
Namaku Mulan, Mantan Ketua Party Rank A yang berisikan para gadis saja.
Pada masanya kami adalah party yang cukup di segani. Itu adalah masa muda yang penuh dengan kesombongan, kami haus akan puja-puji dari orang-orang setiap kali kami berhasil melakukan misi yang sulit.
Berbagai rintangan yang tidak bisa di sebut mudah sudah sering kami lewati, meski harus berkorban darah dan air mata sekalipun kami lewati dengan sungguh. Sampai pada akhirnya kami semua tiba di titik jenuh karena usia.
Satu-persatu anggota party keluar, dan kami mulai kesulitan hingga kehilangan pamor.
Nama yang dulu di agung agungkan kini mulai kehilangan cahayanya.
Kami mulai terpecah. Berpisah sampai pada akhirnya menyisakan aku seorang.
Ketika itu aku mulai berfikir arti kehidupan dan terlambat menyadari maksud dari teman lama sedarah seperjuangan.
Keluarga.
Mereka semua sudah memiliki keluarga dan kehidupannya masing-masing bersama Suami dan anak-anak mereka.
Lalu bagai mana dengan ku ? Aku yang sudah berumur ini hanya lah buah yang jatuh dari pohon dan membusuk dimakan waktu.
Aku sudah tidak ada harapan.
Tidak akan ada pria yang akan melirik wanita berumur sepertiku di dunia ini.
Terkadang terbesit di benakku sebuah ide gila, bagai mana jika aku mengambil misi mustahil dan mati sendirian saja. Jadi jika aku matipun semua orang akan kembali mengagungkan namaku kembali sebagai pahlawan yang mati dalam tugas.
Tetapi setiap kali aku melaksanakannya. Kakiku semakin gemetar setiap kali melihat monster terlemah sekalipun.
Aku hanya ingin mati... Aku hanya ingin mati...
Meski aku selalu mengatakan itu, tapi sebenarnya aku sangat takut untuk mati.
Aku hanya ingin seseorang terus bersamaku. Aku sebenarnya takut sendirian. Aku juga ingin menikah, mempunyai suami dan mengucapkan selamat datang ketika ia pulang dari pekerjaannya.
Mengucapkan selamat tidur ketika malam dan selamat pagi ketika melihat nya bangun di sampingku.
Aku hanya ingin di cintai.
Cinta yang selama ini tidak pernah ku dapatkan sedari kecil.
Semakin hari tubuh ini semakin tua, dan pada akhirnya akan keriput dan tidak akan menarik lagi.
Aku sudah pasrah dengan nasibku.
Hidup segan mati tak mau. Itu lah pepatah yang cocok untukku.
Sampai pada akhirnya. Keinginan ku yang selama ini ku inginkan terkabul. Seorang pria yang jatuh cinta datang mengantarkan setangkai bunga mawar ke gubuk lusuh ku. Aku bisa melihat punggungnya yang kekar itu menjadi lemas dari kejauhan.
Di bawah hujan deras ia tetap menunggu aku kembali dari Dungeon, ia menggigil kedinginan di depan pintu.
Ia menyerahkan setangkai bunga yang hampir kehilangan separuh kelopaknya.
Ia tampak sedih karena tidak mampu melindungi kelopak kelopak yang terus berguguran itu.
Entah kenapa, hatiku menjadi sakit dan sedih.
Kenapa ? Kenapa ? Kenapa disaat seseorang membutuhkan ku aku tidak mampu melindunginya?
Kenapa aku pada hari itu mencoba bunuh diri lagi ?
Kenapa aku pergi ke sana lagi hari ini ?
Jika saja hari ini aku tidak pergi, mungkin saja aku bisa melihat pria ini tersenyum sambil menyerahkan bunga mawar itu seutuhnya.
Aku mengutuk diriku di hari itu.
Aku mengutuk diriku karena bodoh.
Aku mengutuk diriku untuk semua ego ku.
Aku mengutuk diriku yang tidak bisa melindungi senyuman orang yang menyatakan cintanya padaku.
Pada diriku yang bodoh dan hina ini.
Aku merasa bersalah.
Aku merasa menyesal.
Aku merasa bodoh.
Aku merasa kesal.
Aku menangis hebat di bawah hujan malam itu.
Pelukan dari pria itu sangat hangat, meski di tengah hujan lebat.
Suaranya yang lirih setiap kali mengatakan kata cinta terasa menghangatkan hatiku yang sudah lama membeku.
