
Rion berhasil membuat Kontrak dengan Naga Hitam dan kembali terseret ke dunia Monster Kontraknya.
Berbeda dengan Dunia Felix, dunia Naga hitam sangat gelap dan dingin.
Dan di hadapannya juga berdiri seorang anak laki-laki seumuran Felix dengan piyama hewan Naga hitamnya.
Rambut Orange dan senyum anak yang bersemangat terpancar di wajahnya. Gigi gigi runcing yang tampak berisi taring semua itu terlihat sangat cocok dengannya. menggambarkan anak kecil nakal yang manis.
" Selamat datang, Master. "
" Terima kasih sudah mengundang ku "
Rion duduk di bangku pendek yang terbuat dari batu, begitupun dengan Naga Hitam dalam Wujud Manusianya. Saat ini hanya meja bundar dari batu saja yang memisahkan jarak di antara mereka.
Rion memandang Naga itu yang tersenyum senang karena ada tamu yang berkunjung ke tempatnya setelah sekian lama.
" Nah, Master. Ayo buat Kontraknya "
" Uhm... "
Naga hitam memulai pertama kali dan membuat pola sihir kontrak nya, lingkaran biru gelap dengan sedikit cahaya biru terang muncul di hadapan Rion.
Sama seperti ketika membuat kontrak dengan Felix, Rion membaca isi kontraknya terlebih dahulu. Rion juga sedikit merubah isinya dan menyamainya dengan Felix.
Naga hitam, senang jika dirinya disamakan dengan teman nya, Felix.
Di akhir ritual, Rion menyentuh lingkaran sihir kontrak itu dengan telapak tangan nya.
" Alto, mulai sekarang tolong jaga aku "
" Aku juga, tolong jaga aku "
Di detik kemudian mereka kembali ke dunia nyata, bersamaan dengan mulai lenyapnya lingkaran sihir raksasa di angkasa.
Rion tersenyum ke arah Naga Hitam dan Alto pun ikut membalasnya.
" Benar, tolong jangan beri tahu siapapun jika aku tadi menangis "
"" Siap, laksanakan ""
Yah, meskipun mereka berjanji, tetapi semua Prajurit yang sudah sadar dan berpura pura pingsan itu juga ikut merahasiakan pemandangan itu, demi harga diri Rion.
Rion kembali ke dalam kota dengan mengendarai Felix dalam wujud Motornya dan Alto dalam bentuk manusianya di bangku depan.
Pintu gerbang terbuka, dan ia di sambut dengan sorakan meriah dari penduduk dan beberapa prajurit di dalam kota yang menyaksikan aksi heroiknya.
Beberapa pasukan yang baru saja selesai di bentuk selama ia bertarung, mulai keluar dari kota dan beralih fungsi untuk mengamankan musuh yang terluka dan menyerah.
Mereka memberikan Hormat kepada Rion ketika berpapasan.
Rion di giring dan di kawal oleh penduduk yang tidak ada letih letih nya bersorak.
Di depan Mansion Baron, Pangeran dan Bangsawan lain sudah menunggunya dengan perasaan yang campur aduk.
Pangeran tampak baik-baik saja. Hanya di beri perban di sana sini, bukan luka yang serius, hanya lebam sedikit dan goresan kecil.
Wajah pangeran sedih, Rion paham arti dari ekspresi yang ia buat.
" Tolong jaga Nia untuk ku "
Tanpa menoleh, Rion terus meninggalkan sang Pangeran di belakang.
Meskipun sang pangeran kalah dalam taruhannya, namun ia sudah menang dalam semangat juangnya. Karena itu Rion percaya bahwa Pangeran adalah orang yang tepat untuk menjaga sekaligus sebuah Rem untuk Nia, sahabat sekaligus saudari nya.
Rion tidak sanggup untuk menghadiri perjamuan dan langsung terkulai lemas setelah di beri kamar untuk beristirahat, ia bahkan tidak sempat melepaskan sepatu nya dan langsung tertidur.
