7 SLEEPER

7 SLEEPER
Mengapa Semua Cerita Fantasi selalu Bertemu Bandit dan Gadis Cantik ?



Sedikit kilas balik dari bab sebelumnya.


Seperti mendengar jeritan kami, kertas itu kembali kabur dan terangkat dari tanah dan terus menjelajah udara, terbang bebas tanpa beban.


Sampai pada akhirnya kertas itu melihat sebuah kereta kuda dengan gerbong penuh penumpang.


Kertas itu terus mengikuti perjalanan kereta tersebut sembari terus mendekat.


Perlahan turun dan perlahan mendekati.


Dari dalam gerbong, seorang wanita yang kalau itu kebetulan tengah menatap langit, bertemu muka dengan kertas itu. Ia mencoba menggapai langit dari balik jeruji besi yang mengurungnya, namun kertas itu masih terlalu jauh dari jangkauannya.


Dirinya tidak mau menyerah, ia terus mengulurkan tangannya ke udara mencoba dan mencoba lagi meraih kertas itu.


Sedikit lagi, sedikit lagi pikirnya.


Detik demi detik terasa begitu lama ketika ia tetap mencoba menggapai kertas yang melayang turun itu.


Ayo sedikit lagi, ke marilah Pikir gadis itu.


Senyum kecil tercipta di bibirnya ketika jarak mereka hanya tersisa sebesar satu ruas jari dan ia terjatuh di lantai kereta ketika kehilangan keseimbangan.


" Apa yang kau lakukan ? duduk dengan tenang atau ku hancurkan wajah buruk mu itu " Ancam seorang pria besar yang satu rombongan dengan kereta yang ia naiki.


Kereta yang ia naikin ternyata bukanlah kereta penumpang biasa.


Bersama rekan-rekan senasibnya, ia juga ikut di borgol. Leher mereka  dirantai seperti hewan. Pakaian mereka bahkan tidak cukup untuk menutupi seluruh tubuh mereka.


Gadis itu terlihat murung, mata Lapiz nya yang dulu cantik, kini kehilangan kilauan nya.


Seharusnya dia tidak berada disini, tidak seharusnya ia mengalami Penderitaan ini.


Tak ada orang yang bisa ia mintai pertolongan, bahkan teman party nya sekalipun.


Didalam benak gadis itu, kata teman sudah tidak ada lagi, merekalah alasan dia bisa sampai berada disini sekarang.


Mereka jugalah yang sudah menipu gadis itu, menjual dirinya dan merampas semua uang dan perlengkapannya.


Didalam hatinya gadis itu berfikir, setidaknya dirinya tidak mati hari itu,


Mengingat pengalaman pahit yang ia alami malam itu. itu adalah mimpi buruk baginya, sepanjang ia hidup sampai hari ini.


Meski kesuciannya masih terjaga, namun hatinya hancur karena penghianatan dari orang-orang yang ia percayai.


Dirinya hanya bisa berharap seseorang akan menolongnya dan membangunkannya dari mimpi buruk ini.


Dengan penuh harap, ia berdoa pada secarik kertas yang ia dapatkan tadi, Air Matanya tak kuasa menetes.


"Oy.... !!"


" Oy...... !!"


Telinga gadis itu berkedut.


"Oy... !!"


Telinganya tidak salah dengar, dia tidak salah dengar dan hati nya seperti ada yang membisikan bahwa doanya akan dikabulkan sebentar lagi.


Di kejauhan gadis itu dapat melihat 3 orang pemuda sebayanya datang dengan kecepatan yang tidak masuk akal mengejar rombongan mereka.


*****


" Oy.. Oy.. Oy... !!"


Para Pemuda itu semakin mendekati rombongan gadis itu. Namun para penjahat yang mengawal mereka masih belum menyadari kedatangan pemuda tersebut.


Gadis itu ingin berteriak minta tolong tapi sayang, suaranya tak mau keluar.


Ia ingin memberi isyarat tapi tangannya terlalu lemas entah kenapa.