Hatiku yang keras bagaikan pintu yang tersegel es itu mulai mencair dan terbuka.
Aku tidak tau apa jawaban yang ku berikan padanya waktu itu. Yang ku tau dia terus menerus berterimakasih semalaman sampai aku tertidur.
Satu bulan kemudian kami menikah.
Aku merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia saat itu.
Satu tahun kemudian, aku hamil.
Wajahnya yang bahagia kala itu terasa menyegarkan. Aku merawat tubuhku dan bayi di kandungan ku agar bayi ini dapat tumbuh sehat ketika lahir.
Aku belajar merajut dan menjadi ibu yang baik. Aku akan memanjakan bayi ini tidak peduli dia laki-laki atau pun perempuan.
Hingga sembilan bulan kemudian...
Seorang anggota keluarga baru terlahir ke dunia.
Semua orang berbahagia karena kelahirannya.
Saudara suamiku memberikan sebuah pesta karena kelahiran keponakan pertamanya.
Kakak iparku itu turut berbahagia dengan keluarga barunya. Dia juga ikut memanjakan putri kami hingga dewasa.
Terkadang aku sempat berfikir jika nanti putriku lebih mencintai Bibinya ketimbang Ibunya.
Tapi ternyata dugaan ku salah. Putriku lebih mencintaiku melebihi semua yang sudah baik kepadanya. Meski aku bukan siapa-siapa dan tanpa harta ia tetap mencintai dan memanjakan dirinya di pelukanku.
Aku adalah ibu yang paling bahagia di dunia.
Itu adalah cerita singkat tentang diriku.
Sekarang mari ke masa sekarang.
Satu bulan yang lalu, datang sebuah laporan ke guild.
Sekelompok monster turun ke jalanan dan menyerang pedagang dan petani yang lewat.
Aku membuka sebuah misi dan berharap petualang mampu mengusir monster-monster itu.
Namun, setelah seminggu. Misi itu masih saja ada di papan dan tak ada yang menyentuhnya.
Aku mencoba menaikan harga hadiahnya.
Namun para petualang itu semakin ketakutan setiap melihatnya.
Aku semakin putus asa, dan kehabisan ide.
Sampai pada suatu hari. Tiga pemuda dan pemudi manis datang ke guild kami, Mereka tampak segar dan bersemangat.
Aku mengingat kembali masa-masa Jaya ku bersama teman-teman ketika seusia mereka.
Mengambil semua misi yang tidak di sentuh orang lain dan sekuat tenaga menyelesaikannya dan pulang membawa kenangan.
Terkadang ketika aku sendirian aku selalu mengingat masa-masa indah itu.
" Tolong yang ini "
Mereka mengambil misi yang tidak di sentuh orang lain.
Aku sempat berfikir, apa baik-baik saja menyerahkannya pada mereka?
Sedari awal aku sendiri yang meminta penyelesaian misi ini. Tapi bagai mana jika mereka gagal dan mengakhiri nyawa mereka? aku sama saja dengan membunuh mereka.
Aku melihat kartu petualang mereka, mereka Rank A sama seperti aku di masa itu.
Tanpa pikir panjang aku menerimanya.
Tetapi aku masih merasa cemas. Karena itu aku mengutus bawahan ku dan party nya untuk mengawasi pemuda tadi.
Dengan cemas aku menunggu di counter ini.
Didalam hati aku selalu berdoa untuk keselamatan mereka.
Namun sore harinya mereka kembali dengan membawa karung di punggung mereka.
Aku bersyukur mereka baik-baik saja.
" Tolong di proses, kami membawa bukti penaklukan "
Eh, apa ? Penaklukan ? Secepat itu ? Apa mereka tidak mengerjakan misi namun membeli bahan ?
Aku kecewa, kupikir mereka bukanlah anak bangsawan yang sedang bermain pahlawan pahlawan an.
Meski begitu aku tetap harus mengurus bawaan mereka, mari kita interogasi saja mereka setelah ini selesai.
Aku membawa mereka ke gudang pembongkaran karena saking penasarannya.
Aku memeriksa kondisi mayat Coyote itu.
Alangkah terkejutnya aku melihat mayat Coyote itu yang masih utuh dan segar.
Mereka lebih kuat dari pada party kami dimasa lalu. Siapa sebenarnya mereka, aku ingin sekali mempertahankan mereka di guild kami.
