A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 41



"Sayang, kau tidak bekerja hari ini?" tanya Dinar pada Rakha setelah mereka selesai sarapan.


"Tidak, aku ingin menikmati hari ini bersamamu didalam kamar saja." goda Rakha pada Dinar


"Hey, kenapa pikiranmu penuh dengan hal mesum." kata Dinar kesal.


Rakha tertawa lepas melihat ekspresi wajah Dinar yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Kemarilah." kata Rakha menyuruh Dinar untuk duduk di sampingnya yang sedang bersender di tempat tidur sembari memangku laptop.


Dinar menuruti kata kata Rakha, dia merangkak naik ke tempat tidur dan duduk di samping Rakha. Rakha menutul laptopnya dan menaruhnya di nakas samping tempat tidur, setelah itu dia memeluk Dinar dari samping dengan hangan dan penuh cinta.


"Sayang, kau benar-benar ingin pergi sendiri ke Indonesia?" tanya Rakha dan Dinar hanya mengangguk saja.


"Kau tidak ingin aku menemanimu?" tanya Rakha.


"Sayang, percayalah. Aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri." kata Dinar tersenyum sambil mengusap rahang tegas Rakha dengan lembut.


"Kau percaya padaku kan? Aku berjanji, akan segera kembali jika semuanya sudah selesai agar kau tidak terlalu merindukanku." kata Dinar dengan PDnya.


"Kau terlalu percaya diri nyonya. Aku tidak akan merindukanmu." kata Rakha enteng yang membuat Dinar kesal.


"Lepaskan pelukanmu." kata Dinar yang sudah benar-benar kesal.


"Cuppp.... Aku bercanda sayang, mana mungkin aku tidak merindukan istriku yang cantik dan menggemaskan ini." kata Rakha setelah mencium bibir Dinar yang di maju-majukan karena kesal.


"Jadi kapan kamu akan ke Indonesia?" tanya Rakha


"Kamu? Aku-Kamu?" kata Dinar yang geli mendengar Rakha menggunakan Aku-Kamu.


"Sayang, aku sedang serius." kata Rakha


"Yah, mungkin besok lusa." kata Dinar


"Baiklah." kata Rakha


.


"Aku berangkat ya sayang." pamit Dinar pada Rakha


"Aku akan mengantarmu ke bandara, atau mungkin kau ingin menaiki pesawat pribadi kita?" tanya Rakha


"Anda terlalu berlebihan tuan." kata Dinar sambil terkekeh


"Aku akan berangkat sendiri ke bandara, lagipula kamu harus berangkat kerja." kata Dinar


"Maka dari itu, karena kamu pemilik perusahaan, sudah seharusnya kamu memberikan contoh yang baik untuk karyawanmu. Aku bisa berangkat sendiri sayang." kata Dinar sambil mengusap pipi Rakha dengan lembut.


"Baiklah, aku tidak akan pernah menang jika berdebat dengamu. Hati-hati!" kata Rakha lalu mengecup kening Dinar sebelum berangkat.


.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 24 jam. Akhirnya Dinar sampai di Indonesia.


"Setelah 3 tahun lebih, akhirnya aku bisa menginjakkan kaki lagi di negara ini. Kukira aku tidak akan pernah kembali lagi kesini." gumam Dinar dalam hati saat berada di depan bandar.


Dinar menaiki taksi menuju hotel, dia berencana mengunjungi keluarganya besok, karena banyak yang harus dia urus hari ini.


"Halo, kamu sudah siapkan semuanya kan?" tanya Dinar pada orang di seberang telfon yang sedang dia hubungi.


".........." (jawaban dari seberang telfon)


"Bagus, pastikan semuanya berjalan lancar." sambung Dinar lagi.


"..........."


Keesokan Harinya


Pagi-pagi sekali Dinar sudah siap untuk mengunjungi rumah pamannya, pasalnya dia sudah sangat rindu dengan semua orang yang ada disana.


Tokkkk,,,tokkkkk,tokkkk


"Yaa, sebentar." jawab seseorang dari dalam rumah yang diyakini Dinar itu adalah suara Widya.


"Surprise." teriak Dinar sambil merentangkan tangannya saat Widay membuka pintu


.


.


.


.


.


Maap ya guys Author jarang upluad, soalnya akhir2 ini sibuk banget. Tapi bakal diusahain kok tiap minggunya upluad walaupun cuma satu episode aja gapapa ya:')