
Rion datang lebih awal bersama Felix dan Alto, karena mereka bosan tanpa ada Rion. Meski Rion sudah melarang mereka ikut namun karena mereka adalah Mahluk kontraknya, mereka dapat bersemayam di tubuh Rion dan kuar semau mereka.
Dan karena tidak mau berdebat panjang itulah Mereka berdua akhirnya di bawa pergi ke sekolah.
Sekarang masih Jam 6 pagi, masih ada waktu 3 jam lagi sebelum Kelas pertama di mulai.
Namun di ruangan club ini masih belum ada yang datang. Berhubung dia tidak sempat sarapan dan kantin masih belum buka, maka dari itu dia secara semena-mena membuka dapur darurat di bangku penonton.
Tidak perlu makanan mewah untuk sarapan, cukup dengan Roti isi daging dan telur mata sapi serta Susu hangat cukup untuk membuat paginya berenergi.
" Pagi Pelatih.. "
" Selamat pagi... "
"...."
" Selamat Pagi semua !!"
Dolce, Sharon, Aluc dan Aru datang hampir bersamaan dari pintu yang berbeda.
Rion sampai terpana tempat ini ternyata mempunyai banyak pintu.
" Pelatih apa yang kau lakukan ?" Aru yang tergoda dengan aroma itu melihat Rion dengan Iri.
" Senpai sekalian sudah sarapan ?, jika belum mari bergabung denganku. Aku sudah siapkan cukup untuk kita semua "
Rion dengan cepat menyajikan sepiring sarapan seperti yang ia makan.
Meskipun itu hanya Roti lapis yang sama seperti yang mereka sering makan, namun mereka tau jika yang satu ini rasanya akan sangat jauh berbeda hanya dari aromanya saja.
Benar saja. Ketika di gigitan pertama, mereka merasakan tekstur yang lembut roti bercampur lembut nya daging isian dan kriuknya salad dan bertemu saus BBQ, membuat mulut mereka merasakan seperti sedang berada di padang Rumput yang angin sedang berhembus sepoi-sepoi sembari di temani Sapi yang tengah menarik gerobak Sayur milik petani.
Di gigitan kedua, mereka kembali berhalusinasi dan kini sedang tidur di padang Rumput itu dengan sapi-sapi yang bernyanyi untuk mereka.
Kembali ke dunia nyata, mereka meneguk susu panas yang sudah di suguhkan di hadapan mereka.
Ketika tegukan pertama itu mengalir ke kerongkongan mereka, sekali lagi mereka kembali ke dunia halusinasi mereka, kali ini mereka bahkan bisa dengan jelas melihat peternak sapi yang sedang memeras susu sapi sembari melambai ke arah mereka.
Mengalami halusinasi seperti itu membuat mereka merasa damai.
" Hehehe, seenak itu kah ?"
" Maafkan kami karena memperlihatkan pemandangan yang tidak sopan " Sharon mewakili teman-temanya.
" Tidak masalah, aku senang seseorang bahagia dengan makananku "
" Eh ?"
Dolce yang kecewa karena makanan itu habis dengan cepat, senior mungil itu mulai berlinangan air mata.
Rion tertawa dan menyuguhkan lagi Roti lapis impian itu kepada para Senpai nya.
Ketiga Senpai nya yang lain pun juga datang hampir bersamaan dan Rion juga menyuguhkan dengan porsi yang sama.
Dan mereka pun pergi ke dunia mimpi yang sama bersama-sama.
Setelah sarapan, Rion memimpin mereka dengan pemanasan standar seperti senam untuk peregangan otot.
Tidak ada yang menolak karena itu perlu agar otot mereka tidak kram nantinya.
Setelah pemanasan dan latihan pernafasan untuk pendinginan, Rion mulai membagi Menu latihan kepada Masing-masing Senpai nya.
" Untuk Aluc Senpai, akan berlatih Judo, Karate dan Taekwondo dengan ku, aku sudah siapkan Matras "
" Galc Senpai. Aku sudah siapkan Lawan tanding untuk mu"
Izumi. Jika kalian lupa siapa dia. Dia adalah Pemurung sekaligus Guild Master Yang sudah di tempa oleh Rion selama sebulan.
