A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 10



Setelah kepergian Keynan, Rakha merasa semakin penasaran dengan sosok Dinar. Dia sendiri heran dengan sikpanya, tidak seperti biasanya dia akan penasaran dengan seorang wanita. Tapi dia tepis jauh jauh rasa penasarannya


Keesokan Paginya


"Hai semuanya" sapa Keynan pada semua orang yang sedang duduk di meja makan. dan semua orang menatapnya acuh tanpa ada niatan membalas sapaan Keynan dan langsung melanjutkan makan.


"Ceh, dasar keluarga es" batin Keynan


"Hey, apakah kau akan terus berdiri disitu?" tanya nenek pada Keynan


"Tidak, aku akan duduk." jawab Keynan sambil cengengesan


Setelah makan, Rakha dan Johan berangkat ke kantor. sementara Keynan harus kembali ke Amerika karena harus menggantikan Bosnya yaitu Rakha di markas besar BL.


Rumah Anggi


"Halo Din, aku punya kabar gembira." ucap Widay antusias berbicara dengan Dinar lewat telephone


"Hmm, kabar apa?" tanya Dinar malas karena acara tidurnya di ganggu oleh Widya yang notabenya adalah saudara sekaligus sahabatnya


"Deni sama aku mau tunangan." teriak Widay antusias


"Hmm, kamu yakin wid?" tanya Dinar serius


"Kamu kok ngomong gitu sih Din, aku udah mantepin hati kok. aku serius." ucap Widya


"Okay, aku cuma bisa doain yang terbaik buat kamu. btw kapan acara tunangannya?" tanya Dinar


"2 minggu lagi. kamu sama Gio dateng yah." kata Widya penuh harap


"Oh, shit." umpat Dinar


"Aku lupa, udah dua minggu ngga ngabarin Gio. Ya Tuhan, bagaimana bisa aku sampai lupa pada adikku sendiri. udah dulu ya Wid, aku mau nemuin Gio dulu." kata Dinar sambil mematikan sambungan telephonenya dengan Widya.


Setelah itu Dinar langsung bergegas ke kamar mandi dan bersiap siap untuk menemui adiknya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan karena macet, Dinar sampai di apartemen adiknya. Gio tinggal di apartemen semenjak Dinar menikah dengan Dimas, dia kurang nyaman tinggal bersama bibinya jika tidak ada Dinar, jadi Dinar membelikan Gio apartemen yang dekat dengan sekolah Dio.


Dinar memasuki lobby apartemen dan menuju lantai 17, setelah sampai di lantai 17 dia langsung berjalan menuju kamar milik adiknya. Dia mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada yang mebuka, setelah berpikir lama akhirnya Dinar merutuki kebodohannya. Dia lupa jika hari ini Gio pergi ke sekolah seperti biasa, setelah itu Dinar memencet beberapa angka pada sandi apartemen Gio, bersyukurlah karena Gio tidak mengganti sandi apartemennya jadi Dinar tidak menunggu di depan pintu seperti orang bodoh.


Dinar memutuskan untuk menunggu Gio pulang sekolah, karena terlalu bosan menunggu akhirnya Dinar tertidur di Sofa apartemen Gio sampai Gio pulang sekolah sore harinya. Setalah memasuki apartemennya, Gio terkejut mendapati kakaknya yang sedang tertidur di sofa.


"Kakak, apa kau sudah lama disini?" tanya Gio seraya membangunkan Dinar


"eughh, kau sudah pulang?" tanya Dinar sambil mengerjapkan matanya


"Yah, apakah kakak sudah lama disini?" tanya Gio lagi


"Yah, aku sudah dari tadi sing menunggumu. aku lupa jika hari ini kau sekolah, sudah jam berapa sekarang?" tanya Dinar


"Jam 5 sore." jawab Gio


"Ahh, aku lapar tadi siang aku belum makan. cepat ganti bajumu habis ini kita keluar cari makan, aku malas masak." ucap Dinar


"Baiklah, tunggu sebentar." kata Gio sembari meninggalkan Dinar


"Ayo" ajak Gio setelah mengganti bajunya


"Kau yang bawa, aku lelah." ucap Dinar sambil melemparkan kunci mobilnya lada adiknya itu.


Mereka memutuskan untuk pergi ke Restoran yang cukup mahal untuk makan malam.