" Serangan.. !! "


Seorang penjaga bagian belakang menyadari kedatangan ketiga pemuda tersebut, namun Sang gadis mulai cemas, mereka kalah jumlah dan lagi penjahat penjahat ini terkenal sangat kejam.


Sekarang sang gadis hanya berharap akan keselamatan para pemuda pemudi itu, ia tidak peduli lagi jika ia tidak bisa di selamatkan.


Setidaknya para pemuda pemudi tersebut bisa kabur dan datang lagi dengan membawa lebih banyak orang.


Menantang sebegini banyaknya orang tanpa hati nurani, terlebih hanya dengan 3 orang sama saja mencari mati.


" Kumohon pergilah, jangan kemari, mereka adalah orang-orang kejam" Begitu Sang gadis terus memanjatkan doa. Namun kali ini doanya tidak terkabul, suara hatinya yang sebelumnya tidak terdengar lagi.


Semuanya telat, telat sudah. Pemuda-pemudi itu pasti akan di bantai. Pikir gadis itu.


" Yosha... Akhirnya terkejar.. " Pemuda perawakan tampan dengan senyum nakal berhenti tak jauh dari rombongan.


Jangan mendekat, kumohon. Jerit hati Sang gadis. Tubuh Gadis itu gemetar dengan hebat bahkan kawan senasib di dalam kurungan besi itu, jauh lebih gemetar dari dirinya.


Kawan Pemuda itu datang menyusul, lalu berbaris di setiap sisi Pemuda yang baru saja datang itu. Tak ada rasa takut di wajah mereka bertiga meski sedang di acungi senjata oleh banyak orang seperti itu.


" Siapa kalian ? tergantung jawaban kalian aku akan memanfaat kan organ kalian dengan baik"


Seorang pria yang gila pertarungan dengan niat jahat mengancam mereka bertiga.


" Yah... Di todong  senjata oleh orang yang baru bertemu rasanya, gimana.. " Pemuda berwajah nakal dengan santai hanya menanggapi ancaman itu sebagai lelucon. Apa otaknya sehat ?


" Woy woy woy, Bos ada barang bagus di sana. Tampaknya yang ini mempunyai harga yang tinggi dari kumpulan sampah di sana."


" Minggir.. Biar kulihat. Kau benar..  Hei Nona jika kau mau menjadi budak ku akan ku maafkan nyawamu "


'Bagai mana ini, ini sudah bukan pembantaian lagi. Ini sudah menjadi penjarahan, aku harus membantu mereka tetapi kalung budak ini menghalangi ku untuk menyerang.


Aku harus memperingatkan mereka untuk lari. Tetapi mengapa tubuhku menolak untuk mengatakannya ?' Berbagai macam spekulasi menggerogoti pikirannya, namun apa daya, seluruh tenaganya hilang tak berbekas dan ia hanya bisa melihat tanpa mampu berbuat.


" Nona manis yang di sana, duduk dengan tenang dan nikmati pertunjukannya "


Gadis itu pun menurut, menyebut dirinya yang penuh lumpur itu dengan pujian 'manis' membuatnya tersipu sekilas. Dia tau bahwa itu hanya basa basi, tapi tetap saja bagi seorang gadis kata-kata itu adalah kenikmatan.


" Yosha... Identifikasi  selesai, mereka pasti penjahat , tidak salah lagi "


" Oy, Rion San, sekali lihat saja mereka itu sudah jelas penjahat "


Untuk pertama kalinya, gadis itu mengetahui nama dari pemuda yang telah mencuri hatinya walau sekejap.


" Momo Chan, jangan nilai buku dari sampulnya"


" Berhenti mempermainkan ku kau bocah. Tidaklah kau sadar posisi mi sekarang, Hah ?!!" Pemimpin rombongan murka ketika ancaman mereka di remehkan.


" Oy, jangan ikut campur pembicaraan kami. Apa ibumu tidak pernah mengajarkan mu sopan santun, tidak boleh memotong pembicaraan orang dewasa, hah !!?" Pemuda bernama Rion itu dengan lebih garang membalikan bentakan dari pemimpin Rombongan Penjahat.


