A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 20



Pagi Hari


"Halo, bisakah kita bertemu?" tanya orang di seberang telpon pada Dinar


"Nanti siang." kata Dinar datar


"Baiklah, di cafe XXX." kata org yang tak lain adalah Rika saudarinya


"Hmmm." kata Dinar dan langsung mematikan polselnya.


.


Siang Hari


"Halo kak, aku ingin makan siang bersamamu." kata Dinda pada Rakha


"Baiklah, kakak akan menjemputmu sekarang." kata Rakha dan berjalan keluar dari kantornya menuju parkiran untuk menjemput adik kesayangannya.


"Bos mau kemana?" tanya Johan pada Rakha


"Menjemput Dinda, jaga kantor." kata Rakha berlalu meninggalkan Johan.


Setelah menempuh waktu setengah jam, Rakha sudah sampai di rumahnya.


"Makan dimana?" tanya Rakha pada Dinda yang sudah duduk di sebelahnya.


"Cafe XXX aja kak deket sini." kata Dinda dan Rakha langsung menancap gasnya menuju cafe tersebut.


Rakha memilih meja di lantai atas karena di lantai bawah terlalu ramai dan Rakha tidak menyukai keramaian.


.


"Katakan." kata Dinar datar pada sepupunya yang duduk di hadapannya.


"Apa kau tidak ingin memesan makanan atau minuman dulu saudaraku?" tanya Rika dengan nada lembut dibuat buat.


"Lemon tea." kata Dinar datar pada pelayan yang berdiri di sebelahnya.


Setelah sekian lama mereka dalam kesunyian, akhirnya datang pelayan membawakan pesanan Dinar.


Rika tersenyum licik. "Aku hamil anak dari suamimu." katanya dengan nada bangga.


Dinar tidaj bergeming sama sekali, dan itu membuat Rika kesal.


"Ceraikan dia." kata Rika lagi tapi Dinar tidak menjawab.


"Apa kau tidak mendengarku wanita jala*g." kata Rika setengah berteriak dan membuat semua pengunjung melihat kearah mereka dan memang itu tujuan Rika, dia ingin membuat Dinar malu.


"Jala*g?" tanya Dinar yang masih setia dengan wajah santainya.


"Ya, kau wanita ******." kata Rika lagi berteriak sambil menunjuk Dinar tepat didepan wajah Dinar dan hal itu mebuat Dinar emosi


"Lebih jala*g siapa aku dengan dirimu?" tanya Dinar dengan wajah dingin yang menahan emosi.


"Lihatlah, jala*g beteriak jala*g." kata Dinar sambil tertawa dingin dan membuat nyali Rika menciut, bukan cuma Rika tapi semua pengunjung tidak berani menatap Dinar.


Rika mencoba menyembunyikan rasa takutnya, "Jaga biacaramu." kata Rika berteriak.


Plakkkkk


"Harusnya aku yang berkata seperti itu padamu." kata Dinar menampar Rika.


"Jaga bicaramu padaku. dan tadi apa katamu, kau hamil anak dari suamiku?" tanya Dinar dan diangguki oleh Rika yang masih memegang pipinya yang memerah karena tamparan keras dari Dinar.


"Dan kau menyuruhku untuk menceraikannya?" tanya Dinar lagi.


"Cihhh, kalian memang sama sama sampah." kata Dinar jijik dan perkataan Dinar membuat darah Rika mendidih.


Rika mengangkat tangannya dan siap menampar Dinar tapi ditahan oleh Dinar.


"Tangan kotormu tidak pantas menyentuhku." kata Dinar smbil menghempaskan tangan Rika.


"Jika kau ingin aku berpisah dari suamiku, suruh dia menceraikanku karena aku tidak akan menceraikannya terlebih dahulu meskipun aku tidak mencintainya. aku tidak akan meninggalkan suamiku kecuali dia sendiri yang memintaku pergi, karena apa? karena aku menghargai yang namanya pernikahan meskipun tidak didasari dengan cinta. dan satu lagi, aku tidak sepertimu dan keluargamu yang hanya gila harta dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya."


"Dan kau, jangan pernah meneriakiku dengan sebutan wanita jala*g karena kau lebih jala*g dariku. Kau wanita yang dengan bangganya mengatakan pada seorang istri bahwa kau telah hamil oleh suaminya, kau pikir aku bodoh percaya begitu saja. katakan pada pacarmu, suruh dia untuk menceraikanku. aku terlalu sibuk untuk mengurus surat perpisahan, jadi semuanya kuserahkan pada kalian. aku terima beres." kata Dinar lalu pergi meninggalkan Rika yang masih tercengang dengan perkataan Dinar, begitupun orang orang yang ada di dalam cafe.