A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 29



"Permisi mrs. Ara, hari ini kita ada pertemuan dengan Wijaya Group." kata Sekertaris Dinar


"Jam berapa?" tanya Dinar tanpa menoleh karena sedang memeriksa beberapa laporan di komputernya.


"Siang ini mrs."


"Baiklah, kita berangkat sekarang." kata Dinar lalu beranjak dari kursinya menuju parkiran yang diikuti oleh sekertarisnya dari belakang.


Tak butuh waktu lama, mobil Dinar sudah sampai di depan gedung tinggi yang bertuliskan "Wijaya Group"


Setelah memarkirkan mobilnya, Dinar langsung menuju meja resepsionis.


"Kami dari G.A Group." kata sekertaris Dinar


"Mari saya antar menuju ruang rapat." kata Resepsionis itu sopan.


Saat sedang berdiri di depan lift, ada seseorang yang memeluk Dinar secara tiba tiba.


"Kakak." seru orang yang memeluk Dinar, yang tak lain adalah Keynan.


"Suara ini sangat familiar, tapi siapa?" tanya Dinar pada diri sendiri.


Setelah Keynan melepaskan pelukannya, Dinar menatap Keynan dengan pandangan tidak percaya. Pasalnya, dia tidak pernah berfikir akan bertemu Keynan disini setelah tiga tahun lamanya.


"Keynan." kata Dinar sembari menatap Keynan dengan pandangan tidak percaya.


Mereka tidak menyadari bahwa kini mereka sedang menjadi pusat perhatian karyawan yang ada disana. Mereka menatap Dinar, dan bertanya tanya siapa sebenarnya Dinar sampai sampai bisa bicara sesantai itu dengan tangan kanan bos besar.


"Kakak, kau benar benar membuat kami gila. kami semua mencarimu selama tiga tahun ini dan tidak mendapatkan petunjuk apapun tentang keberadaanmu. apa kau tidak apa apa?" tanya Keynan memeriksa tubuh Dinar dengan cara mengangkat tangan Dinar satu persatu untuk diperhatikan.


"Aku baik baik saja." kata Dinar tersenyum melihat tingkah Keynan


"Lalu, sedang apa kau disini?" tanya Keynan bingung


"Aku....hemm, ceritanya sangat panjang Keynan, aku akan menceritakannya padamu." kata Dinar.


"Ayo makan siang bersama." ajak Dinar dan langsung diangguki oleh Keynan dengan semangat.


.


"Ayo, ceritakan padaku." kata Keynan pada Dinar yang sudah berada dalam Restoran.


Dinar menghela napasnya lalu menyandarkan tubuhnya pada kursi.


"Apa yang ingin kau dengar?" tanya Dinar


"Kemana kakak selama ini?"


"Aku berada disini, aku melanjutkan studyku disini selama 2 tahun, dan satu tahun terakhir ini aku sibuk mengurus perusahaanku. G.A Group." kata Dinar


"Jadi, perusahaan baru yang sedang naik daun itu milikmu?"


"Dan, jika selama ini kau berada disini, kenapa susah sekali menemukan keberadaanmu?" tanya Keynan


"Aku mengganti identitasku, tujuanku agar orang orang tidak mudah menemukanku. Ara Lee, itu nama baruku." jelas Dinar


"Tuhan, pantas saja. kau tahu kak, jika dalam satu bulan ini kami tidak menemukanmu, maka nyawa kami akan melayang." kata Keynan


"Maksudmu?" tanya Dinar bingung


"Ya, kemarin bos marah habis habisan karena sudah tiga tahun kami ditugaskan mencari keberadaanmu tapi kami belum juga menemukanmu. Kami sudah mencarimu kemana mana tapi nihil, hasilnya selalu saja membuat bos marah, dia sekarang menjadi lebih kejam, bahkan kemarin dia mengatakan akan membunuhku, Johan, dan Dave jika dalam satu bulan ini tidak menemukanmu." kata Keynan lesu


"Bos? apa yang kau maksud adalah Rakha?" tanya Dinar memastikan


"Yah, dia sangat mencintaimu dan kau pasti juga mencintainya. Kau tahu, setelah ditinggal olehmu, dia semakin menjadi es. sering marah marah tidak jelas, kau bayangkan, selama tiga tahun ini aku melewati hari hari dengan omelannya." kata Keynan cemberut


"Rakha mencariku? dia masih mencintaiku? Ya Tuhan, apa aku terlalu egois, menyakiti hatiku dan hatinya hanya karena aku masih belum ingin bahagia sebelum semua orang disekelilingku bahagia. Rasanya sulit sekali mempercayainya, Rakha masih mencariku setelah aku menyakitinya dengan meninggalkannya yang benar benar mencintaiku, aku menyakitinya disaat dia baru merasakan cinta. apa aku pantas bersanding dengannya jika takdir menyatukan kami, Tuhan apa aku pantas untuk pria sebaik dia, pria yang rela menghabiskan waktu selama 3 tahun hanya untuk mencari keberadaan wanita yang mengecewakannya. padahal jika dia mau, dia bisa mendapatkan wanita seperti apa keinginannya, tapi dia tidak melakukannya, dia menungguku? benarkah begitu?" gumam Dinar panjang lebar dalam hatinya.