7 SLEEPER

7 SLEEPER
Rank UP Bagian 5



Keesokan harinya, Rion datang Melapor ke Guild petualang.


Rion menyerahkan lembaran kertas Misi dan 3 batu merah delima yang di percaya adalah katalis atau inti dari Gare Gore.


Sang Staf Resepsionis yang tidak bisa menangani permintaan itu, mengoper Rion kepada Seniornya di lantai 2.


Karena ini adalah masalah yang serius, Staf itupun kembali mengoper Rion ke lantai Tiga dimana Guild Master berada.


" Yah, aku tidak menyangka kau bisa kembali hidup-hidup dari sana, Rion kun "


" Jangan mengatakan hal menyeramkan seperti kau sudah mengirim ku untuk Mati, Master "


" Apa yang kau katakan, Rion Kun. Mana mungkin aku akan berani mengirim keponakan ku yang manis ini untuk mati"


" Benarkah ?"


" Benar, benar "


" Ya sudah, aku percaya kata-kata mu "


" Lalu, bagai mana caranya kau bisa mendapatkan barang langka ini tanpa Rusak "


" Transaksi "


" Eh, he.... " Genie memandang Rion dengan pandangan Hina.


" Apa ? "


" Aku memang tidak melarang Para Petualang untuk membeli bahan sebagai bukti penaklukannya, tapi aku juga tidak menyangka kau akan melakukan hal memalukan seperti itu, aku kecewa "


" Siapa bilang aku membelinya, ini kudapat kan setelah menukarnya dengan Resep eskrim"


" Rion kun, aku memang tidak benci dengan pria Humoris, tapi kali ini tolong jawab dengan serius"


Siapapun pasti tidak akan ada yang percaya dengan Ceritanya. Seseorang akan berani menukar batu kristal dari Monster berbahaya dengan sebuah Resep Eskrim ?


Tidak ada satupun orang yang akan melakukan hal itu, bahkan orang bodoh sekalipun pasti tau jika itu sama sekali tidak setara.


" Aku serius, orang itu bilang dari pada aku membunuh para pengawalnya di sana sini, lebih baik dia menebus nyawa pengawalnya dengan batu-batu ini sebagai gantinya"


" Sebentar. Rion kun, siapa orang yang sudah memberimu ini ?" Tanya Genie panik.


" Aku tidak tanya namanya, tapi dia punya Istana keren di gunung "


" Maksudmu istana menyeramkan di hutan angker itu ?"


" Ya, benar yang itu. Yah, pertama kali kulihat memang seram tapi setelah di undang masuk, ternyata bangunan itu jauh sangat mewah dan bagus, lantainya juga sangat berkilau bahkan aku bisa melihat pantulan ku sendiri, lalu.."


" Sebentar... " Genie menghentikan celotehan Rion dengan tanda stop dengan telapak tangannya.


" Apa kau sedang membual ?" Tanyanya kemudian.


" Aku tau ini terdengar seperti membual, tapi begitulah kenyataanya " Menyakinkan.


" Aku tau semua anggota keluarga kita itu Gila, tapi sejauh ini kaulah yang paling Gila " Genie memijat keningnya dan menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya.


" Jadi maksudmu, Kau di undang ke istana Jendral Iblis, melakukan transaksi antara Batu Gare Gore, lalu pulang dengan selamat ? Begitu ?" Tanya Genie Kemudian.


" Begitulah "


" Hah, aku akan lebih percaya jika kau bilang kau memburu mereka ketika kau tersesat "


" Heh ? Aku tidak kenal dengan orang yang seperti itu " Rion membuang muka di kata tersesat saat ia mendengarnya.


" Rion kun, untuk terakhir kalinya aku bertanya padamu jadi tolong jawab dengan jujur, bagaimana caranya kau bisa mendapatkan Batu-batu ini ?"


" Sudah ku bilang, aku menukarnya dengan resep eskrim "


"MEMANGNYA SIAPA ORANG BODOH YANG BERANI MENUKAR KRISTAL MONSTER DENGAN TINGKAT BAHAYA LEVEL 'A' DENGAN SEBUAH RESEP ES KRIM ?!!!" Genie tampak murka sampai sampai ia mengamuk dan naik ke atas meja kerjanya.


