A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 12



"Kak, kenalkan ini kakakku." kata Dinda pada Dinar dan Dinar langsung berdiri untuk menyalami Rakha. Sedari tadi Dinar menunduk jadi Rakha belum melihat wajah Dinar begitupun sebaliknya.


"Dinar." kata Dinar sambil mengulurkan tangannya dan mengangkat kepalanya untuk melihat Rakha


"Rakha." kata Rakha menyambut uluran tangan Dinar dan tersenyum tipis tidak seperti tadi yang memasang wajah dingin.


"Ah, bukannya tuan ini yang tadi sore di mall?" kata Dinar


"Yah, orang yang ditabrak dua kali olehmu." kata Rakha sambil tersenyum


"Hehe, maaf tuan. saya benar benar tidak sengaja." kata Dinar sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Panggil saja Rakha, jangan berbicara terlalu formal padaku." kata Rakha sambil duduk di depan Dinar.


"Dan siapa ini?" tanya Rakha sambil melihat Gio yang hanya menonton saja dari tadi


"Ini adikku. namanya Gio." kata Dinar pada Rakha. Gio dan Rakha berkenalan, setelah itu mereka semua makan sambil mengobrol dan akhirnya Rakha tau banyak tentang Dinar tapi dia tidak tau jika Dinar sudah menikah.


"Kakak, apa kakak bisa menemaniku lagi?" tanya Dinda pada Dinar


"Sepertinya untuk 2 minggu kedepan tidak bisa, kakak harus membantu mengurus keperluan saudari kakak yang akan bertunangan." kata Dinar


"Huft, padahal aku ingin sekali jalan jalan." kata Dinda dengan wajah cemberut


"Kenapa tidak pergi dengan Keynan?" tanya Dinar


"Kak Keynan sudah kembali ke Amerika, jadi aku sendiri lagi." kata Dinda dengan wajah lesu


"Bagaimana jika Dinda membantu kakak saja untuk mempersiapkan pertunangan saudari kakak." kata Dinar menatap Dinda dan langsung beralih pada Rakha


"Boleh kan?" kata Dinar pada Rakha dengan wajah penuh harap, entah kenapa dia merasa kasihan dengan Dinda yg merasa kesepian karena tidak memiliki teman di Indonesia.


"Tentu saja, aku percaya padamu." kata Rakha sambil tersenyum lembut pada Dinar dan senyum Rakha mampu mebuat Dinar malu dan langsung salah tingkah karena Rakha terus menatapnya.


"Ah baiklah, besok kakak akan menjemputmu." kata Dinar pada Dinda dan langsung diangguki dengan semangat oleh Dinda. Dan setelah itu mereka memutuskan untuk pulang.


"Kak Rakha,Kak Dinar cantik yah. mana baik banget lagi." kata Dinda dalam mobil saat perjalanan pulang. dia sengaja berbicara seperti itu untuk memancing kakaknya, dia tau kalau kakaknya itu suka dengan Dinar, karena setahu Dinda, Rakha tidak akan bersikap manis pada wanita manapun kecuali pada mama, nenek, dan Dinda.


"Hmm." jawab Rakha, sebenarnya dalam hati dia berkata panjang lebar untuk membenarkan perkataan Dinda, tapi dia gengsi untuk mengungkapkannya walaupun pada adiknya sendiri.


Keesokan paginya Rakha berangkat ke kantor seperti biasa, setelah sampai di ruang kerjanya Rakha memanggil Johan, dia berniat menyuruh Johan mencari informasi tentang Dinar.


"Johan, tolong carikan informasi apapun tentang Dinar, aku tunggu 15 menit lagi." kata Rakha tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang ada di depannya.


"Siap bos, laksanakan." kata Johan dan keluar dari ruangan Rakha


15 menit kemudian


Tok...tok...tok


"Masuk" kata Rakha


"Sudah bos."


"Bacakan untukku."


"Dinara Atmaja wanita cantik berusia 20 tahun, anak pertama dari bapak Bagaskara Atmaja dan ibu Sheryl Lee, memiliki seorang adik laki laki bernama Giovano Atmaja yang berusia 17. Ayah serta ibunya meninggal 7 tahun yang lalu, semenjak ayah dan ibunya meninggal, Dinara dan adiknya tinggal bersama Bibinya yaitu adik dari Tuan Bagas. Tuan Bagaskara meninggal karena gagal jantung, dan tak lama kemudian istrinya juga meninggal, tapi kematian Nyonya Sheryl belum diketahui apa penyebabnya." kata Johan


"Baiklah, kau boleh keluar" kata Rakha


"Belum selesai bos, masih ada lagi. ini bagian terpenting." kata Johan, dia memang tidak berbicara formal pada Rakha jika sedang berdua meskipun masih jam kerja.


"Katakan."


"Nona Dinara sudah menikah dengan pria bernama Dimas Anggara pemilik perusahaan anggara. Dia menikah karena dijodohkan oleh bibinya karena perusahaan anggara sudah membantu perusahaan Atmaja yang hampir bangkrut." kata Johan


"Dia ternyata sudah menikah." gumam Rakha


"Jangan berkecil hati bos, nona Dinar tidak pernah mencintai suaminya, bahkan sekarang diberitakan bahwa suaminya sedang berselingkuh dengan saudari sepupu dari nona Dinar. ckckck, kasian sekali nona Dinar, padahal dia wanita yang baik. iya kan bos?" kata Johan.


"kau harus membantunya bos, aku tahu kau sudah ada rasa dengannya." kata Johan


"Banyak bicara bisa memperpendek masa hidupmu." kesal Rakha karena Johan tidak berhenti bicara.


"Okay saya permisi bos." kata Johan sembari ngacir keluar dari ruangan sang bos.