
"Kak, bagaimana keadaan rumah tanggamu?" tanya Gio pada Dinar
"Huh, kenapa pertanyaanmu sama seperti Paman Lee, Bibi Citra dan juga Widya. apa kalian tidak punya pertanyaan lain?" kesal Dinar karena selalu disuguhi pertanyaan seperti itu
"Jawab saja apa susahnya, kita bertanya seperti itu karena kita perduli padamu." jawab Gio
"Kau sudah pasti tau jawabannya, mengapa bertanya lagi." ketus Dinar pada adiknya
"Terserahlah" jawab Gio tak kalah ketus juga
Gio memutar arah, bukannya menuju Restoran dia malah menuju mall.
"Hey, kenapa kesini? bukannya kita mau pergi makan?" jawab Dinar bingung
"Ada sesuatu yang harus ku beli untuk besok. kakak mau masuk atau menunggu di mobil?" tanya Gio pada kakaknya.
"Aku ikut masuk." jawab Dinar
Di dalam mall, Dinar memutuskan untuk menunggu Gio di salah satu Cafe sementara Gio pergi membeli keperluannya.
Sudah satu jam lebih Dinar menunggu Gio, tapi Gio belum juga kembali menemuinya. akhirnya Dinar memutuskan untuk menyusul Gio. baru saja Dinar berdiri dari kursinya dan berbalik, tiba tiba Brughh Dinar terpnetal ke belakang karena menabrak orang.
"Maaf nona, apa anda tidak apa apa?" tanya Pria yang menabrak Dinar
"Mari saya bantu berdiri" timpalnya lagi sambil mengulurkan tangannya pada Dinar.
Akhirnya Dinar menerima uluran tangan orang tersebut untuk membantunya berdiri.
"Terimakasih." kata Dinar setelah dibantu berdiri oleh pria tersebut
"Sepertinya anda hobby sekali jatuh." kata pria tersebut pada Dinar
"Hmm, maksud anda tuan?" tanya Dinar bingung
"Yah, hari minggu kemarin anda menabrak saya di taman dan anda jatuh, berarti jatuh memang sudah menjadi hobby anda." kata pria tersebut sambil tersenyum
"Hah?" kata Dinar dengan wajah bingung
Drtttttt
Bunyi handphone Dinar
"Hallo, dimana kamu?" tanya Dinar
"Okay, aku kesana sekarang." kata Dinar setelah menerima teleohone.
"Maaf tuan, saya permisi duluan." kata Dinar pada Rakha sambil tersenyum.
"Dan lagi lagi kita bertemu, sepertinya kita memang berjodoh." gumam Rakha dalam hati sambil tersenyum tipis.
.
"Kenapa lama sekali huh?" tanya Dinar pada Adiknya
"Maaf kakakku sayang, sekarang kita pergi makan kan?" tanya Gio pada kakaknya sambil memasang wajah manis karena takut kena amukan kakaknya
"Cih, jijik aku melihat wajahmu seperti itu. ayo cepat jalan." ucap Dinar
"Okay" kata Gio sambil acungkan jempolnya dan menancap gas menuju Restoran.
Rakha baru saja sampai di rumahnya dan langsung di sambut oleh Dinda
"Hai kakakku sayang." sapa Dinda dengan wajah manisnya
"Hmm" jawab Rakha sambil berjalan masuk kedalam rumah
"Irit bgt ngomongnya, kalau bukan kakakku sudah ku kutuk jadi batu." seru Dinda dalam hati karena kesal pada Rakha
"Kakak." kata Dinda sambil bergelayut manja di lengan Rakha
"Hmm?" kata Rakha
"Kita makan malam di luar yah, Dinda pengen makan di Restoran." kata Dinda dengan wajah memohon
"Huh, baiklah. cepat siap siap." ucap Rakha malas
"Okay kakakku sayang." kata Dinda dengan wajah gembira sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
Restaurant
Dinda dan Rakha sampai di restorant
Drttt
"Kau masuk duluan, kakak angkat telpon dulu." kata Rakha pada Dinda dan Dinda langsung turun dari mobil dan masuk kedalam restoran. Dinda mengedarkan pandangannya keseluruh meja yang ada di restoran untuk mencari meja kosong, dan tidak sengaja dia melihat orang yang dia kenal.
"Kakak." sapa Dinda pada orang tersebut
"Hey, what are you doing here girl?" tanya Dinar pada Dinda
"I came here for dinner." kata Dinda
"Dengan siapa?" tanya Dinar
"Dengan kakakku." kata Dinda
"Apakah aku boleh bergabung dengan kakak?" tanya Dinda penuh harap
"Tentu" jawab Dinar sambil mempersilahkan Dinda untuk duduk
"Ah yah. Kenalkan, ini adikku." kata Dinar memperkenalkan Gio
"Hai, Dinda." kata Dinda sambil mengulurkan tangan
"Gio" kata Gio sambil menerima uluran tangan Dinda
"Dinda, dimana kakakmu?" tanya Dinar
"Dia sedang menerima telpon di luar." kata Dinda dan Dinar ber oh ria saja.
"Sebentar, aku akan menemuinya." kata Dinda berpamitan pada Dinar.
Baru saja Dinda mau melangkah, tapi ternyata kakaknya sudah ada di depannya, lebih tepatnya di belakang Dinar karena Dinar membelakangi pintu masuk.
"Ah ini dia kakakku." kata Dinda pada Dinar sambil menarik lengan Rakha yang masih berdiri di belakang Dinar untuk duduk.