Di detik kemudian orang bodoh yang sedari tadi dipertanyakan oleh Genie, tiba-tiba muncul dengan menabrak kaca jendela dan mendarat dengan keras di lantai Ruangan.


" Dia " Jawab Rion sembari menunjuk orang yang sebagian tubuhnya mengikis lantai.


Genie yang tidak percaya ada Jendral Iblis yang berani masuk kedalam Wilayahnya, langsung memasang sikap tempur dan mengacungkan pedang besarnya ke leher Jendral Iblis yang tidak bergerak.


" Apa kau mati ?" Tanya Genie sembari menarik kerah baju Anak yang masuk dengan Epic itu, karena tidak ada reaksi dari Jendral Iblis yang menerobos masuk di sesi diskusi mereka.


Jendral Iblis yang sadar langsung menangkap kerah baju Rion dan mulai menangis di dadanya.


" Hei, ada apa ?"


" Datang, dia datang... Huaa.. Bantu aku " Rengek Jendral Iblis sembari mengguncang guncang tubuh Rion.


" Dia siapa ? Raja Iblis ? Bukankah aku sudah bilang, jika dia menginginkan resep itu dari mu, suruh dia menghadap ku kan?"


" Bukan, yang ini jauh lebih merepotkan. Saat ini dia sudah menghabiskan semua eskrim yang sudah koki kami buat "


" Jika hanya segitu, kalian tinggal membuatnya lagi kan ?"


" Mustahil, Orang itu tidak akan berhenti makan sebelum perutnya kenyang "


" Kalau begitu tunggu saja sampai perutnya kenyang kan ?"


" Jangan bercanda, gudang kami sudah hampir kosong, padahal tadi malam masih penuh."


" Mungkin ada maling masuk ke Istana mu ?"


" Memang dia malingnya, sudah lah jangan banyak tanya. Usir dia dari rumahku. "


" Hee... Bukankah kau itu Jenderalnya Raja Iblis, dengan kekuatanmu pasti sangat mudah untuk mengusir Maling kan ?"


" Yang satu ini sangat berbeda, bahkan Raja Iblis sekalipun di buat repot olehnya sampai-sampai dia di usir dari Istana. Kumohon tolong aku, setidaknya buat dia tidur selamanya "


" Hah, baiklah aku akan membantu mu tapi setelah urusan ku ini selesai "


" Eh, apa aku mengganggu kalian "


" Sangat "


" Kau sangat berterus terang sekali "


Rion hanya mengangkat kedua bahunya menanggapi komentar datar Jendral Iblis.


" Oy, Kurcaci. Beraninya kau mengacungkan mainan mu ke arah ku. Apa kau cari mati ?" Jendral Itu marah sejadi-jadinya dan menyerang Genie dengan serangan Mental.


Namun itu sama sekali tidak berpengaruh padanya. Gadis itu hanya tertawa setelah mengetahui batas kekuatan dari Jendral Iblis penunggu Hutan Angker.


" Oy, Bocah. Apa benar kau menukar Batu kristal ini dengan sebuah resep Eskrim "


" Ya, apa itu masalah untuk mu dan lagi, jangan memanggilku Bocah. Nenek Tua "


Di detik kemudian setelah memanggil Genie dengan sebutan Nenek Tua, wajah Jendral itu tertanam ke lantai.


Rion mencoba menenangkan Bibinya yang sedang dalam Mode Berserker.


Beruntung Jendral itu masih hidup, jika ini di dalam game, bar nyawa Jendral ini akan sulit terlihat karena hanya tersisa setipis sehelai rambut yang lembut.


" Oy, kau masih hidup ?"


" Phuah... Aku pikir aku sudah mati, aku bahkan bisa melihat Mao sama melambai kepadaku dari seberang sungai "


" Hum, lain kali seberangi sungai itu " Sarkas Rion


" Dari pada itu apa urusanmu sudah selesai ?"


" Ya sudah selesai, karena itu pergilah. Aku akan mengirimkan tagihan ke tempat mu nanti " Ucap Genie masuk dalam pembicaraan konyol Rion dan Jendral Iblis yang baru saja ia buat KO.


" Benarkah, kalau begitu ayo berangkat sekarang " Jendral Iblis itu menarik tangan Rion keluar ruangan melewati pintu.


Di lantai Dua dan Lantai Satu mereka berdua melihat banyak orang yang jatuh pingsan yang baru saja bangkit.