Felix dan Alto yang melihat Masternya kelelahan itu merasa tidak tega untuk membangunkan, mereka lebih memilih untuk bergabung dengan master mereka dan tertidur mengapit master mereka.
**********
**********
Hingga malam hari. Suara ribut dari penduduk yang berpesta membangunkan Rion dari tidurnya.
Ia mendapati Felix dan Alto tengah tidur dan menjadikan kedua lengan nya sebagai Bantal Mereka.
Sekarang giliran Rion yang merasa tidak tega untuk membangunkan mereka, karena itu ia kembali melanjutkan tidurnya, sedikit lama lagi.
**********
**********
Pada pagi harinya Rion bangun dengan tubuh yang terasa kesakitan dan keram karena kemarin terlalu bersemangat. Semua ototnya meronta karena beban berlebihan.
Dia tidak mendapati Felix dan Alto di sampingnya.
Namun dia dapat merasakan bahwa mereka ada di sekitar.
Pintu kamarnya di ketuk dua kali.
" Ya ?"
" ..... "
" Ayah ? Ada apa ?"
Pintu kamar terbuka dan benar saja, orang yang ada di balik pintu itu adalah Ayahnya. Beliau membawakan Rion semangkuk Sup dan Roti untuk sarapan, karena merasa Rion pasti masih belum sanggup untuk bergerak karena nyeri otot.
" Uuuoo... Terima kasih, Ayah yang terbaik "
Rion melahap makanan yang sudah susah payah Ayahnya bawakan untuknya itu.
Rion menyadari Ayahnya meliriknya sedari tadi dalam diam, tanpa mengeluarkan satu kata pun hingga memastikan Rion sudah menghabiskan sarapannya.
Tidak butuh waktu lama baginya untuk menghabiskan semua itu, karena dia benar-benar dalam kelaparan sebab tidak sempat untuk makan malam.
Ayahnya menunggu dengan sabar putranya itu selesai. Disaat Rion meletakkan mangkuknya, disaat itu juga Ayahnya membereskan peralatan makannya dan langsung pergi.
" Apa Ayah marah ?" Tanyanya sesaat Ayah nya hendak menghilang dari balik pintu kamar.
"....." Dengan hanya memberikan sebuah senyuman tanpa berbalik itu, membuat Rion sadar bahwa Ayahnya sama sekali tidak marah.
**********
Rion kembali berbaring di kasurnya untuk menunggu makanannya di cerna.
Disaat itu juga Felix dan Alto muncul mengintip nya dari pintu.
" Kalian sudah sarapan ? "
"" Sudah.. ""
" Begitukah ? Hm.... Mau mandi Sama-sama ?"
Aroma keringat di bajunya juga sangat mengganggu nya, dia juga tidak sempat mandi dan ganti baju semalam, dia juga kepikiran bagaimana bisa Felix dan Alto sama sekali tidak terganggu dengan bau keringatnya, semalam.
Dengan begitu Rion dan kedua Bocah kecil itu berangkat menuju pemandian di mansion ini, meski tidak besar dan mewah namun cukup untuk beberapa orang sekaligus.
Di Sana Pangeran dan wajah baru sudah lebih dahulu berendam.
Bocah-bocah yang hendak melompat ke kolam berhasil Di hentikan oleh Rion.
Rion menasehati mereka jika etiket berendam di pemandian itu tetap harus berurutan dalam kondisi apapun.
Jadi karena itu Rion dengan senang hati membersihkan tubuh mereka dan mencuci rambut mereka terlebih dahulu, beruntung dia membawa peralatan mandi cadangan di Item Box nya.
Tidak lupa dia juga membersihkan tubuhnya dahulu sebelum masuk bergabung dengan Pangeran dan wajah Baru.
Tidak ada percakapan, meski mereka duduk berendam berdekatan.
Hanya suara cipratan dari Bocah-bocah yang sedang berenang yang mengisi adegan kosong itu.