Mereka bahkan menyelesaikan misi kurang dari sehari. Dilihat dari segi waktu mereka pergi dan kembali, aku sangat yakin jika mereka membeli bahan pada pasar, namun di lihat dari luka yang di Terima hasil buruan tidak ada satupun orang di kota ini yang mampu membuat luka yang rapi. Ditambah lagi, kondisi buruan yang masih segar.
Karena itu untuk sementara aku memberikan harga mahal untuk setiap mayat yang mereka bawa.
Mereka pulang dengan senyum gembira.
Pagi harinya, aku menunggu mereka datang kembali besoknya hingga besoknya lagi mereka tidak kunjung datang.
Hingga pada saat party yang ku kirim datang melapor.
" Kalian telat "
" Apanya yang telat, ini sudah secepat yang kami bisa " Bela utusan 1 yang menjabat sebagai ketua party.
" Lalu bagai mana ?"
" Tidak ada.. Hilang "
" Apanya yang tidak ada ? Apanya yang hilang?"
" Monster!, Coyote ! Semua nya lenyap. Sampai dengan sarang sarang mereka pun kosong tidak bersisa" Keluh ketua party yang ku utus.
" Eh?, jangan bercanda! Memang nya siapa yang mampu membasmi mereka semua ? Apa itu ulah kelompok monster lain ?"
" Tidak, tidak ada tanda-tanda peperangan di sekitar"
" Lalu kami juga tidak menemukan ketiga pemuda itu, maafkan kami. "
" Oh, mereka pulang dengan selamat sore harinya, mereka juga membawa 10 ekor Coyote dengan kondisi bagus." Jawabku bangga dengan anggota baru kami.
" Fiuh... syukurlah " Ketua party merasa lega namun tidak dengan gadis dari party nya.
" Tunggu sebentar master " Potong gadis itu.
" Ada apa ?"
" Jika tidak salah dengar, anda bilang mereka kembali saat sore hari?"
" Benar, mereka pulang tanpa terluka " Jawabku lagi membanggakan mereka.
" Itu pasti mereka "
" Eh, maksudmu. Perasaan mu ketika melihat mereka sepintas ?" Tanya ketua party memastikan.
" Ya, aku tidak ragu lagi, terlebih setelah mendengar kata-kata master. Waktu dan lokasi mereka cocok dengan waktu ketika kita berpapasan "
" Apa maksud kalian?"
" Master, apa kau tau berapa lama waktu yang di butuhkan hanya untuk sampai ke lokasi?"
" Setengah hari dengan kuda dan satu hari dengan ber jalan.. Kaki.." Kata kataku tersendat ketika baru menyadari hal yang penting ini. Aku selama ini terlalu terfokus pada mereka bertiga yang berbuat curang dengan membeli bahan buruan untuk bukti penaklukan mereka.
" Aku juga menemukan jejak sepatu yang sama mengarah ke kota dan di lokasi, jika apa yang di lihat oleh mu itu benar mereka, sudah dapat di pastikan bahwa merekalah yang berjasa dalam misi penaklukkan ini. Master, jika mereka kembali lagi pastikan membuat mereka mengatakan yang sebenarnya dan membeli semua mayat itu dengan harga mahal" Ketua party menambahkan.
" Sayangnya mereka tidak lagi terlihat semenjak sore itu " Aku sedikit sedih tidak bisa melihat wajah menyegarkan mereka.
" Apa mereka sudah pergi dari kota ini?"
" Tidak, para penjaga juga tidak melihat mereka beberapa hari ini"
" Bagaimana tempat tinggalnya ?"
" Aku susah mengantongi semua identitas mereka "
" Lalu tunggu apalagi ?"
" Tidak semudah itu, aku menunggu mereka disini karena hanya disini hukum negeri tidak berlaku."
" Maksud master?"
" Maksudku, mereka bukan orang sembarangan. Mereka adalah teman teman tuan putri"
" Ugh, itu akan sangat sulit untuk mengorek informasi dari mereka"
" Kalau begitu, bagaimana dengan memberikan mereka sebuah umpan?"
" Umpan?" Ayo kita dengar...
Blablabla
" Sepertinya ide yang bagus"
*****
Karena itulah kami menyusunnya dengan matang.
Dari informan aku bisa mengetahui update terbaru setiap gerak-geriknya.
Minggu ini dia akan kosong selama 3 hari ke depan, dan selama libur akhir pekan mereka akan mengambil misi di guild untuk memenuhi kuota mereka sebagai petualang.
Aku menunggu dengan tenang, aku sengaja mengosongkan satu konter khusus untuk hari ini.