Namun itu bukan masalah mereka sekarang, Rion terus di seret hingga Pintu gerbang. Di sana ada lebih banyak orang yang jatuh pingsan, itu disebabkan oleh tekanan yang Jendral Iblis keluarkan ketika mengintimidasi Genie tadi.


" Maaf, bisa izinkan kami lewat ?, tenang saja Mahluk ini sudah Jinak " Ujar Rion meyakinkan para Penjaga.


Genie Sang Guild Master yang ikut mengantar mereka ke gerbang meyakinkan para penjaga jika apa yang Rion katakan adalah benar.


Tetapi ada satu orang yang tidak senang.


" Kemarin lusa Motor, kemarin Naga, hari ini Jendral Iblis. Hah.... Besok apa lagi " Jerit nya. Di samping nya ada Wakil Kapten yang sedang menggosok punggung Kaptennya.


Rion tertawa melihat reaksi Kapten yang sangat lucu.


Rion di izinkan keluar gerbang bersama Jendral Iblis. Dan mereka terbang menggunakan Alto karena jauh lebih cepat.


" Bukankah kau bisa terbang, mengapa tidak terbang sendiri saja ?" Tanya Rion, ketika Jendral itu ikut naik ke punggung Alto.


" Energi ku sudah habis hanya untuk menembus Sihir penghalang yang di pasang di sepanjang Dinding Gerbang, karena itu aku ikut menumpang saja untuk kali ini "


" Ya sudah lah "


" Kita sudah sampai. Pegangan aku akan Mendarat"


Alto mendarat dengan mulus di depan penghalang tanpa hentakan keras yang menghasilkan gempa kecil. Naga kecil itu sudah belajar dari kesalahannya.


Mereka berdua langsung di tarik oleh Jendral ke tempat dimana Maling yang ia maksud berada, tepat ketika Alto berubah ke mode Human nya.


Ternyata Maling itu masih ada di gudang, dan di pintu Gudang ada banyak Gare Gore yang sedang berkerumun sambil mengintip kedalam Gudang.


Jendral Iblis menerobos masuk lebih dahulu kedalam Gudang dan menemukan kenyataan pahit. Gudang Makanan mereka yang tadinya Penuh, kini sudah menjadi kosong tidak tersisa.


Jendral yang datang terlambat jatuh terduduk di tengah Gudang dan menangisi Nasib kediaman ini ke depannya.


" Apa kita terlambat ?"


Jendral itu tidak menanggapi pertanyaan Rion. Seiring nyawanya kian berkurang, Amarahnya naik semakin tinggi hingga mencapai puncaknya.


Dengan amarah yang ingin membunuh, dan Mata Gelap, Jendral itu berjalan sempoyongan, mendekati Maling yang tengah tertidur pulas di tengah Gudang, dan mulai menikam dengan telunjuknya dengan rentetan.


Itu adalah pemandangan yang mengerikan ketika lengan runcing Jendral yang menembus tubuh mungil yang sudah Tidak bergerak itu.


Rion terlambat Bergerak, ia tidak menyangka Jendral akan membunuh Maling itu ketika Maling itu sedang tertidur. Meskipun itu adalah kesempatan sekalipun, tidak seharusnya dia melakukan hal keji seperti itu, terlebih di depan Tamu yang ia undang.


Rion berlari kearah Jendral dan menarik tubuh Anak itu menjauh dari Korban yang baru saja ia tusuk.


Rion memeriksa denyut nadinya, di leher, pergelangan tangan.


" Gawat, sudah tidak ada Denyut nadi "


Darah segar sudah semakin menggenang, korban tewas tidak tertolong, CPR pun tidak membantu Karena banyak luka dan lubang di tubuhnya, Rion pun sama sekali tidak belajar Sihir pemulihan.


Rion Murka, ia marah besar, ia secara tidak sengaja juga mengeluarkan Aura yang sama dengan yang Alto miliki.


" Mengapa ?" Tanya Rion yang mencoba untuk tidak hilang kendali.


Jendral yang tadinya kalut, Marah dan masih memendam dendam pada Maling yang menghabiskan seluruh isi gudangnya, kini berubah Ketakutan.


Melihat Rion mengeluarkan Aura yang tidak menyenangkan, meski dia sendiri adalah Iblis sekalipun dia tetap ketakutan.