Izumi datang dengan Epic, dimana dia baru-baru ini mempelajari Jurus angin dari Ketua Club nya.
Angin topan kecil muncul di sebelah Rion dan pecah hingga meniup debu, ketika debu itu mulai pudar Izumi muncul tepat dimana topan kecil tadi berada.
Terlalu lebay memang, tapi itu adalah Skenario yang sangat ingin ia lakukan sedari dulu sekali.
" Guild Master, tolong bantuannya "
" Jangan panggil aku Master disini " Izumi jengkel dan menendang kaki Rion, Namun Rion sama sekali tidak bergeming.
" Dolce senpai, Lux Senpai. Aku juga sudah menyiapkan Pelatih untuk kalian "
" Momo disini " Gadis itu muncul dari balik tubuh Izumi seakan sedang keluar dari bayangannya Izumi.
" Untuk Aru Senpai, Aku akan menjadi lawan tanding mu, namun karena Aku juga menjadi lawan tanding Aluc senpai apa tidak apa-apa jika bergantian ?"
" Tidak masalah, aku sudah tidak sabar " Seperti yang ia katakan, Gadis itu tidak sabar latihan seperti apa yang akan menanti mereka.
" Sharon Senpai "
" Yaa~~ "
Rion terkejut dengan reaksi terkejut Gadis itu yang mengeluarkan suara lucu, tapi ia akan mengabaikannya demi harga dirinya yang seperti tuan putri itu.
" Untuk Sharon Senpai, Izumi dan Momo akan Melatih mu "
" Aku mengerti.. Eh ?"
" Aku sudah siapkan jurus yang akan membuat mu Mekar di arena nanti " Rion tertawa kecil tidak sabar melihat reaksi penonton nanti.
" Mekar ?"
" Ya, aku akan membuat mu menjadi sorotan, apa itu tidak masalah Lux Senpai ?" Tanya Rion beralih kepada Laki-laki manis yang penasaran Jurus apa itu.
" Tidak masalah " Jawabnya manis
" Tenang saja, aku juga sudah menyiapkan satu untuk mu, bersiaplah "
Lux yang mendengar dia juga akan mendapatkan satu jurus khusus untuk nya, semakin membuatnya tidak sabar.
" Dan yang terakhir, Ray Senpai.... "
" Ya "
" Aku sendiri yang bertanggung jawab penuh atas dirimu, akan ku pastikan ku buat kau menjadi Benteng Berjalan dan menjadi pemeran utama di dalam Hidup mu, jadi katakan selamat tinggal pada hari-harimu yang muram itu sekarang."
" Eeh.. Itu terdengar seperti tekanan besar "
" Jangan dipikirkan, sebelumnya aku pernah kenal dengan orang yang mengalami kasus yang sama seperti dirimu yang sekarang "
Izumi yang merasa Rion sedang membicarakannya, membuang mukanya ke arah lain sambil bersiul meski tidak bersuara.
Dengan begitu dimulailah hari pertama mereka yang sangat keras, melebihi dari apa yang pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Dalam kurang dari 15 menit, Galc, Aluc, Aru, Sharon dan Lux, tumbang.
Sharon, Dolce dan Ray yang masih menunggu Giliran mereka, kehilangan nyali dan hendak mengundurkan diri dari peserta.
Namun mereka segera di cegat dan tetap mendapatkan pengalaman yang sama dengan keempat teman mereka.
" Hahaha, maaf Senpai. Kami terlalu bersemangat. Jadi jangan khawatir, tadi itu hanya salam perkenalan. Kami tidak bisa membuat Senpai sekalian menjadi kuat tanpa menunjukan kemampuan kami, jadi Mohon maafkan kami, latihan sesungguhnya bukan itu, lebih kepada hal dasar, pemahaman akan lawan tempur dan juga Reaksi Senpai sekalian di arena nanti " Ujar Rion mewakili teman-temannya.
" Hahaha aku merasa lemah setelah tidak bisa menyentuh nya sekali saja " Aru senpai mengutarakan pendapatnya dengan tawa.
