agar tangisnya tidak pecah.


"Dia mengubah segala hal dalam hidupku, aku yang dulunya berhati batu perlahan lahan bisa luluh oleh ketulusannya. Dia orang pertama yang berhasil membuatku kembali menangis setelah 7 tahun lamanya hatiku terasa mati. Aku wanita bodoh bukan?" kata Dinar yang mencoba tersenyum walaupun air mata tidak berhenti mengalir di pipinya.