Dimata Sang Jendral, Rion saat ini terlihat seperti Orang yang sudah kehilangan Aura kemanusiaannya.


Dari segi Fisik, mulai dari mata Naga di mata Kirinya, sisik logam Runcing seperti Rambut Alto di lengan kirinya, hingga Api Hitam bercampur Biru yang menyelimuti keseluruhan tubuhnya.


Itu bukan khayalan dari Sang Jendral semata, itu benar-benar kejadian nyata.


Jendral itu sama sekali tidak menyangka Bahwa Rion akan kehilangan kendalinya dan secara tidak sengaja sudah memaksa Alto untuk Menyerahkan Mana yang Ia miliki dan menguras nya.


Rion juga terkejut dengan perubahan yang terjadi padanya, itu terjadi hanya dalam Hitungan detik setelah mengetahui jika Korban yang Jendral bunuh sudah tewas di depan matanya tanpa bisa ia hentikan.


Rion dengan bantuan Felix dan Alto, mencoba menekan amarahnya dan mengendalikan Mana Alto yang ia curi tanpa sengaja.


Alto mencoba menarik kembali Mana yang Masternya ambil darinya, sedangkan Felix membantu dengan menutupi Aura yang merembes keluar dan Rion mencoba untuk menarik nafas untuk menstabilkan nafasnya dan mencoba tenang.


Tidak butuh waktu Lama bagi mereka bertiga untuk mengendalikan situasi gawat darurat ini.


Rion yang sudah lebih tenang mampu mengendalikan Mana Alto, Satu lengan nya yang disebelah kiri sudah berubah seutuhnya menjadi Lengan Naga dengan Cakar besar.


Sebelah Bola matanya juga ia pinjam hingga menyerupai Bola Mata Alto, Hitam dengan Pupil berwarna Kuning dan api biru Felix yang berkobar di bola matanya. Alto dan Felix menyebut Kondisi ini dengan.


"" Tamers Battle Mode ""


Rion yang terkesan dengan Penamaan dari kedua Shouta itu, mulai mengagumi bentuk dirinya. Rion juga merasakan Aliran energi yang membuat adrenalin nya meningkat, dia seperti merasa bisa lari maraton 2 hari 2 malam tanpa berhenti. Ini sama seperti kondisi dimana seseorang sedang menggunakan Doping.


" Tu.. Tunggu kau salah paham, tenang dulu, dengar dulu penjelasan ku "


" Aku sangat tenang saat ini " Senyum Rion penuh arti.


" Dengar, aku sama sekali tidak Membunuhnya. Ini bukan kali pertama dia melakukan ini dan juga bukan kali pertamanya aku juga melakukan ini, bisa dibilang ini adalah kejadian yang sering terjadi "


" Jelaskan lebih rinci lagi "


" A.. Aku mengerti, tapi hentikan amarahmu itu "


" Heee... Kau menarik ku kemari untuk menyelesaikan masalahmu, tapi kau sendiri menyelesaikan masalahmu dengan membunuh Maling... "


" Selamat pagi " Dari belakangnya sebuah suara dengan nada datar yang imut memotong pembicaraan penting mereka.


" Selamat pagi " Jawab Rion melirik ke sumber suara.


Gadis yang tadi ia kira sudah mati kini sedang duduk dan menyapa mereka berdua, gadis itu menguap, mengusap matanya seakan masih mengantuk, hingga beberapa detik kemudian ia kembali jatuh kebelakang dan kembali terlentang seperti semula, seraya berkata "selamat tidur"


" Bisa jelaskan apa yang baru saja terjadi ?" Pinta Rion dengan tanda tanya besar di kepalanya sembari menunjuk ke arah Gadis itu.


" Itu dia yang ingin ku jelaskan, sebelum itu mari kita pindah dulu "


Dengan begitu mereka pindah ke dalam istana, di ruang tamu.


3 orang dengan kepribadian yang saling bertolak belakang kini duduk terpisah. Rion duduk di sofa panjang sendirian sembari menyilangkan lengannya di dada, disebelah kanannya ada Jendral dengan tubuh Anak Laki-laki sedang memijat Keningnya, di kanan Jendral ada gadis yang sedang tertidur pulas sembari mengisap jempolnya.


" Bisa jelaskan dengan singkat ?"


