
"Kak, apa kakak hari ini sibuk?" tanya Dinda diseberang telfon pada Dinar.
"Tidak, kenapa?" tanya Dinar
"Apa kakak mau menemani Dinda, Dinda ingin jalan jalan bersama kakak." kata Dinda
"Tentu saja, tunggu kakak dirumah. kakak akan menjemputmu sekarang." kata Dinar
"Baiklah." kata Dinda dengan semangat dan mematikan sambungan telfon.
.
"Kita akan pergi kemana?" tanya Dinar pada Dinda saat dalam mobil
"Bagaimana jika kita pergi ke mall saja." kata Dinda dan diangguki oleh Dinar.
Sesampainya di mall, Dinar menemani Dinda yang memasuki hampir semua toko yang ada disana hanya untuk melihat lihat saja.
Setelah puas melihat lihat dan membeli barang, Dinda mengajak Dinar ke sebuah Restoran didalam mall untuk makan siang.
Setelah memesan makanan, mereka berdua mengobrol ringan sambil menunggu pesanan mereka datang.
Saat mereka sedang mengobrol, tiba tiba ada tiga orang datang menghampiri mereka dan salah seorang dari mereka duduk didepan Dinar dengan wajah sombong dan angkuhnya.
"Oh jadi ini, wanita yang sudah berani beraninya merebut tunangan saya." kata Wanita yang dudu didepan Dinar.
"Saya tidak mengerti dengan apa yang anda maksud nona." kata Dinar sambil menatap jengah wanita didepannya
"Anda tidak usah munafik nona Ara, anda mendekati tunangan saya hanya untuk menguras hartanya kan" kata wanita tersebut setengah berteriak
"Kakak, dia adalah Sophiana Phillips. Wanita yang sempat akan dijodohkan dengan kak Rakha oleh ibu." kata Dinda berbisik pada Dinar.
"Phillips, sebenarnya aku tidak ingin menghancurkan keluarga itu. Tapi apa daya, anak dari tuan Phillips sendiri yang menjemput kehancuran keluarganya. Aku tidak akan melepaskan begitu saja siapapun yang berani mengusikku." kata Dinar dalam hati.
"Anda tidak tahu siapa saya hah? saya adalah putri dari keluarga Phillips dan tunangan dari Rakha Wijaya yang anda rebut." kata Sophia dengan sangat percaya diri.
"Anda hanya tunangannya, sedangkan saya calon istrinya." kata Dinar santai dan perkataannya mampu membuat Sophia naik darah.
"Dan juga, anda jangan terlalu menghayal tinggi nona, sejak kapan anda dan calon suami saya bertunangan. Bukankah anda hanya dijodohkan saja dengannya, dan itupun belum disetujui oleh calon suami saya. Jangan membuat diri anda malu didepan banyak orang dengan berhalusinasi menjadi tunangan dari seorang Rakha Wijaya." kata Dinar panjang lebar tepat didepan muka Sophia.
Sophia sudah tidak kuat menahan malu karena semua pengunjung Restoran memandang mereka.
Dia mengangkat tangannya ingin menampar Dinar karen telah mempermalukannya. Tapi dengan cepat tangannya dicekal oleh Dinar.
"Jangan pernah mencari masalah dengan saya nona, jika nona tidak ingin keluarga nona hancur karena kelakuan rendah nona." kata Dinar
Sophia tertawa dengan kata kata Dinar.
"Siapa anda berani mengancam saya? Saya putri dari keluarga Phillips, kau tahu?" kata Sophia dengan sombongnya.
"Oh yah, baiklah nona. apa nona perlu bukti?" tanya Dinar sambil tersenyum smirk.
"Yah aku perlu bukti, apa yang bisa dilakukan oleh wanita miskin sepertimu pada keluargaku." kata Sophia yang tangannya sudah dilepas oleh Dinar, sekarang dia duduk di depan Dinar sambil menyilangakan kakinya dan juga melipat kedua tangannya didepan dada tak lupa juga dengan wajah sombongnya.
"Sujudpun anda dikaki saya, saya tidak akan menolong keluarga anda karen ini adalah permintaan anda sendiri nona." kata Dinar lalu dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.