Rion berfikir jika orang-orang yang ada disini sedang kelelahan dan sedang memulihkan diri dengan berendam. Maka dari itu dia sendiri tidak mengganggu waktu damai mereka saat ini.
Tapi... Pada kenyataannya, kedua orang itu sebenarnya sedang ketakutan, karena Dua mahluk Legenda yang di legenda kan dan sangat di takuti, saat ini bergabung dengan mereka dan mahluk itu ternyata menjalin kontrak dengan Rion.
Tetapi dasarnya Rion adalah orang yang tidak peka, dia sama sekali tidak menyadari hal ini.
Dia sama sekali tidak mengetahui betapa mengerikannya mahluk yang sudah ia kontrak itu.
" ah, benar. Alto apa maksudmu kemaren dengan 'memperbarui kontrak' apa kita pernah bertemu sebelumnya ?"
Namun Alto sama sekali tidak mengindahkan pertanyaan itu dan sibuk perang air dengan Felix.
Rion menyerah.
**********
Sudah sarapan, sudah mandi. Sekarang saat nya untuk menghadiri Rapat pasca Perang.
Meski Rion tidak wajib menghadiri Rapat ini namun ia tetap penasaran dengan hasil rapat mereka, bagaimana nasib para tahanan dan bagai mana mereka akan mendapatkan kompensasi dalam perang ini.
Dari pihak musuh, beberapa Komandan yang ternyata masih bisa di selamatkan mengajukan diri sebagai Negosiator.
Mereka sepakat akan menerima hukuman dan membayar denda serta membantu dalam pemulihan pembangunan Kota yang sudah mereka buat.
Rion sedikit terkejut bahwa diskusi berjalan dengan lancar, sampai-sampai dia sama sekali tidak mendapatkan kesempatan untuk memberikan saran.
Tapi dia merasa lega, jika musuh menyadari kesalahan mereka. Biang Kerok dari kasus ini akan di bawa ke Ibu Kota Kerajaan untuk di adili, sedangkan Para Perwira akan di jatuhi hukuman penjara hingga di lepas jabatannya, dan beberapa Prajurit yang fit ada yang yang akan di jadikan Budak Pekerja di bawah kendali Kerajaan langsung. Itu semua hanya spekulasi pribadi nya saja. Kebenarannya akan di dapat setelah Pengadilan yang satu bulan lagi di adakan.
Kesampingkan hal itu, Rion saat ini menyadari ada lebih banyak penduduk dari sebelumnya.
Setelah bertanya kepada salah satu penduduk, ternyata penduduk yang tadinya sempat mengungsi, satu persatu sudah kembali.
Mendengar aksi heroik dari Rion dan Pangeran yang tidak bosan bosannya mereka kumandangkan, membuat para pengungsi penasaran kejadian yang sebenarnya. Karena itulah Rion selama beberapa hari ke depan akan selalu dihantui dengan pertanyaan yang sama oleh beberapa pengungsi yang masih penasaran.
Dan beberapa hari kemudian...
Rion lelah secara mental.
Tidak ada habis nya mereka membombardir Rion dengan berbagai pertanyaan yang bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan aksi heroiknya.
Bantuan dari Kerajaan datang, begitu juga bantuan dari Kota tetangga, Rose Guard. Mereka datang di hari yang sama. Karena itu kota tampak sesak, namun tidak ada yang mengeluh sama sekali.
Orang-orang disini kelewat Ramah.
Itulah kesan yang Rion dapatkan setelah beberapa hari menginap di kota ini.
Saking ramahnya, kehangatan mereka sampai membuat Rion enggan untuk pulang. Tapi dia tidak boleh manja, dia juga harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang pelajar.
Meski waktu hukumannya sudah lama terlewat, sekarang dia mendapatkan kecemasan yang baru. Dia baru saja menyadari sudah berbuat suatu hal yang menghebohkan, tidak terbayangkan hukuman apalagi yang akan menantinya jika pihak Akademi mengetahui kasus kali ini.
Didalam dirinya dia hanya bisa pasrah.
