
Saat berjalan menuju halaman belakang, Paman Lee memanggil Dinar agar Dinar ikut keruang kerjanya.
"Kalian duluan saja, aku akan menyusul nanti." kata Dinar pada Widya dan Gio sebelum meninggalkan mereka.
"Baiklah, ayo Gio." ajak Widya pada Gio
Dinar masuk kedalam ruang kerja pamannya dan melihat pamannya sudah menunggunya.
"Ada apa paman?" tanya Dinar sambil duduk di kursi seberang meja kerja pamannya.
"Tidak, paman hanya ingin bertanya rencanamu selanjutnya." kata paman Lee
"Paman tenang saja, aku sudah mengatur semuanya." jawab Dinar sambil tersenyum smirk
"Berapa hari lagi?" tanya paman Lee
"3 hari lagi." jawab Dinar
"Baiklah, paman percayakan semuanya padamu. paman yakin kamu bisa." kata Paman Lee sambil tersenyum lembut pada keponakan kesayangannya tersebut
"Aku akan berusaha untuk mengembalikan semuanya. aku akan menyusul Widya dan Gio terlebih dahulu, permisi paman." pamit Dinar dan diangguki oleh Paman Lee
.
"Sudah?" tanya Widya saat Dinar duduk disampingnya dan Gio
"Sudah." kata Dinar
"Kakak dan paman membicarakan apa?" tanya Gio
"Sudahlah, anak kecil tidak perlu tahu." kata Dinar
"Kak, lihatlah. aku sudah kuliah semester terakhir dan kakak masih bilang aku anak kecil?" kata Gio sambil berdiri di depan Dinar
"Sampai kapanpun kau adalah adik kecil kakak." kata Dinar dengan santai
"Yah, baiklah. aku mengalah." kata Gio sambil duduk kembali di depan Dinar dan Widya.
"Apakah kau sudah memiliki kekasih?" tanya Dinar yang membuat Gio terkejut, dia tidak menyangka kakaknya akan menanyakan hal itu.
"Uhmm, Ti..tidak." jawab Gio gagap dan membuat Widya tersenyum mengejek kearahnya.
"Oh ya? benarkah itu Wid?" tanya Dinar dengan santai. Dia sangat suka menggoda adiknya, dia tidak pernah melarang Gio untuk berpacaran.
"Uhmm, apakah aku harus jujur?" tanya Widya pada Dinar sambil tertawa.
"Kenapa dengan wajahmu, kau semakin jelek dengan ekspresi seperti itu." kata Dinar sambil tertawa.
"Kakak ingin bertemu." kata Dinar
"Bertemu siapa?" tanya Gio terkejut
"Bertemu dengan wanita yang mampu membuat adik kakak ini jatuh cinta." kata Dinar
"Kak, sungguh aku tidak memiliki kekasih." kata Gio meyakinkan kakaknya
"Oh baiklah. Aku akan mencari tahu sendiri." kata Dinar
"Baiklah, baiklah. Aku akan mengenalkannya pada kakak, tapi bukan sekarang." kata Gio akhirnya menyerah.
"Ya sudah, ayo masuk." ajak Widya dan diangguki oleh Dinar dan Gio
.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Dinar datang juga. Hari dimana dia akan mengambil haknya kembali.
"Paman, Dinar berangkat dulu." pamit Dinar pada pamannya yang sedng berada di ruang kerja.
"Kau pergi sendiri?" tanya paman Lee
"Yah, Dinar berangkat ya paman." kata Dinar dan diangguki oleh pamannya.
"Kakak mau kemana?" tanya Gio yang heran melihat penampilan kakaknya.
"Iya Din, kamu mau kemana?" tanya Widya yang juga heran
"Iya sayang, kamu mau kemana?" tanya bibi Citra juga, karena semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Dinar ada acara bi, Dinar pergi dulu yah." jawab Dinar sambil berlalu keluar rumah.
Dinar menaiki mobilnya menuju tempat acaranya dilaksanakan.
Ya kira-kira gini lah ya penampakan mobilnya Dinar.
Tak butuh waktu lama akhirnya Dinar tiba di tempat tujuannya, yaitu pesta anniversary pernikahan Dimas dan Rika. Saudari sepupu dan mantan suaminya.
Acaranya diadakan di hotel bintang lima, dan banyak orang-orang penting yang datang.