Pemuda itu terlihat jauh lebih marah dari pada Bos penjahat.


Sedikit menyeramkan tetapi terlihat manis. Pikir gadis yang benar-benar sudah duduk dengan manis.


" Brengsek, kau berani main main dengan kami, Bos biar ku urus serangga yang satu ini "


" Hoo.. Terserah. Beritahu mereka apa akibatnya jika bermain-main dengan Bos kita. " Penjahat lainnya mengompori temannya.


Para penjahat tampak bersenang-senang mengintimidasi lawannya yang hanya bertiga.


Tapi mereka salah, justru lawan mereka lah yang tampak sedang bersenang senang.


" Uryaa.. "


******


Dengan sembrono penjahat yang percaya diri itu berlari kearah Rion san, dengan percaya diri ia melompat dan menebas.


Dengan sigap Rion san melompat di saat yang bersamaan, ia merebut senjata pria itu selagi masih di udara.


Tidak sampai disana.


Dengan menggunakan lututnya selagi momentumnya masih berlaku, ia menghantam wajah pria itu dengan keras sehingga menyebabkan pria tadi terbang jauh kebelakang rombongan dan membuat lengan pria jahat tadi itu bengkok kearah berlawanan.


Dengan linglung Pria tersebut mencoba mencari-cari senjatanya yang ia kira ia lepaskan, tanpa sadar bahwa lengannya sudah rusak.


" Mencari ini ? Rion mengejek."


" Kembalikan.. Beraninya  kau... Oaaaaah... Tanganku.. Apa yang kau lakukan pada tanganku ?" Jerit pria itu ketika baru sadar jika tanga nya sudah berubah lucu.


Berasa dibodohi, dengan gegabah pria itu datang kembali dengan membabi buta.


Dengan gerakan sederhana Rion melempar kembali senjata itu pada pemiliknya dan pedang itu menancap cukup dalam di paha penjahat itu bahkan sampai tertancap ketanah.


Pria itu menjerit meminta pertolongan lebih keras dari jeritan awalnya.


" Bodoh sekali, mengurus satu bocah saja tidak bisa, sampai melukai dirimu sendiri karena lengah " Ejek bos penjahat.


" Izumi dono, jika kau ingin mengamuk silahkan saja, tapi ingat jangan membunuh mereka. Nilai mereka lebih tinggi ketika mereka masih hidup " Ucap pemuda bernama Rion pada pemuda bernama Izumi yang sedari tadi menahan emosi karena teman wanitanya tadi sempat mendapatkan pelecehan verbal.


" Rion dono, aku tidak bisa berjanji.. "


Gawat, pemuda bernama Izumi itu tampak bersemangat. Tapi apa benar tidak apa-apa membiarkan dirinya maju sendirian ? Sekali lihat saja proporsi ukuran tubuh mereka jauh berbeda.


" Tidak, tidak, tidak, kau harus berjanji dulu, jika tidak kesepakatan ini batal "


Entah mengapa, mereka malah bercanda dengan persyaratan yang terbilang konyol. Mereka tampak bersenang-senang di sana.


" Baiklah, tapi jika aku potong sedikit tubuhnya tidak apa-apa kan ?"


" Pastikan saja cukup untuk dia bisa berjalan sendiri nanti"


" Di mengerti.. "


Kemudian, pemuda bernama Izumi tersebut memprovokasi Sang Bos penjahat dengan gerakan jarinya yang tidak sopan, sembari menggiring Bos ke tempat lain yang sedikit lebih luas.


Anak buah yang tersisa mengikuti kemana Sang bos mereka pergi, namun Pemuda bernama Rion menahan mereka dengan membentangkan lengannya.


" Bagai mana jika kita juga bermain-main sebentar"


Dengan percaya diri, pemuda bernama Rion mengompori penjahat keroco lain untuk tidak mengganggu pertarungan temannya.


" Jangan sombong kau bocah, memangnya kau bisa apa sendirian, tidakkah kau sadar posisi mu saat ini tidak di untungkan, hah ?"