Malam hari itu Rion berpamitan dengan semua orang, Pangeran masih belum berani keluar dari kamar nya.
Felix dan Alto masih membuatnya ketakutan, meski sudah dalam bentuk anak-anak yang sangat menggemaskan itu.
Jadi Rion hanya menitipkan salam, jika besok saat dia berangkat tidak dapat bertemu.
Dan benar saja, sampai akhir Pangeran tidak keluar dari kamarnya, kepergian Rion di antar oleh banyak orang, hampir satu kota ikut melihatnya pergi.
Baron, yaitu Ayahnya Nia dan teman-teman ayahnya juga ikut mengantar. Ayah nya juga ikut mengantar, meski tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Penduduk kota juga datang untuk menyapa dan memberikan berbagai macam bingkisan. Yang pasti hanyalah makanan, mengingat situasi sekarang.
Sebagian besar perbaikan kota sudah mulai di jalankan, ada lebih banyak bantuan dari luar sebagai tenaga kerja.
Beberapa tentara tahanan juga di kerahkan sebagai bentuk hukuman mereka. Sedangkan perwira hingga yang ada di atasnya, sedang menunggu waktu pengadilan mereka datang di dalam penjara.
Sedangkan untuk dalang dari keributan ini semua dan keluarga nya yang terlibat harus pasrah menerima nasibnya kedepan.
Mereka tidak lagi di izinkan untuk melihat Matahari lagi, untuk selamanya.
**********
Setelah Berpamitan dengan semuanya, Rion pergi dengan Motornya, jika dia di tahan lebih lama lagi. Ada kemungkinan keberangkatannya akan tertunda jauh lebih lama.
Dengan mengendarai Felix versi Motor, Rion keluar dari gerbang dengan Di hadiahi Hormat yang Epic dari para prajurit di sepanjang jalan.
Sedangkan Alto, dia sudah lebih dahulu menunggu dengan santai di luar gerbang dalam bentuk Naga Hitamnya.
Rion memandang Alto dengan senyum dan dibalas Alto dengan tatapan yang sama.
" Kalian siap ?"
"" Siap kapanpun!!""
Dengan di iringi Music Epic sekali lagi, sorotan kamera tertuju pada sorot Mata dari ketiganya.
Dan hitungan Mundur dalam bentuk hologram yang sangat Besar, mengambang di udara di atas mereka.
Para penduduk tidak mau ketinggalan Momen Epic apa lagi yang akan mereka bertiga lakukan. Para penduduk dan prajurit menanti dengan seksama dengan sorakan penyemangat.
Dan akhir hitungan mundur mencapai klimaksnya.
Bersamaan dengan bertambah semangatnya dukungan dari para penonton yang hadir.
3...
2...
1...
Kedua Monster meluncur dengan cepat hingga melemparkan pasir yang terpental di momen mereka melesat di garis Start.
Penonton berteriak semangat ketika di sirami kabut pasir itu dan menyaksikan aksi dari Dua Mahluk legendaris yang sedang berkompetisi.
Penonton bahkan menunggu sampai selesai, sampai Monster-monster itu sudah terlihat menjadi sekecil titik dan baru mereka kembali kedalam dinding dengan masih berkomentar takjub.
Mereka membawa cerita itu kepada para penduduk yang tidak sempat melihat balap Liar yang Rion Tampilkan.
**********
Rion dan Felix tertinggal jauh di belakang, sedangkan Alto memimpin di depan.
Mereka sudah berlomba hampir 2 hari, melewati 2 Pos pemeriksaan dan 2 desa kecil.
Dimana mereka harus di berhentikan secara paksa oleh para petugas perbatasan, meski para petugas itu sangat ketakutan.
Namun karena urat malu mereka bertiga ini sudah tidak ada lagi, mereka masih saja melakukan nya lagi dan tertangkap lagi.
Di dalam desa pun saat melintas, mereka juga sempat di marahi habis-habisan oleh Para tetua dan harus dengan pasrah mendengarkan celotehan mereka selama beberapa jam dan terpaksa menginap.