Senpai nya yang lain juga setuju dengan pendapat itu.
" Sebagai hadiah dan permintaan maaf, kami akan menunjukan, jurus yang sudah kami janjikan sebelumnya. Anggap saja sebagai penyemangat agar berlatih lebih giat. "
Rion memberikan isyarat kepada kedua temannya.
Secara bergantian mereka mempertontonkan berapa keindahan dan keeleganan dari jurus yang mereka tunjukan masing-masing.
Untuk penjelasan yang lebih jelas seperti apa jurus itu. Mari kita simpan sebagai kejutan untuk masa mendatang.
Setelah hari dimana para Senpai nya dipertontonkan pertunjukan yang luar biasa itu, Hari-hari mereka menjadi lebih bersemangat terutama dalam berlatih.
Perubahan mereka itupun juga mempengaruhi perilaku mereka di lingkungan sekolah dan keluarga mereka.
Orang-orang yang tadinya Segan untuk mendekat sekarang lebih mudah untuk mendekati mereka.
Bahkan para Perundung yang biasa mengganggu Ray, sekarang sama sekali tidak berani untuk mendekat lagi selamanya.
Semua perubahan laki-laki itu berkat polesan dari Rion yang hanya memotong rambut dan sedikit latihan otot, membuat Ray menjadi terlihat sangat tampan. Terlebih Ray juga membalas mereka dan mempermalukan mereka semua di depan umum lewat Batleroyal.
Sharon yang melihat perubahan besar dari teman masa kecilnya itu merasa cemburu melihat laki-laki itu mulai di kerumuni oleh para gadis yang biasanya hanya membicarakan hal buruk tentang Teman masa kecilnya itu.
Rion bahkan tidak menyadari bahwa dialah yang seharusnya bertanggung jawab karena sudah membuat terjadinya salah satu keajaiban di Akademi ini.
Selain itu, dua bulan penuh sudah terlewati dengan sangat cepat, ujian tengah semester sudah mendekat. Kegiatan Klub di berhentikan hingga ujian berakhir dan Turnamen di ibukota juga ikut menyusul kurang dari satu bulan setelah ujian berakhir.
Kegugupan para seniornya semakin besar ketika mendengar ujian kali ini mempengaruhi jadwal keberangkatan mereka. Karena untuk berangkat ke ibu kota saja membutuhkan waktu kurang lebih Satu minggu jika menggunakan Kereta.
Sampai di informasi ini tidak seberapa, yang menjadi masalah adalah mereka sama sekali belum belajar. Dan jika mereka gagal di ujian kali ini mereka akan terlambat untuk berangkat karena ujian susulan berdekatan dengan hari keberangkatan mereka.
Hal inilah yang menjadikan mereka depresi, kalang kabut mempelajari semua materi yang tidak sempat mereka ulang di rumah, karena kelelahan sehabis kegiatan Klub.
Mereka menjadi pengunjung rutin perpustakaan. Dan menjadi bahan pembicaraan ketika 2 Kubu yang tidak boleh duduk di satu meja kini, saling bekerja sama, saling berbaur, saling menunjukan satu sama lain materi yang mereka kuasai. Semua itu demi 'Tiket' pertama keberangkatan ke Ibukota.
Begitupun dengan Rion, saat ini dia sedang menjadi Guru Privat dengan murid yang berlimpah.
Hingga...
Waktu ujian merekapun tiba.
Selama satu minggu penuh, ujian tulis dan ujian praktikum.
Semua murid yang terlibat dalam belajar kelompok Rion, bertarung dengan soal-soal yang di suguhkan Akademi, menguras otak mereka lebih keras dari yang pernah mereka gunakan sebelumnya.
Pihak sekolah pun ternyata tidak tanggung-tanggung dalam memberikan soal, sampai-sampai Rion cemas teman-teman nya tidak bisa menjawab semua soal-soal itu.
Tetapi kecemasan nya hilang, setelah hasil ujian di tempelkan di papan pengumuman.
Tidak ada satupun yang mendapatkan nilai merah.