" He ? kita tidak tau jika tidak mencoba kan ?", Balas pemuda bernama Rion "Majulah..." Lanjut pemuda itu memprovokasi.


Para penjahat yang berjumlah delapan orang mulai mengelilinginya.


Penyerang pertama mencoba menusuknya dari belakang, tetapi seakan dirinya mempunyai mata di belakang kepalanya, dia hanya perlu sedikit menurunkan postur tubuhnya, sehingga ketika pisau itu melewati wajahnya yang tersenyum, Pemuda bernama Rion san itu langsung mengambil lengan pria tadi dan menarik tubuh penjahat itu ke depan dengan kencang, sehingga penjahat tadi menghantam tanah dengan keras sampai menghasilkan bunyi kriuk yang menyenangkan.


Tidak hanya sampai di sana, pisau yang penjahat tadi lepaskan dapat Rion san tangkap di udara dengan mudah.


Mataku tidak dapat mempercayai pertunjukan yang hanya 5 detik itu. Siapa sebenarnya pemuda ini ?.


Bahkan Penjahat lainnya juga kebingungan dengan apa yang sedang terjadi pada temannya, yang masih terlentang menatap langit dengan wajah bingung, tanpa menyadari salah satu lengannya sudah menghadap kearah berlainan dari biasanya.


Pemuda bernama Rion juga tanpa segan melempari paha penjahat itu menggunakan pisau yang tadi ia rebut untuk melumpuhkan penjahat itu, agar tidak macam-macam lagi. Mungkin.


" Dengar jangan di cabut, jika kau mencabutnya akan semakin banyak darah yang luar dan jika hal itu terjadi hidupmu hanya tersisa hitungan detik." Rion san menepuk dua kali pipi pria yang ketakutan itu.


" Berani memperlihatkan punggungmu, kau meremehkan ku ?" Penjahat lain dengan pedang besar datang menerjang dan hendak menebas Rion san yang lengah.


Dengan tinjuan sederhana di ulu hati, penjahat itu langsung pingsan setelah memuntahkan udara dari mulutnya.


" Ayolah, mana bualan kalian tadi ?" ejek pemuda bernama Rion.


Para penjahat mulai menyerang secara bersamaan. Sepertinya kekalahan dua kawan mereka sebelumnya sudah menghina martabat mereka.


Dua orang penjahat itu kini mulai menyerang Pemuda itu sekaligus. Pengguna pisau pendek dan seorang pengguna kapak.


Dengan satu tendangan ringan tanpa ancang-ancang Rion san menghadiahkan hantaman keras di dada Pria pengguna pisau. Pria itu memuntahkan udara dari mulutnya dan terkapar pingsan, dari bunyi renyah tulang yang remuk di perkirakan 3 sampai 4 rusuk pria itu patah.


Tak sampai disitu Pemuda tersebut memutar tubuhnya dan mengambil pisau pria tadi sebelum jatuh ketanah. Dan lagi-lagi Rion san juga melempari Penjahat yang satunya dengan pisau yang baru saja ia tangkap


Pisau itu tertanam di paha kiri pria yang menggunakan kapak ketika ia mencoba kabur, karena merasa dia tidak akan menang.


Tak dapat menjaga keseimbangan pria dengan kapak itu terjatuh tersungkur dan menyeret tubuhnya menjauh sehingga semakin mencederai luka di pahanya.


Melihat teman-temannya terluka, penjahat tersisa menjadi kalut dan secara serampanga menyerang sekaligus.


Namun mereka terbakar secara tiba-tiba dan Meronta-Ronta di tanah.


Luka bakar mereka tampak parah jika tidak diobati akan berdampak pada nyawa mereka.


Aku terkejut, Penjahat yang terkenal bengis dan kejam, bisa di buat konyol oleh Pemuda yang lebih muda darinya, dan lagi mereka mampu mengalahkan Penjahat ini dengan mudah tanpa membuat mereka berkeringat. Siapa gerangan mereka bertiga ini.


