
"Aku tidak mau tinggal disana jika tidak bersamamu, kau seperti tidak tahu saja kelakuan paman dan bibi." kata Gio
"Aku akan tinggal disana lagi." kata Dinar
"Lalu bagaimana dengan suamimu? apa dia juga akan tinggal disana?" tanya Gio
"Aku sudah bercerai." kata Dinar santai sambil memainkan poselnya.
"Apaa?" teriak Gio
"Bagaimana bisa?" tanyanya lagi
"biasa saja." kata Dinar datar sambil memukul kepala adiknya
"Apa paman dan bibi Lee sudah tahu?" tanya Gio lagi
"Tidak, aku akan memberitahu mereka besok. Sekarang kemasi barang barangmu, besok kita pulang." kata Dinar dan diangguki oleh adiknya.
Pagi Hari
Dinar melajukan mobilnya menuju rumahnya.
"Kak, apa kau yakin untuk tinggal disana? bagaimana jika kita tinggal di apartemenku saja?" kata Gio ragu
"Tenanglah, itu rumah kita, jika kau tidak nyaman tinggal serumah dengan mereka, aku bisa menyuruh mereka pergi." kata Dinar santai
"Terserahlah." kata Gio
Sesampainya di rumah, Dinar mengetuk pintunya.
"Non Dinar. Silahkan masuk non." kata Art yang membukakak pintu untuk Dinar dan diangguki oleh Dinar. Dinar masuk kedalam rumah diikuti Gio yang membawa koper.
"Hey keponakan kesayangan bibi." kata Bibi Reta manis.
"Koper siapa yang kalian bawa?" tanya bibi Reta
"Koperku dan Gio, kita akan tinggal disini lagi." kata Dinar
Bibi Reta tersenyum licik. "Atas persetujuan siapa kalian bisa tinggal disini?" tanya bibi Reta
"Ini rumahku, jadi terserah padaku." kata Dinar
"Apa maksudmu?" tanya Dinar bingung.
"Duduklah terlebih dahulu, bagaimanapun juga kalian ini keponakanku. dan sebagai tuan rumah yang baik, sudah seharusnya aku menyambut tamu dengan baik." kata bibi Reta sambil tersenyum meledek sambil berlalu menuju kamarnya meninggalkan Dinar dan Gio di ruang tamu.
Karena bingung dengan situasi yang dihadapi sekarang, Dinar hanya bisa menurut karena penasaran.
"Kak, apa maksudnya ini?" tanya Gio bingung
"Entahlah." kata Dinar sambil mengangkat bahunya
Bibi Reta kembali ke ruang tamu bersama dengan paman Joe. mereka membawa benerapa berkas yang sepertinya sudh mereka siapkan jauh jauh hari.
"Bacalah." kata bibi Reta sambil menyodorkan berkas berkas tersebut pada Dinar. Dinar langsung membaca dan mengernyitkan dahinya bingung.
"Apa maksud dari semua ini?" kata Dinar dingin menatap bibi dan pamannya dengan tajam.
"Yah, rumah dan juga perusahaan sudah beralih menjadi milikku." kata bibi Reta dengan santai.
"Aku sengaja merekayasa semuanya, seolah olah perusahaan akan bangkrut agar kau mau menikah dengan Dimas. sebenarnya Dimas itu adalah pacar dari Rika, tapi aku bekerja sama dengannya untuk membodohimu dengan cara kau menikah dengannya agar kau tidak jadi menggantikan posisi ayahmu dengan cepat, dan dengan begitu akan dengan mudah aku mengalihkan nama perusahaan menjadi milikku." kata bibi Reta sambil tersenyum.
"Tapi kenapa bibi?" tanya Gio
"Aku membenci keluarga kalian." kata bibi Reta
"Kenapa? bukankah selama ini baik baik saja?" tanya Gio lagi
"Sebenarnya aku dan ayahmu bukan saudara kandung, kami beda ibu. ibuku istri pertama dari kakek kalian. dulu ayah ingin sekali memiliki anak laki laki, tapi ibu malah melahirkn aku anak perempuan, ayah masih berharap agar ibu bisa hamil lagi dan melahirkan anak laki laki. tapi harapan ayah pupus karena ibu memiliki kangker rahim dab rahimnya harus diangkat. waktu itu ayah pergi tugas ke luar kota dan dia bertemu dengan ibu dari ayah kalian dan mereka menikah, ibu sangat terpukul dan akhirnya meninggal. kebahagiaan ayah semakin meningkat karena ayah kalian lahir, kasih sayangnya sepenuhnya ia berikan kepada keluarga barunya hingga ia lupa jika masih memiliki anak selain ayah kalian, aku terlantar, dan waktu itu usiaku masih 10 tahun. bisa kalian bayangkan bukan bagaimana menderitanya aku, ditinggal oleh ibuku dan tidk dianggap oleh ayahku." kata bibi Reta tersenyum getir
"Lalu kenapa kau melakukan ini kepada kami? bukankah yang salah disini adalah kakek?" tanya Gio lagi
"Yah, tapi aku sudah terlalu benci dengan ayah kalian. aku pasti bisa merasakan kebahagiaan kalau saja dia tidak ada di dunia ini." kata bibi Reta lagi
"Lalu bagaimana dengan ibuku? apakah dengan membunuhnya adalah salah satu dari rencana licik kalian?" tanya Dinar membuka suara. hal itu membuat semua orang yg ada disana terkejut.
"Kau mengetahui semuanya?" tanya bibi Reta
"Yah, aku mengetahui semuanya. aku mengetahui bagaimana kau meracuni ibuku. aku mengetahui paman Joe akhir akhir ini sering menggelapkan dana perusahaan. aku mengetahui semuanya tapi aku diam saja, karena aku ingin mendengar penjelasan dari bibi langsung. Jika kalian ingin menikmati kekayaan ayah, nikmatilah sampai puas karena nantinya aku akan kembali untuk mengambil hakku."
"Nikmatilah sampai kalian puas." kata Dinar dan langsung menyeret tangan Gio untuk mengikutinya pergi.