A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 23



"Kak, apa maksud dari semua ini?" tanya Gio di dalam mobil pada kakaknya


"Entahlah, kita biarakan saja dulu. kakak kan sudah bilang, kakak akan mengambil semuanya, tapi tidak sekarang. biarkan mereka menikmatinya dulu." kata Dinar yang sedang mengemudi


"Aku benar benar baru tahu jika ibu dibunuh mereka." kata Gio menunduk karena teringat ibunya


"Sudahlah. jangan mengatakan ini semua pada siapapun termasuk keluarga Lee." kata Dinar dan Gio hanya mengangguk saja.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" tanya Gio lagi


"Entahlah, aku akan memikirkannya." kata Dinar


"Kita kerumah paman Lee sekarang, aku akan menceritakan semuanya." kata Dinar


.


"Apa kalian tidak rindu pada bibi, sehingga baru sekarang mengunjungi bibi hah?" tanya bibi Cintra yang barusaja membukakan pintu untuk Gio dan Dinar


"Dan apakah kita akan berdiri disini?" tanya Dinar tertawa.


"Astaga, bibi lupa menyuruh kalian masuk. masuklah." kata bibi Citra mempersilahakan mereka masuk


"Bibi, dimana paman?" tanya Dinar


"Pamanmu pergi bekerja, sebentar lagi dia akan pulang untuk makan siang." kata Bibi Citra dan diangguki oleh Dinar.


"Nah, itu sepertinya suara mobil paman kalian." kata bibi Citra, tak salah lagi karena tak berapa lama paman Lee masuk kedalam rumah.


"Hai paman." sapa Gio sambil mencium punggung tangan paman dan begitupun dengan Dinar


"Tumben sekali kalian disini." kata Paman


"Ehmm, Dinar ingin bicara." kata Dinar ragu


"Bagaimana jika kita bicaranya setelah makan siang saja." kata bibi Citra dan diangguki semuanya.


Setelah makan siang, semuanya berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol.


"Bicaralah Dinar, sebenarnya ada apa?" tanya bibi Citra


"Ya, sedari tadi paman perhatikan, kamu ragu untuk bicara." kata paman Lee


"Kak, kok gitu?" tanya Gio bingung karena dia belum tau sejak kapan kakaknya mengambil keputusan.


"Dinar akan melanjutkan study Dinar disana." kata Dinar.


"Apa kamu sudah pikirkan baik baik?" tanya bibi dan diangguki Dinar


"Jika itu keputusanmu, kami bisa apa selain mendukung." kata Paman


"Sebenarnya Dinar punya alasan paman." kata Dinar


"Katakanlah nak." kata bibi sambil menggenggam tangan keponakannya.


"Perusahaan sudah bukan milik Dinar lagi paman." kata Dinar


"Maksudmu bagaimana?" tanya paman bingung


"Bibi Reta mengambil alih perusahaan, kini perusahaan dan rumah sudah atas namanya." kata Dinar


"Bagaimana bisa Dinar?" kata paman Lee yang kebingungan.


Dinar menjelaskan semuanya, tapi dia tidak mengatakan apapun soal kematian ibunya.


"Dinar tidak bisa merebutnya tanpa memiliki apapun. Bahkan jika paman membantupun, itu akan tetap mustahil paman. apalagi mereka sudah bergabung dengan Dimas." kata Dinar menjelaskan.


"Maka dari itu Dinar ingin melanjutkan study Dinar, ilmu Dinar terlalu rendah untuk mengambil alih perusahaan jika hanya lulusan S1." lanjutnya.


"Tapi IQ mu diatas rata rata bukan?" kata bibi


"Iya bibi. Tapi sepintar apapun manusia, jika tidak belajar akhirnya akan bodoh juga." kata Dinar


"Yasudah, paman akan selalu mendukung apapun yang menjadi keputusan Dinar." kata Paman


"Terimakasih paman, bibi." kata Dinar smbil memeluk paman dan bibinya


"Lalu Gio bagaimana?" tanya Gio yang sedari tadi hanya menyaksikan saja.


"Gio tinggal disini saja sayang." kata bibi Citra


"Hemm, baiklah. Gio terlalu kesepian jika harus tinggal di apartemen lagi." kata Gio