A Journey Of Love

A Journey Of Love
Bab 26



Hampir setahun lamanya Dinar menjalani hari harinya sebagai mahasiswa di Universitas Columbia. Dinar memyelesaikan studynya kurang lebih satu tahun untuk mendapatkan gelar master.


Dinar masih bingung, dia harus melakukan apa setelah memyelesaikan studynya.


Dia berencana mendirikan sebuah perusahaan, tapi dia belum berpengalaman dalam dunia bisnis, jadi dia memerlukan seseorang yang sudah ahli dalam dunia bisnis untuk membantunya.


.


"Hey, bisakah kau melepaskannya." kata Dinar pada tiga orang pria yang sedang memukuli seorang pria.


"Pergilah gadis cantik, jangan mengurusi urusan yang tidak ada hubungannya denganmu." teriak salah satu pria pada Dinar.


"Lepaskan dia, lemah sekali kalian ini sampai sampai memukuli orang yang sudah tidak berdaya. lawan aku jika kalian berani." tantang Dinar pada mereka tapi mereka tidak menghiraukan Dinar sehingga membuat Dinar kesal. Tanpa aba aba, Dinar langsung menyerang 3 pria berbadan besar tersebut. Tak sampai hitungan menit, Dinar sudah membuat 3 pria itu tergeletak tidak berdaya.


"Terimakasih." kata pria yang ditolong oleh Dinar.


"Bukankah kau seorang pemilik salah satu perusahaan ternama di negara ini?" tanya Dinar karena dia pernah melihat wajah pria itu di salah satu majalah.


"Iya, tapi sekarang sudah tidak lagi." kata pria itu


"Bagaimana jika kau ikut aku pergi ke tempat makan terlebih dahulu, kurasa kau belum makan." tawar Dinar dan dingguki oleh lelaki iti yang kelihatannya memang belum makan.


"Ada apa sebenarnya hingga kau berurusan dengan orang orang tadi?" tanya Dinar penasaran.


"Perusahaanku bangkrut. aku berhutang kepada mereka."


"Berapa hutangmu?" tanya Dinar


"Banyak, sangat banyak." kata pria itu menunduk lesu


"Aku akan membayarnya untukmu." kata Dinar.


Seketika pria itu menatap Dinar dengan tatapan tidak percaya.


"Ikutlah denganku, kita memulai bersama dari nol. aku tahu kau orang pintar, kau juga sangat berpengalaman dalam dunia bisnis. jadi tidak akan sulit memulai kembali." tawar Dinar


"Apa kau serius dengan ucapanmu?" tanya pria itu.


"Jackson wang." kata pria itu mengulurkan tangannya pada Dinar sembari tersenyum cerah.


"Ara Lee." kata Dinar sambil menyambut uluran tangan dari Jackson.


"Sekarang kau tinggal dimana?" tanya Dinar


"Aku tinggal di sebuah rumah kecil bersama istriku." kata Jackson


"Baiklah, ajaklah istrimu untuk tinggal bersamaku di apartement." kata Dinar


"Terimakasih Ara." kata Jackson sambil mengatupak kedua tangannya di depan dada dengan mata berkaca kaca. Dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan orang sebaik Dinar.


"Datanglah besok pagi ke Avalon Morningside Park Apartement. Aku permisi." pamit Dinar meninggalkan Jackson.


.


"Terserah kalian saja mau diapakan." kata Rakha menatap malas pada orang yang sedang berlutut didepannya.


"To....tolong maafkan saya tuan." kata orang yang sedang berlutut didepannya.


"Keynan." Kata Rakha pada Keynan, dan Keynan sudah tahu maksud dari bosnya itu.


"Habisi." perintah Keynan pada bawahannya dan langsung dilaksanakan oleh para bawahannya.


"Ikut aku." perintah Rakha pada Keynan.


"Apa kau dan Johan belum menemukan keberadaan Dinar?" tanya Rakha saat sudah sampai di ruang kerjanya.


"Belum bos, sepertinya kak Dinar memalsukan identitasnya sehingga kita sulit menemukannya." kata Keynan


"Terus cari sampai ketemu." perintah Rakha tak terbantahkan.


"Baik bos, permisi." pamit Keynan


"Sebenarnya dimana kak Dinar sekarang, pintar sekali dia bersembunyi. sampai sampai orang orang hebat BL tidak bisa menemukan keberadaannya." kata Keynan