Dan benar saja, mereka datang dan mengambil umpan. Namun dia datang sendirian kali ini, tidak masalah ini masih masuk dalam rencana.
Pertama hilangkan permintaan menyangkut misi penaklukan monster lain dari Ras Anjing.
Tarik minatnya dengan menaruh banyak poster Rank A untuk merangsang ingatan nya.
Dan sediakan poster khusus.
Poster lama yang awalnya tidak mematok jumlah, sekarang berganti dengan poster baru dengan mematok jumlah.
Dan benar saja. Pemuda itu datang ke konter dan mencari misi pemburuan Coyote.
Menahan informasi tentang Coyote yang sudah musnah, ternyata membuat mereka lengah.
Dan seperti yang sudah di rencanakan, aku memberinya sebuah misi khusus. Penaklukan 10 ekor Coyote, dengan hadiah 2 koin emas kecil pernah ekor.
Aku menyetujui permintaan itu.
Lalu pemuda itu keluar dari guild dan aku meminta semua orang yang mampu bergerak cepat untuk mengawasi gerak-geriknya.
Di sore harinya, pemuda itu datang ke guild tanpa membawa apa-apa di tangannya.
Dibelakangnya para utusan memberikan informasi dengan kode kode yang hanya diketahui beberapa kalangan saja.
" Tidak.. Keluar... Kota..."
Eh, jadi benar. Pria ini sama sekali tidak keluar dari kota, kemungkinan semua mayat-mayat itu ada di dalam sihir ruang yang ia miliki. Cuma itu satu-satunya petunjuk.
Aku menggiring nya ke meja pembongkaran.
Dan dia dengan lihai hampir saja mengecoh kejelian mataku. Caranya dia memanipulasi sihir ruang dan menyamarkan nya dengan kantong Ruang sangat lihai dan tanpa celah.
10 Mayat Coyote. Tepat dan memenuhi kuota. Kami memeriksa sekilas, tanda dan cara mati mereka sama dan tidak jauh berbeda dari kondisi monster bulan yang lalu.
Pelakunya adalah Pria ini. Orang yang bertanggung jawab atas musnahnya sekawanan Coyote, akan ku korek semua info dari dirinya. Sayangnya mereka tidak datang bertiga.
Tapi tidak apa-apa aku sudah mengirim utusan untuk menjemput kedua temannya.
Sekarang, mari kita coba dulu kemampuan nya sebagai Ranker.
Aku coba menerkam nya namun dia bereaksi lebih dulu daripada gerakan tanganku.
Apa hanya perasaan ku saja ?
Coba sekali lagi !! kali ini aku mengirim tanda pada bawahan ku, Kami akan menyerangnya bertiga secara bersamaan.
Dan lagi lagi dia selalu bereaksi lebih dulu dari gerakan cengkraman ku yang sangat ku banggakan.
Dia bahkan mampu menahan ku dengan kakinya, di saat yang sama ketika dua penyerang mencoba menebasnya berkali-kali.
Pemuda ini tidak salah lagi sangat kuat, tidak mungkin orang hebat sepertinya berbuat curang dengan membeli mahal mayat dengan kondisi yang bagus. Semua reaksi pemuda ini dan manipulasi dari aktivasi sihir ruangnya yang hampir saja mengecoh mataku, semuanya begitu indah.
Pemuda ini memang pantas mendapatkan gelar khusus. aku sudah menyiapkan semuanya.
" Slaughter ?!, aku ?"
Pemuda ini masih terlihat polos, aku pikir pria ini adalah anak yang pintar, Tetapi aku salah. Dia masih mengira ini semua adalah lelucon, tanpa sedikitpun curiga bahwa ini adalah sebuah test.
Aku bahkan sampai harus menjelaskan semuanya sampai detail kecil sekalipun.
" Aku mengaku "
Ou , sepertinya dia anak yang baik.
Bahkan dia sama sekali tidak pandai berbohong.
Sudah kuduga dari temannya seorang Tuan Putri.
Pemuda itu bahkan tanpa ragu ragu memperlihatkan tontonan yang menarik. Ratusan mayat dengan kondisi segar mulai bertumpuk tinggi.
" Aku akan beli semua !"
Berbahagia lah wahai pemuda ajaib. Tidak lama lagi nama mu akan naik melambung tinggi, semua orang akan mengagung-agungkan namamu.
Tetapi kenapa dia sama sekali tidak bersemangat ?