Sungguh suatu keajaiban bagi sekolah karena mengetahui kenyataan bahwa semua murid yang ikut pelajaran Rion mampu menjawab pertanyaan yang sengaja dibuat sedemikian sulit oleh para guru.
Sedangkan bagi sebagian murid yang tidak menyempatkan hadir dalam pengajaran Rion, harus menerima nasib mereka.
Rion pun cemas dengan hasil ujian ke tujuh seniornya. Ia pun pergi mengunjungi di mana papan untuk kelas 3 berada. Sesampainya di sana, Rion menemukan ketujuh Seniornya Diam membatu dengan wajah membiru.
" Ah ! "
Rion tidak tau harus bagaimana caranya agar nanti mereka bisa datang ke ibukota tepat waktu.
Rion memberanikan diri mendekati mereka untuk menyemangati mereka.
" Para Senpai, Don't Mind... Aku akan memikirkan caranya bagaimana caranya kita akan sampai tepat waktu nanti " Ucap Rion menyemangati.
" Si... Siapa bilang ka..kami gagal " Ucap Galc Tanpa melepaskan pandangannya ke papan pengumuman, jari telunjuknya menunjuk papan pengumuman di mana nama mereka bertujuh berada.
Rion yang mengikuti kemana arah yang di tunjukan itu berada, ia kemudian tertawa dengan bahagia.
" Yosh, senpai ayo kita rayakan, aku yang traktir "
Tubuh mereka didorong oleh Rion karena mereka tidak bisa bereaksi dengan semestinya setelah mengetahui hasil jerih payah mereka selama seminggu belakangan dan belajar semalam suntuk.
Rion menggiring mereka keluar dari pekarangan.
Meninggalkan papan ujian yang sudah banyak membuat para siswa menangis itu.
Di pengumuman itu terdapat deretan nama Para senpai nya pada urutan atas. Meski bukan yang nomor satu.
" Sebelum itu boleh mampir ke Guild sebentar ?"
" Apa kita akan berburu ?" Aru bersemangat.
" Bukan, aku kehabisan uang tunai, jadi aku ingin menjual beberapa bahan "
" Sebenarnya apa Rank mu di guild, Rion san?"
" A, tetapi karena Guild tidak bisa menjamin ujian Rank S, aku harus mengambil ujian kenaikan di Guild ibukota. Itupun jika aku berminat "
Mendengar hal mengerikan itu, mereka bertujuh semakin segan kepada Junior mereka yang lebih hebat dari mereka.
Rion membuka pintu guild dan berjalan tanpa membuat keributan, karena di sana dia menemukan sosok orang yang menyebalkan.
" Chibi "
Usahanya untuk mengendap-endap gagal. Orang menyebalkan itu langsung tau kehadiran Rion ketika Rion baru pertama kali masuk.
" Chibi, selamat siang "
Rion mengabaikan orang itu dan terus berjalan ke arah konter yang kebetulan baru saja kosong.
" Chibi, oooy "
Rion masih saja sabar mendengar ejekan itu. Sedangkan Para seniornya sangat ingin menghentikan Pria yang mengejek Rion 'chibi'.
Mereka masih ingat jelas dengan apa yang telah terjadi pada orang yang pernah menyebut Rion Chibi waktu itu, tetapi mereka lebih takut lagi dengan orang yang berani memanggil Rion Chibi.
Meski orang itu belum memperkenalkan dirinya, tetapi mereka tau siapa dan apa reputasi mengerikan dari orang di hadapan mereka, Ciri-ciri orang di hadapan mereka terlalu sama dengan rumor yang beredar.
Laki-laki dengan rambut Pink, berwajah datar dan Rapier perak yang selalu bertengger di pinggang nya, di tambah dengan ornamen mencolok dan lambang keluarga Kesultanan di Robe yang bertengger di bahu kiri orang itu.
Hanya sedikit orang yang berpenampilan seperti orang yang di rumorkan. Dan tidak ada orang yang berani menirukan sosok mengerikan itu.
Siapa lagi jika bukan dia, 'Fillet Prince'. Orang yang sudah membantai dan mencincang Seratus tentara terlatih hingga tidak dapat dikenali lagi.
