A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 28



"Sebenarnya apa kerja kalian hah?" tanya Rakha yang sudah menaikkan nada bicaranya pada 3 orang pria bawahannya yang bisa dibilang tangan kanannya. pria itu adalah Johan, Dave, dan juga Keynan.


"Sudah 3 tahun, tapi belum ada titik terang sama sekali."


"Aku beri kalian waktu 5 bulan, jika kalian tidak bisa menemukan keberadaan Dinar, maka nyawa kalian akan menjadi taruhan." kata Rakha dengan sorot mata tajam dan memerah karena menahan emosi.


"Ba...baik boss, kami permisi." kata Dave, lalu mereka keluar dari ruangan sang lucifer.


"Bagaimana ini? kali ini boss benar benar menakutkan." kata Keynan sambil membayangkan wajah Rakha tadi yang sedang marah.


"Aku juga bingung, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Dave


"Aku tidak ingin mati, aku belum menikah." kata Keynan mendramatisir keadaan


"Dimalah, sekarang kita berpikir. Dimana kita harus mencari nona Dinar." kata Johan


.


"Rakha, kapan kamu akan menikah?" tanya mommy


"Rakha belum mau menikah mom." jawab Rakha malas


"Sudahlah, jangan paksa anakmu terus menerus." tegur Daddy


"Tapi mommy sudah ingin menimang cucu, kamu belum menikah karena belum menemukan pasangannya kan nak. Mommy mau menjodohkanmu dengan putri tuan Philips." kata mommy


"Rakha tidak mau mom, jangan memaksa Rakha." tukas Rakha lalu pergi meninggalkan meja makan.


"Mom sudah menyiapkan semuanya, mereka akan bertunangan satu bulan lagi." kata mommy


"Mom, jangan paksa kakak untuk menuruti semua kemauan mom." seru Dinda kesal dengan sifat mommynya yang selalu ingin dituruti semua kehendaknya


"Diamlah, kamu masih kecil. jangan ikut campur urusan orang tua." kata mommy


"Jika Dinda sudah berkata seperti itu, maka tururtilah kemauannya. Kau tahu sendiri kan sifat anak perempuanmu seperti apa." kata Daddy yang juga ikut pergi meninggalkan mom yang masih tercengang mendengar penuturan anak perempuan manjanya yang tiba tiba berubah.


"Apa aku salah." tanya mommy pada diri sendiri.


.


"Ara, apa kakak bisa bicara?" tanya Jackson


"Hemm, bicaralah." kata Dinar dengan mode datar


"Apa kakak boleh berhenti bekerja?" tanya Jackson ragu


"Maksud kakak seperti apa?" tanya Dinar bingung


"Maksud kakak, bisakah kamu saja yang mengambil alih perusahaanmu. kakak ingin menemani Siska di bulan bulan terakhirnya mengandung ini." kata Jackson


"Apakah kak Siska akan segera melahirkan?" tanya Dinar.


"Yah, perkiraan dokter adalah bulan ini. aku takut jika nanti dia mau melahirkan, aku tidak berada disampingnya karena sibuk." kata Jackson


"Tentu saja, jagalah kak Siska baik baik. Jangan lupa kabari aku jika kak Siska mau melahirkan. Aku ingin melihat keponakanku, selucu apa dia." kata Dinar tersenyum hangat menatap Jackson


"Terimakasih Ara." kata Jackson


"Hemm, apa aku boleh memeluk kakak." tanya Dinar dengan nada sedikit manja.


Jackson merentangkan tangannya sambil mengangguk.


"Kakak benar benar tidak menyangka, ternyata es batu sepertimu bisa manja juga." kata Jackson


"Berhenti menggodaku, pulanglah jaga kak Siska baik baik." kata Dinar pada Jackson.