Ah aku tau, menilai mereka semua akan butuh waktu yang lama, hm... Tapi coba kita tunggu sebentar lagi.
Sebentar lagi....
Tidak...
Kali ini, benar-benar sebentar lagi....
Dua orang kawannya datang tanpa tau apa-apa dan terjebak duduk di lantai bersama. mengapa harus di lantai ?
" Aku masih punya lebih banyak lagi "
" Benarkah, aku beli semuanya "
Mereka adalah anak-anak yang baik, senang berbisnis dengan kalian.
******
Penilaian ternyata makan banyak waktu lebih dari yang di perkirakan.
Mereka juga tampak lelah, seharusnya mereka pulang dulu saja dan kembali esok pagi.
Lagipula jika aku katakan sekarangpun sudah terlambat.
Hari ini adalah esok itu.
Penilaian juga sudah selesai.
Sekarang waktunya untuk hadiah mereka, kuharap mereka akan senang dengan hadiah khusus dari ku.
Aku membawa mereka ke ruangan ku, tetapi pria nakal dengan wajah manis ini sepertinya sedang tidak fit. Wajahnya terlihat tidak baik-baik saja.
" Bukankah terlalu lancang bagi seorang resepsionis berbuat sejauh ini ?"
Resepsionis ? Ah, aku lupa aku masih mengenakan seragam ini.
" Maaf telat memperkenalkan diri, aku adalah Mulan, Guild Master."
" Izumi, boleh aku membunuhnya ?"
Eh!!!? Kenapa kenapa ? Aku berbuat apa sampai dia semarah ini ?
Tubuhku gemetar hanya dengan bertatapan dengannya, seram !!
" Tidak boleh, "
" Memangnya aku salah apa ?"
" Dengar, aku tidak peduli mau kau Guild Master atau bukan, mau kau pria atau wanita. Aku tidak peduli !! Dengar.. !!"
" Rion-san, mengapa kau tidak menunggu di bawah saja?"
Tubuhku menjerit ketakutan, wajahnya menakutkan, tapi tetap manis dan menggoda.
Sebenarnya apa yang menyebabkan pemuda ini marah padaku, aku salah apa?
Tapi aku tenang, disisi lain sangat disayangkan wajah nakal nan manis sudah pergi.
*******
" Master. Boleh aku bertanya sesuatu ?"
" Silahkan!!"
" Apa yang terjadi dengan mata kanan mu?"
" Mata ?!"
Ahhhh!!!
Aku lupa menghapusnya !! Pantas saja anak itu selalu terlihat marah.
Hiks...
Mata kutukan ini.
Aku tidak sadar mata kanan ku aktif. Tidak heran anak itu terlihat marah, pasti anak itu sudah melihat ilusi tentang aku yang menantang nya.
Tidak ada jalan lain, tidak perlu menutup tutupi, ku ceritakan saja, semuanya.
*****
" Jadi begitu, ya sudah tenang saja. Serahkan semua padaku. "
" Kau percaya pada ceritaku ?"
" Tentu saja tidak sepenuhnya, aku hanya penasaran apa yang menyebabkan Rion sampai semarah itu, tidak biasanya aku melihat dia begitu"
Aku tadinya sempat cemas jika nanti seandainya anak muda itu mengincar nyawaku.
Aku sudah menginjak ekor singa yang tertidur sepertinya. Aku akan berhati-hati mulai dari sekarang.
Mengesampingkan hal tadi, diskusi kami berlanjut dengan lancar.
Sebagai ketua party, pemuda ini akan siap membantu dan berkontribusi untuk guild ini di waktu senggang jika tidak ada urusan mendesak.
Ya, itu tidak masalah. Mereka masihlah seorang pelajar, guild juga tidak berhak memaksa mereka. Namun sebagai gantinya di akhir pekan mereka akan mengambil misi yang jarang orang ambil, sebagai bukti bakti mereka.
Itu saja aku sudah merasa beruntung bahwa mereka berada di pihak kami.
Diskusi berakhir dengan tanda Terima Gelar dan komisi mereka.
" Tidak Buruk "
Komentar ketua party mereka, Izumi san membuatku senang. Aku memikirkan Nama itu selama 3 hari sampai sampai aku sulit tidur.
" Rion san ya"
Kudengar dia sering bermain dengan anak-anak di distrik ini. Dan kudengar juga dia sangat populer di distrik ini karena keramahannya.
" Hah... "
Aku lelah.
Apakah senyuman manis itu juga akan dia tunjukan nanti jika kami sudah berdamai ?