" Oy Momo, tanggung jawab!!" Teriak Rion San sambil menunjuk 4 korban yang baru saja kejang-kejang sehabis terbakar.


Gadis yang bernama Momo hanya membuang muka. Sembari merawat luka gadis yang di tawan. Alangkah terkejutnya diri ini sampai tidak menyadari bahwa dia sudah ada di belakangku tanpa aku sadari.


Sedangkan para gadis lainnya hanya terdiam kagum tanpa berkomentar, Mereka masih tidak percaya hanya dengan 3 orang mampu mengalahkan segerombolan penjahat keji tanpa kerepotan.


"" Syukurlah... Tuan petualang, Terima kasih banyak, Terima kasih banyak. "" Para gadis mengucap syukur mereka dan bersorak dan saling berpelukan merayakan kebebasan mereka.


Para gadis yang menjadi korban penculikan berlomba-lomba mengucapkan rasa terimakasih mereka.


Tak lama kemudian, Pemuda bernama Izumi datang dengan menyeret seorang pria, tampak jejak berwarna merah disepanjang garis lintasan.


Wajah pria itu tidak selamat. Kedua lengan atas pria itu hancur hampir putus, bahkan nyaris putus. Satu kaki pria itu hilang, darah segar terus mengalir.


Para gadis yang menjadi korban sampai menjerit dengan manis.


" Tidak apa-apa, jangan khawatir. Orang ini adalah Izumi, dia hanya sedang kesal pacar nya dilecehkan. Selain itu dia tidak menggigit samasekali." Pemuda bernama Rion menenangkan para gadis dengan nada bercanda.


Meski sudah berusaha menenangkan, tetap saja itu mengerikan. Dan para gadis, mereka berusaha menjaga jarak dari Izumi.


Gadis bernama Momo menghentikan pendarahan pria yang mengaku Bos penjahat itu dengan asal-asalan, dengan alasan ingin cepat bermesraan bersama Pemuda bernama Izumi, Pacar tercintanya.


Setidaknya begitulah yang aku simpulkan.


Alhasil Pemuda bernama Rion sendiri lah yang harus membereskan semua kekacauan yang mereka buat.


sedangkan untuk 4 orang yang terkena luka bakar, harus rela menemui Sang Pencipta lebih dulu dari kawan kawannya.


Satu persatu Pemuda bernama Rion mengikat para Penjahat dengan tali dengan yang terbatas, bahkan beberapa penjahat ada yang tidak sempat terikat.


Seakan Tidak kehabisan akal, dengan senyum mengerikan dan cekikikan seram...


"" Tidaaaak !!""


Teriakan Para penjahat menggelegar hingga terdengar oleh mahluk hutan yang berada jauh di kedalaman.


Pemuda bernama Rion membulatkan mulutnya berbentuk 'O' besar ketika melihat hasil karya seninya dalam ikat mengikat. Manis nya...


Dirinya terkagum dan matanya berkaca-kaca melihat perbuatannya sendiri, seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru yang sudah lama ia inginkan di hari ulang tahunnya.


Ditengah menikmati rasa kagumnya itu, para gadis berteriak.


Pemuda bernama Rion menghampiri Para Gadis dengan cepat dan melompat naik ke kereta, namun tidak ada musuh disekitar, Rion kebingungan.


" Ada apa ?, apa yang terjadi "


Masing-masing dari para gadis hanya memegangi leher mereka, mata mereka bergetar.


" Apa leher mu terluka ? Biar kulihat "


Tanpa menunggu izin pemuda bernama Rion langsung menyentuh leher gadis yang masih kebingungan itu, namun belum sempat jarinya menyentuh, gadis itu menangis sekencang kencangnya, begitupun gadis yang lainnya, mereka menangis dan saling berpelukan.


Tidak mengerti apa yang sedang terjadi Pemuda bernama Rion menjadi panik, ia memilih mundur sebagai tanda dia tidak bersalah.


Memang benar dia tidak bersalah, namun sebagian besar ada hubungannya dengan dirinya dan kedua temannya.


Jadi secara tidak langsung dirinya terlibat atas insiden itu.


