A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 44



Dinar memasuki ruangan tempat acara dilaksanakan.


Kedatangannya membuat semua orang melihat kearahnya sambil berbisik.


Dinar mengenakan dress berwarna hitam panjang yang membuat dia terlihat cantik, penampilannya simple tapi sangat elegant.



Kurang lebih begini lah penampilan Dinar.


"Bukankah itu mantan istri pak Dimas?"


"Dia kan mantan istri pak Dimas"


"Dia saudari sepupu dari nyonya Rika"


"Wahh, cantik sekali mantan istri pak Dimas"


"Dia lebih cantik dari nyonya Rika"


Kurang lebih begitulah percakapan orang-orang yang ada disana melihat kedatangan Dinar.


"Hai ponakanku tercinta." sapa bibi Reta pada Dinar


"Oh, halo nyonya Margaretha." kata Dinar dengan senyum smirk


"Bagaimana kabarmu?" tanya bibi Reta berbasa-basi


"Baik dan akan selalu baik." jawab Dinar


"Kamu tidak berubah, masih tetap cantik." kata bibi Reta seakan memuji tetapi dengan nada mengejek


"Oh tentu, aku secantik ibuku bukan." kata Dinar dengan menekankan nada bicaranya saat menyebutkan ibunya.


"Ibumu? yang sudah meninggal? ups, maaf, aku telah membuka luka lama." kata bibi Reta sengaja memancing emosi Dinar


"Yah, wanita tidak bersalah yang telah kau bunuh." jawab Dinar santai sambil berbisik lalu meninggalkan bibi Reta.


Tibalah saatnya memotong kue dan acara sambutan untuk pasangan suami istri menyampaikan sepatah dua patah kata.


"Terimakasih untuk tamu undangan yang sudah hadir hari ini, untuk merayakan anniversary pernikahan saya dan istri saya tercinta yang kedua tahun." kata Dimas


"Dipersilahkan untuk sudari perempuan dari nyonya Dimas untuk maju ke depan." kata MC acara tersebut.


Dinar maju dengan elegant dan tatapan dingin yang mambuat orang-orang merasakan semakin kagum dengannya.


"Semuanya, perkenalkan. ini saudari sepupu saya Dinara Atmaja yang juga mantan istri dari suami saya." kata Rika dengan senyum yang membuat Dinar muak.


Dinar hanya menatap Rika tanpa mau mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya.


"Hei sayang, apakah kau tidak ingin memberikan selamat kepada saudari sepupumu?" tanya bibi Reta seakan mengejek Dinar.


"Bagaimana jika aku langsung memberikan hadiah saja." kata Dinar sambil tersenyum yang membuat bibi Reta gusar.


Dinar merampas mic yang ada di tangan Rika.


"Halo semuanya, perkenalkan. saya adalah Dinara Atmaja saudari sepupu dari Nyonya Dimas. Dan dihari spesial ini saya juga ingin memberikan hadiah yang spesial tentunya untuk saudari kesayangan saya." kata Dinar masih dengan senyumnya.


"Ini hadiahnya." kata Dinar dengan senyum semakin lebar dan menunjuk layar lebar yang menampilkan berkas-berkas serta dokumen-dokumen dari Atmaja corp yang menunjukkan bahwa kepemilikannya berganti menjadi milik Dinar.


Semua orang terkejut dengan hadiah yang Dinar maksud.


"Apa-apan ini Dinar?" teriak bibi Reta yang terkejut dengan hadiah dari Dinar.


"ini hadiah dariku, indah bukan?" kata Dinar dengan senyum seakan meledek bibinya.


"Kau benar-benar kurang ajar." teriak bibi Reta yang sudah sangat marah.


"Aku hanya mengambil apa yang memang seharusnya menjadi milikku." kata Dinar


"Mama tenang saja, perusahaanku lebih besar dari Atmaja Corp. Jika aku mau mengambil kembali Atmaja Corp, itu bukanlah hal yang susah untuk aku lakukan." kata Dimas dengan wajah sombongnya.


"Kau pikir kau sudah menang? Itu belum seberapa dari kekayaan suamiku." timpal Rika dengan angkuh


"Sayang, jatuhkan perusahaan miliknya. aku mau dia tidak punya apa-apa lagi." kata Rika lagi dengan sombong


"Apapun untuk istriku tercinta. Bagas, lakukan apa yang diinginkan istriku." kata Dimas pada asisten pribadinya dan Dinar hanya bisa terdiam, dia berpikir ternyata dia terlalu bodoh tidak memikirkan ini akan terjadi, semuanya melencang dari rencana yang sudah dia persiapkan.


"Sayangnya sudah tidak bisa." jawab seorang pria yang baru masuk kedalam ruangan tempat acara tersebut dengan nada dingin dan tatapan mata yang sangat tajam.


Pria tersebut datang bersama beberapa orang berpakaian hitam rapih seperti bodyguard, dan dua orang disebelahnya yang sepertinya mereka berdua adalah tangan kanannya.