Orang kuat yang kemungkinan akan menjadi lawan mereka di turnamen nanti.
Mengesampingkan kecemasan turnamen, mereka saat ini sedang memutar otak bagaimana caranya untuk menyelamatkan Pelatih mereka dari orang yang pelatih mereka abaikan itu.
" Chibi aku lapar, berikan makanan "
Rion menyumpal mulut berisik sang pangeran dengan Bakpao daging tanpa menoleh dan langsung ke meja counter.
" Permisi, aku ingin menukarkan hasil buruan "
" Baiklah, silahkan ikuti saya kebelakang "
" Chibi, kurang "
Rion sekali lagi menyumpal mulut sang Pangeran dengan Bakpao lainnya.
" Apa disini Cukup ?" Tanya sang resepsionis yang sudah terbiasa pada Rion yang selalu menyerahkan hasil buruan Extra.
" Yup, kurasa cukup "
Rion dengan segera mengeluarkan hasil buruannya.
2 ekor Orc General, 8 Orc petarung, 2 Elk Jantan Dewasa, 5 DireWolf Alfa Jantan dewasa, 3 StoneBird.
" Chibi, kurang "
Rion secara otomatis melempar Bakpao lainnya ke mulut sang Pangeran di saat dia satu persatu mengeluarkan Monster kecil lainnya seperti Kobold petarung, Goblin Shaman, dan terakhir Goblin King.
" Chibi, Lagi "
Rion yang sedari tadi mengikuti permainan dari Sang Pangeran, akhirnya angkat bicara sementara menunggu sang resepsionis dan Staff Guild menghitung hasil Buruan Rion.
" Apa maumu ?"
" Yang tadi, lagi "
Rion menghela nafas panjang dan menyuapi lagi sang pangeran.
" Bukan itu yang ku tanyakan !!" Bentak Rion yang terlambat sadar dan sudah terlanjur memberikan Bakpao nya lagi pada sang Pangeran.
" Hum yum mumumum "
" Telan dulu baru bicara " Pinta Rion lelah bukan main.
" Aku tersesat "
" .... "
" Aku tersesat "
" Aku dengar !!, Orang Bodoh Macam apa yang sampai tersesat ke kota lain, Bodoh !!"
Rion kesal dan sengaja Menghadiahi Sang pangeran Satu Bogem mentah tepat di ubun-ubun sang Pangeran, ia perlu sedikit melompat.
" Ah ! " Dengan cara klasik, Pangeran memukul telapak tangannya dengan genggaman tangannya yang satunya.
Rion kehabisan kesabaran dan tidak sanggup menanggapi lawakan sang Pangeran, dia hendak menerjang Sang Pangeran lagi, namun dengan cepat bahunya di cegat oleh Para seniornya.
Rion yang kembali ke akal sehatnya kembali menanyakan pertanyaan yang lebih jelas, sekiranya bisa di jawab sang Pangeran.
" Apa yang kau lakukan di kota ini ?"
" Pergi ke Ibukota Bersama, ayo " Dengan jempol keatas, sang Pangeran mengeluarkan percikan semangat di matanya.
" Lalu dimana teman-temanmu yang lain ?"
Menghindari pertanyaan itu, Sang Pangeran mengalihkan wajahnya ke arah lain.
" Tersesat, mungkin "
" Kau yang tersesat, sialan !!" Urat sabar Rion akhirnya putus juga, dan dia meronta-ronta ingin memukul Sang pangeran lagi tetapi Para Seniornya menahan tubuhnya mati-matian.
" Chibi, pemarah "
" Kau pikir siapa yang sudah membuatku sampai seperti ini ?"
" Chibi, lapar "
Pangeran benar-benar tidak Peka karena Rion sangat kesal dengannya, dan sekarang dia sudah membuat Rion kesal hingga ke tingkat Murka.
" Silahkan di nikmati "
Rion dengan senyum ramah memberikan sepiring besar Bakpao yang menumpuk tinggi.
Rion sudah menyerah dengan mahluk yang satu ini.