" Rion san aku tidak percaya kau membuat gadis menangis.."


" Izumi percayalah, aku tidak berbuat apa-apa. Sungguh."


Meski sekeras apapun Pemuda bernama Rion itu membela diri, teman-temannya hanya memasang wajah kecewa.


Bahkan gadis bernama momo mengikat tubuh Rion san itu menggunakan sihir pengikat dan menggantungnya terbalik seperti kepompong.


Bersanding dengan sekumpulan para bandit yang juga diikat Rion san sebelumnya seperti kepompong.


Pemuda itu menggeliat di udara mirip kepompong mencoba melepaskan ikatan, tapi itu semua sia-sia. Keseluruhan tubuhnya dibaluti oleh akar tanaman tebal dengan lilitan erat.


Dan Pemuda itu berhenti bergerak.


Tak lama ikatan Rion dilepas, didalamnya Rion pingsan dengan wajah membiru. Terlihat busa putih keluar dari tubuhnya.


Setelah sadar, Gadis yang tadi mengikatnya meminta maaf tanpa terdengar tulus dari nadanya.


Para gadis juga meminta maaf pada Rion karena sudah membuat teman-temannya salah paham.


Singkat cerita, alasan mereka berteriak dan menangis adalah bentuk dari keterkejutan mereka. Kalung dan rantai yang mengekang mereka selama ini hilang dan mereka bebas.


Rion memasang wajah bodoh namun tertawa lepas setelahnya, sungguh orang yang berjiwa bebas dan hangat.


" Yah setidaknya, kesalahpahaman ini sudah terpecahkan., sekarang apa yang harus kita lakukan dengan penjahat-penjahat ini ?"


" Kita bakar saja " Momo bersiap-siap dengan Fireball di tangannya.


" Kita jadikan pakan ikan saja.. " Izumi menebas udara ke kiri dan ke kanan.


" Kalian ini, seberapa besar dendam yang kalian miliki." Keringat kecil sebesar biji jagung jatuh di tepi dahi Pemuda bernama Rion sembari merentangkan kedua tangannya yang melindungi para penjahat. Bahkan penjahat di belakangnya sampai di buat bersyukur nyawa mereka tidak di ambil.


Aku memberanikan diri mendekati Pemuda bernama Rion dari belakang ketika Pemuda itu sibuk memikirkan apa yang harus dilakukan pada tawanan.


" Permisi.. " Suaraku kecil hampir tidak terdengar.


" Ada apa ? Apa ada yang terluka ?" Tanya Pemuda itu ramah.


" Kota.. " Jawab ku singkat.


" Ah, benar sekali. Kita bisa menyerahkan mereka pada polisi di kota. Pintar sekali"


Pemuda itu mengacak-acak manja rambut jingga ku seperti anak kecil, tanpa mengetahui bahwa aku jauh lebih tua dari kelihatannya. Tetapi, sensasi ini aku mungkin akan ketagihan.


" Kau pikir ini dimana, mana ada polisi di dunia ini " Dengan jutek Momo membantah.


Pemuda bernama Rion hanya Mendecakkan lidah, dan terus mengelus kepala ku karena ketagihan. Aku juga, ini nyaman dan lembut, aku merasa aman.


Beberapa saat kemudian seorang gadis lainnya di kereta memberikan informasi letak kota yang sedikit jauh dari tempat mereka sekarang.


Alhasil dengan kesepakatan bersama, Kami sepakat berangkat sebelum matahari tenggelam.


Kecepatan kami semakin menurun dikarenakan para tawanan yang mulai kelelahan, mereka juga terluka, Para gadis juga kelelahan karena berjalan.


Pria yang kakinya buntung, beruntung bisa menggunakan kereta.


" Malam ini kita bermalam disini, saja. Tempat ini luas, dan dekat dengan jalan raya. " Ucap gadis pemandu.


Matahari mulai tidak terlihat karena terhalang pepohonan yang tinggi, berjalan masuk hutan dalam keadaan gelap dengan rombongan seperti ini sama saja dengan mencari mati.


