
Setelah melihat photo ibu Dinar, mommy langsung memeluk Dinar dengan erat dan penuh rasa haru, Dinar semakin bingung dengan tingkah calon mertuanya ini.
"Mom?" tanya Dinar meminta penjelasan.
Mommy melepaskan pelukannya dengan Dinar dan memandang Dinar dengan lekat-lekat.
"Ibumu adalah sahabat mommy." kata Mommy yang membuat Dinar terkejut.
"Kami bersahabat semasa kuliah dulu, kami sudah seperti saudara sendiri. Ibumu sangat baik kepada mommy, dulu mommy tidak memiliki teman semasa kuliah, dan ibumu adalah satu satunya orang yang mau berteman dengan mommy yang dulunya bukan berasal dari keluarga berada, berbeda dengan ibumu yang anak dari pengusaha sukses di Korea, tapi ibumu tidak pernah memandang materi dalam berteman, dia sangat tulus." kata mommy
"Mommy anak pengusaha sukses?" tanya Dinar bingung.
"Yah, apa kau tidak tau ibumu anak pengusaha sukse?" tanya Mommy bingung dengan respon Dinar
"Tidak mom, ibu bilang dia anak yatim piatu, tidak memiliki kerabat satupun keculi adiknya yaitu paman Lee." kata Dinar
"Apa Sheryl menyembunyikan semuanya dari anaknya? tapi apa tujuannya?" tanya mommy pada dirinya sendiri dalam hati.
"Bagaimana kehidupanmu setelah ditinggal ibumu?" tanya mommy yang sudah mengalihkan pembicaraan
"Cukup baik mom." kata Dinar lirih karena teringat kehidupannya sepuluh tahun belakangan ini.
Mommy memeluk Dinar dari samping dengan hangat dan memberi ketenangan.
"Mommy akan menyayangimu seperti putri mommy sendiri, karena anak sahabat mommy adalah anak mommy juga." kata mommy yang mencium puncuk kepala Dinar dengan penuh rasa kasih sayang.
"Terimakasih mom." kata Dinar tulus membalas pelukan mommy.
"Baiklah, ayo kita kedepan. Daddy pasti sangat senang mendengar berita ini." kata Mommy
"Daddy juga mengenal ibuku?" tanya Dinar dan diangguki oleh mommy.
"Sayang, aku punya berita bahagia untukmu." kata mommy pada daddy sesampainya di ruang keluarga.
"Apa itu?" tanya Daddy penasaran dan diangguki oleh Dinda yang juga ikut penasaran.
"Kau tahu Dinar anak siapa?" kata mommy
"Siapa?" tanya Daddy
"Shery Lee?" tanya Daddy dan diangguki dengan semangat oleh mommy
"Kemarilah nak." kata Daddy lembut pada Dinar, dia memeluk Dinar dengan hangat.
"Ibu Dinar adalah sahabat terbaik mommy dan daddy semasa kuliah dulu." kata mommy menjelaskan karena melihat wajah kebingungan dari kedua anaknya.
Setelah melepas pelukannya dengan Dinar, daddy menatap Rakha. "Jaga Dinar baik-baik, jangan sakiti dia. Jika saja daddy mendengar ada menyakiti Dinar, daddy akan menghajar Rakha karena tidak becus menjaga Dinar." kata Daddy dengan tegas.
"Rakha berjanji, tidak akan ada yang menyakiti Dinar selama Rakha masih bernafas." kata Rakha yakin
"Kalian akan menikah 1 minggu lagi, mommy yang akan menyiapkan semuanya. kalian terima beresnya saja." kata mommy tidak ada bantahan.
.
"Terimakasih." kata Dinar pada Rakha di dalam mobil saat Rakha mengantarnya pulang.
"Untuk apa?" tanya Rakha
"Semuanya, terimakasih sudah mau mencintaiku dan segala kekuranganku. Terimakasih sudah membuatku kembali menjalani hidup berwarna setelah sepuluh tahun lamanya, aku mencintaimu." kata Dinar dengan senyum manisnya.
Rakha menatap Dinar dengan tatapan lembut.
"Aku juga sangat mencintaimu." kata Rakha sambil mengelus puncak kepala Dinar dengan lembut.
"Apakah aku boleh meminta sesuatu padamu?" tanya Dinar
"Tentu saja."
"Aku akan kembali ke Indonesia untuk mengambil perusahaanku kembali. apa kau mengizinkanku pergi?" tanya Dinar
"Aku akan ikut denganmu." kata Rakha
"Bisakah aku sendiri yang menhelesaikannya, aku tidak ingin merepotkanmu. aku hanya meminta izinmu, aku tidak meminta kau menemaniku." kata Dinar lembut membujuk Rakha agar diizinkan
"Kapan?" tanya Rakha
"Setelah kita menikah, aku tidak tahu kapan tepatnya." kata Dinar