Pola seperti ini terus terjadi sampai mereka berhasil kembali ke Kota Akademi, tempat Rion tinggal dengan Ibunya. Lebih tepatnya Kota kelahiran Rin. Rose Guard.
Rion di cegat tepat di depan gerbang oleh para Penjaga yang kelelahan, itu di sebabkan karena Rion berkendara dengan kecepatan tinggi ketika mengejar ketertinggalan nya dari Alto.
Terlebih Sosok Alto yang Mengintimidasi karena dia adalah Naga legendaris.
Para penjaga gerbang sampai di buat frustasi sebelumnya, karena secara spontan di buat mati kutu dan berkeringat dingin ketika ada Naga Hitam yang muncul secara tiba-tiba, tanpa di sadari oleh Penjaga di menara pengawas.
lagipula siapa yang tidak akan terkejut jika di hadapkan dengan situasi mengerikan itu.
Bayangkan saja, saat kalian mendaki gunung dan berpapasan dengan Beruang, apa kalian akan tenang ? apa kalian akan berharap beruang itu hanya akan lewat dan berkata 'hay' saja ?.
Tentu tidak bukan ?
Keributan di depan gerbang tidak terhindarkan dan kepanikan membuat Orang-orang yang hendak masuk menjadi ketakutan dan mencoba memaksa masuk.
Rion terlambat menyadari dan membuat Alto untuk mengecil dan membantu petugas untuk menjelaskan agar Penduduk yang ketakutan kembali tenang dan kembali berbaris agar segera kembali di periksa.
Di dalam Pos pemeriksaan, Rion habis-habisan di semprot dengan ceramah-ceramah dari kapten penjaga dan Staf Guild. Meski itu baru siang tetapi ceramah panjang orang dewasa berlangsung hingga matahari Hendak tenggelam.
Sialnya, Mereka bertiga sama sekali tidak di beri kesempatan untuk Makan siang.
Rion di beri surat tilang lainnya yang harus segera ia tebus. Rion juga di mintai surat keterangan yang di titipkan untuk Staff di Guild petualang, Rion juga di minta untuk segera mendaftarkan Felix dan Alto sebagai Monster yang sudah ia Jinakkan, supaya terhindar dari Kepanikan yang jauh lebih besar lagi kedepannya.
Karena itu sebelum pulang, mereka mampir ke guild Petualang.
Di dalam Guild banyak petualang yang bersantai maupun menikmati makan malam mereka. Kemungkinan mereka adalah petualang yang baru saja kembali dari menyelesaikan Misi.
Begitu pikir Rion, tetapi sebenarnya, mereka sedang menunggu Rion dan Monster yang berhasil ia jinakkan.
Sorakan bergema sangat kencang di saat Rion baru saja menginjakan kakinya di lantai Guild. Mereka menghampiri Rion, merangkul nya bahkan berebut dengan menarik kedua tangan Rion agar dia mau menceritakan aksi heroik apa yang sudah ia lakukan di Negeri Tetangga itu.
Para gadis tidak mau kalah, mereka menculik Felix dan Alto yang sedang dalam mode Shouta, ke meja mereka. Para gadis bahkan tidak segan-segan untuk menggosokkan pipi mereka.
Rion tidak dapat melawan dan hanya bisa pasrah di seret dari satu meja ke meja lain hanya untuk membuat mereka mendengarkan cerita yang sama.
Dan malam itu adalah malam terberat untuk mentalnya.
Terlebih Rion yang merasa Segan, harus mentraktir mereka Minuman dengan beberapa Tubuh Monster sebagai bayarannya, karena saat ini Rion sama sekali tidak mempunyai uang lagi sekeping pun, semua habis begitu saja untuk membayar denda dan biaya kerusakan di desa-desa yang mereka lewati.
Jika ia tidak melakukan itu, ia akan terjebak di antara mereka tanpa sempat untuk memperbaharui kartu petualang nya dan mendaftarkan Felix dan Alto sebagai Partner Barunya.