A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 30



"Tunggu sebentar, aku akan mengabari bos." kata Keynan dan langsung mengambil ponselnya tapi tangannya dicekal oleh Dinar, Dinar menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Keynan bingung


"Jangan beritahu Rakha jika kau sudah bertemu denganku." mohon Dinar


"Tapi nyawa kami menjadi taruhan kak." kata Keynan


"Aku akan menemui Rakha, tapi tidak sekarang." lanjut Dinar


"Lalu kapan? bos orang yang nekat, bagaimana jika kami benar benar dibunuh olehnya." kata Keynan


"Satu bulan ini, aku berjanji akan menemuinya dalam sebulan ini. tapi untuk sekarang aku belum siap, tolong jangan beritahu Rakha." mohon Dinar dengan suara lemah


"Baiklah,baiklah." kata Keynan yang frustasi melihat Dinar berbicara dengan suara lemah.


.


"Apa ada perkembangan?" tanya Rakha pada ketiga tangan kanannya yaitu Johan, Dave, dan juga Keynan.


Mereka bertiga saling tatap sebelum menjawab. "Belum bos." kata mereka kompak


"Berusahalan, waktu kalian tidak banyak." kata Rakha sembari keluar dari ruangan meninggalkan mereka.


"Huh, ini benar benar gila." seru Dave


"Bos memang sudah gila." timpal Keynan yang kesal


"Diamlah, sekarang kita harus berusaha semaksimal mungkin jika tidak mau mati." seru Johan.


.


"Kapan kak Siska akan lahiran?" tanya Dinar yang sedang berkunjung ke rumah Jackson


"Kata dokter minggu minggu ini Ara, apa kau sudah tidak sabar ingin menimang ponakanmu?" tanya Jackson


"Hemm, apa jenis kelaminnya?" tanya Dinar


"Perempuan, kata dokter perempuan." kata Siska


"Woah, dia pasti cantik seperti ibunya." kata Dinar dengan mata berbinar.


"Ara, kakak rasa sudah saatnya memperkenalkan pada publik siapa dirimu."


kata Jackson


"Yah, perkenalkan pada publik bahwa kamu pemilik G.A Group, perusahaan baru yang sedang naik daun. banyak sekali kolega bisnis kita yang ingin bertemu langsung dengan pimpinan." kata Jackson menjelaskan


"Hemm, baiklah." kata Dinar setuju


"Kapan kau akan mengadakan pers?" tanya Jackson


"Mungkin satu minggu lagi, sekarang aku sangat sibuk." kata Dinar


"Terserah kau saja." kata Jackson


Setelah itu, Dinar pamit pulang pada Jackson dan Siska.


"Satu minggu lagi aku akan mengadakan pers, itu berarti satu minggu lagi juga aku akan bertemu dengan Rakha. apa aku siap?" tanya Dinar pada diri sendiri.


Setelah dari rumah Jackson, Dinar tidak langsung pulang ke apartementnya tapi dia pulang ke rumahnya yang dijadikan markas oleh Black Rose.


"Selamat sore bos." sapa anak buhnya kompak saat melihat Dinar dan hanya dibalas anggukan oleh Dinar.


"Dimana Jass?" tanya Dinar pada anak buahnya


"Diruangannya bos." kata anak buah yang ditanyai Dinar.


Diner melangkahkan kakinya menuju ruangan milik Jass.


"Selamat sore bos. tumben sekali anda kesini, apa ada masalah?" tanya Jass.


"Tidak, aku hanya sedang bosan saja." kata Dinar datar sambil memainkan pistol yang ada ditangannya.


"Aku akan mengadakan pers minggu depan, sepertinya aku akan sangat sibuk belakangan ini karena menggantikan Jackson." jelas Dinar


"Lalu?" tanya Jass.


"Aku percayakan semua masalah Black Rose padamu, jangan kecewakan aku." kata Dinar


"Tentu, aku tidak akan menghianati kepercayaanmu." kata Jass mantap


"Baguslah, aku akan pulang." kata Dinar sembari melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Jass dan diikuti oleh Jass dari belakang untuk mengantarkannya keluar.


Semua bawahannya menundukkan badannya saat Dinar melewati mereka.


"Jass, aku akan menyewa seseorang yang ahli memanah untuk mengajari kalian." kata Dinar sebelum masuk kedalam mobil.


"Baiklah, terserah bos saja." kata Jass