
"Ayo kak." kata Dinda mengajak Dinar ke meja makan.
Sesampainya di meja makan, Dinar merasa sangat canggung pasalnya semua orang sudah duduk disana seperti menunggu dia.
"Halo." sapa Dinar sambil menundukkan badannya menyapa kedua orang tua Rakha dan juga Rakha yang ada disana.
"Duduklah." kata Rakha mempersilahkan Dinar duduk di sampingnya dan Dinar menurutinya.
Semuanya menikmati makan malam dengan hikmat, setelah makan malam semuanya berkumpul di ruang keluarga untuk membicarakan hubungan Rakha dan Dinar kedepannya.
"Rakha dan Dinar akan menikah." kata Rakha memulai obrolan
"Apa kau yakin?" tanya mommy dan diangguki dengan mantap oleh Rakha.
"Daddy akan selalu mendukung keputusanmu." kata Daddy dengan tegas
"Hemm, mommy juga menyetujuinya jika itu bisa membuatmu bahagia." kata mommy
"Dinda apalagi." kata Dinda dengan senyum yang terus mengembang.
"Kapan rencananya kalian akan melangsungkan pernikahan?" tanya Daddy
"Ehm, bisakah aku meminta sesuatu?" tanya Dinar ragu
"Katakanlah." kata Rakha
"Bisakah kita tidak melakukan resepsi untuk waktu dekat." kata Dinar sambil menunduk, Rakha yang mengerti dengan apa yang Dinar katakan langsung menyetujuinya.
"Tentu saja, apapun yang kau mau." kata Rakha sambil mengusap punggung Dinar dengan lembut.
"Mengapa begitu?" tanya mommy bingung dengan permintaan Dinar.
"Dinar ingin melakukan sesuatu yang membahagiakan jika nanti keadaan sudah memungkinkan." kata Dinar yang semakin membuat mommy bingung.
"Mommy semakin bingung." kata mommy
"Mommy akan tahu maksud Dinar nantinya." kata Rakha
"Baiklah. Dinar, ikut tante sebentar. Ada yang ingin tante bicarakan denganmu." kata Mommy sambil berlalu menuju taman belakang rumah dan diikuti Dinar dari belakang.
Mommy duduk di sebuah kursi yang ada di taman belakang dan Dinar hanya berdiri di sampingnya.
"Ehm, apa yang ingin tante bicarakan dengan saya." kata Dinar memulai obrolan
Tidak menjawab perkataan Dinar, mommy hanya memandang jauh dan menghela nafas panjang.
"Kau benar benar mencintai anakku?" tanya mommy pada Dinar dan diangguki oleh Dinar.
"Aku percaya padamu, bahagiakan dia karena selama ini dia tidak bahagia." kata mommy
"Maksud tante?" tanya Dinar bingung
"Selama ini Rakha hidup dengan segala aturan yang ada, kurasa dia selama ini tidak bahagia karena hidupnya terlalu banyak aturan dan selalu dikekang. Jadi, disaat dia memiliki pilihan, aku sangat mendukungnya karena aku merasa sudah saatnya dia memiliki pilihan sendiri, dia anak yang sangat penurut, jadi aku ingin menjodohkannya, kukira dia juga akan menurut tapi ternyata tidak karena dia sudah memiliki tambatan hati. Kebahagiaannya ada padamu, toling bahagiakan dia, selama ini aku tidak membahagiakannya sebagai orang tua." kata mommy panjang lebar.
Dinar menggenggam tanga mertuanya.
"Tante, Rakha anak yang baik dan penurut, itu karena dia tahu kalau tante dan om membuat semua aturan aturan yang ada karena sayang padanya. Rakha bahagia, percayalah pada Dinar. Selama ini dia bahagia meskipun dia dikekang, karena apa? karena dia sadar, setiap orang tua pasti punya cara tersendiri untuk menunjukkan rasa sayangnya pada anaknya." kata Dinar sambil tersenyum teduh.
"Panggil aku mommy." kata mommy lalu merentangkan tangannya ingin dipeluk Dinar, Dinar yang mengerti langsung memeluk mommy. Setelah 10 tahun lamanya, dia beru merasakan pelukan hangat lagi seperti pelukan ibunya.
"Siapa nama orang tuamu nak?" tanya mommy yang sudah melepaskan pelukannya.
"Bagaskara Atmaja dan Sheryl Lee mom." kata Dinar
"Ah, ibumu orang Korea?" tanya mommy dan diangguki oleh Dinar.
"Sheryl Lee?" tanya mommy yang barusaja mengingat nama itu.
"Iya mom, kenapa?" tanya Dinar yang heran dengan respon calon mertuanya.
"Apakah ibumu pernah kuliah di Cambridge university?" tanya mommy
"Yah, ibu dulu pernah kuliah disana. Ada apa mom?" tanya Dinar semakin bingung dengan respon mommy
"Apa kau punya foto ibumu?" tanya mommy, alih alih menjawab pertanyaan Dinar, mommy malah terus bertanya
"Sepertinya ada, sebentar Dinar cek dulu di ponsel Dinar." kata Dinar lalu mengambil ponselnya di dalam tas.
"Ini mom." kata Dinar lalu menunjukksn sebuah photo, yaitu photo ibunya.