Sebenarnya mereka bertiga bisa saja mengatasi semuanya, tetapi menimbang para gadis yang kelelahan, maka diputuskan untuk berkemah disini.


Pemuda bernama Rion mengeluarkan semua set perlengkapan berkemah dari celah udara.


Perlengkapan yang jauh lebih megah dari yang Guild Sewakan, Rion san mulai mengeluarkan satu persatu peralatan berkemah dan ia Menyusunnya dan merakit satu persatu.


Sedangkan Pemuda bernama Izumi dan momo juga mengeluarkan tenda mereka dan menyerahkan pada Rion yang lebih ahli.


Pemuda bernama Izumi masuk ke hutan mencari kayu kering untuk api unggun, sedangkan kayu kering Untuk memasak bisa kami temukan di sekitar kemah dan para gadis lah yang berinisiatif melakukannya.


Tak lama tenda berhasil di bangun, 2 tenda besar yang mampu menampung 3 sampai 4 orang dan satu tend kecil untuk 1 orang sampai 2 orang.


" Tuan petualang ? "


Menyadari dirinya yang aku maksud, Pemuda bernama Rion menoleh ke arah ku.


" Aku ?" Rion menunjuk dirinya sendiri


" Maaf sudah lancang, tetapi aku penasaran dengan semua peralatan asing ini "


Sesaat aku dapat melihat kepanikan di matanya yang bergetar, gelagat mencurigakan dari lirikannya menjadikan tanda tanya besar di benakku. Tapi aku paham bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan, tetapi aku tidak akan menggali informasi penolong kami lebih jauh saja.


Padahal aku hanya penasaran dengan barang mewah ini. Mungkin saja mereka adalah Ksatria ataupun Pangeran dari negeri lain yang sedang menyamar.


Sepertinya Pemuda bernama Rion ini tidak pandai mencari alasan, ia bahkan kesulitan menjelaskan.


Keringat dingin turun deras dari wajahnya, ia mencari pertolongan dengan kode mata kearah Gadis bernama Momo yang sedang menyiapkan makan malam bersama gadis yang lain.


Gadis yang sadar dirinya dimintai bantuan hanya tersenyum tak jelas dan kembali bekerja.


" Ah.. Itu.. Ini adalah perlengkapan berkemah. "


Meski begitu, dia masih tetap menjelaskan pada ku tanpa merasa direpotkan, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya.


" Aku tau lalu lalu ?"


" Ini, lampu emergensi bertenaga baterai bisa menyala selama 50 jam" Pemuda itu mulai panik ketika menjelaskan tabung yang memancarkan cahaya, ini membuat ku semakin bersemangat setiap kali ia menjelaskan satu persatu semua perangkat ini.


" Ah, saya terlalu banyak bertanya. Maafkan saya " Ucap ku mengakhiri penderitaan Pemuda baik hati ini.


" Tidak masalah " Senyumnya hangat. Aku tidak percaya dia lebih muda dari ku.


" Tetapi sebagai putri seorang pedagang, jiwa pedagang ku tidak bisa membiarkan barang menarik lepas dari pandanganku" Salah satu Gadis dengan semangat terus membombardir Pemuda dan Pemudi ini dengan berbagai pertanyaan, terlebih dengan produk kecantikan yang di bawa Gadis Bernama Momo.


" Haha, kau terlalu bersemangat "


" Maafkan aku.. "


Gadis itu akhirnya menyerah ketika Pemuda bernama Izumi kembali dengan membawa dua rusa dikedua bahunya, darah buruannya juga sudah dikeringkan jadi Kami yang berpengalaman ini sendirian yang akan memproses daging Rusa.


Malam itu kami berpesta BBQ.


Itu lezat.


Bahkan para tahanan pun merasa bersyukur mereka juga mendapatkan jatah dari kami.


Malam itu, kami tidur di tenda yang hangat dan kasur yang empuk. Kami bahkan sampai lupa jika sampai siang tadi masih menjadi seorang budak.


Terima kasih, orang-orang baik. Selamat malam.