" Tentu, mari aku mulai dengan kejadian beberapa Puluh tahun yang lalu "


" Tunggu, itu sangat lama jika kau mulai dari sana "


" ah, benar juga. Kalau begitu aku ulangi, sebenarnya kami berdua adalah Vampire yang di depak dari Kediaman Keluarga utama "


" Eh, kalian itu Vampire ?"


" Eh, kau sama sekali tidak tau ?"


" Mana mungkin aku tau, Nama mu saja aku tidak tau !"


" HEEE !! "


" Mengapa kau yang terkejut, aku yang seharusnya terkejut " Sentak Rion


" Jika dipikir-pikir lagi kita sama sekali belum berkenalan kemarin "


" Jika dipikir-pikir memang benar "


" Kalau begitu izinkan aku untuk memperkenalkan diri, Namaku adalah Vladimir Louis, anda bisa memanggil ku Louis dan di sebelah ku adalah Kakak ku, Vladimir Lisa. Kami berdua berasal dari keluarga Bangsawan Vampire yang sudah berdiri semenjak Ribuan Tahun yang Lalu. "


" Selanjutnya Giliranku, Namaku Rion Kazuma, Rion adalah Namaku dan Kazuma adalah Nama Klan sekaligus Nama Keluarga ku. Sepertinya kurang cocok di sebut sebagai Bangsawan, tetapi semenjak jaman dahulu keluarga kami sudah mempunyai wilayah kami sendiri hingga sekarang"


" Senang bertemu dengan anda Tuan Rion "


" Tidak perlu dengan Tuan, Rion saja. Dan berhenti dengan sikap formal, aku sama sekali tidak terbiasa, kita bicara santai saja "


" Baiklah kalau begitu, aku juga merasakan hal yang sama. Aku lanjutkan, sedari dulu kakak mempunyai sedikit masalah dengan nafsu makannya yang tidak pernah kenyang. Gudang Makanan di istana selalu di lahap habis olehnya, sampai suatu hari Ayahku yaitu Raja Iblis, kehabisan akal dan membangun istana baru untuknya disini, karena tempat ini punya banyak monster yang bisa dijadikan makanan untuk kakak ku. Meski hal itu Ayah lakukan demi mengontrol nafsu makan kakak, tetapi kakak sendiri sama sekali jarang berada di sini, sebagai gantinya aku datang kemari sebagai penjaga rumah supaya tidak ada pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan tempat ini sebagai markas mereka "


" Ouh, lalu ?"


" Meski begitu, setiap kali kakak pulang dia selalu saja makan apa pun yang ia lihat, tidak peduli itu makanan atau Batu sekalipun "


" Kau serius, Batu ?"


" Ya, aku sebenarnya sudah meneliti penyakit yang di derita oleh kakak tapi aku tersendat di beberapa titik "


" Kau sangat menyayangi kakak mu ya ?"


" Tentu saja dia kan kakak ku "


" Tapi ada beberapa hal yang aku tidak habis pikir "


" Biarkan aku mendengarnya "


" Ketika aku memeriksa mayatnya tadi, aku yakin jantungnya sudah hancur, meskipun kalian itu Vampire sekalipun bukankah akan berubah menjadi debu ?"


" Dalam kasus kakak, tubuhnya tidak akan pernah mati meski tercincang menjadi potongan kecil sekalipun. Itu disebabkan oleh kelainan energi sihir yang dimilikinya semenjak lahir. Meski tubuhnya tercerai berai ke segala penjuru dunia sekalipun, pasti akan kembali seperti sedia kala "


" Bukankah itu sedikit menyeramkan ?"


" Ya, aku sampai sekarang juga memikirkan berapa menderitanya kakak "


" Lalu bagai mana dengan mu, apa kalian juga sama ?"


" Berbeda dengan ku yang kebal dengan serangan Sihir, kakak itu kebal terhadap serangan Fisik. Seperti yang tadi kubilang mau sekecil apapun dan se fatal apapun ia di tebas, selama itu bukan Pedang Suci, Tubuhnya akan kembali seperti semula"


" Hah... Sekarang aku mengerti, Maaf tadi aku sudah mengancam mu " Tunduk Rion Meminta maaf.


" Tidak tidak tidak, aku juga salah karena telat menjelaskan. Lagi pula... Aku senang kau marah demi kakak ku " Anak itu malu sembari menggaruk pipinya yang tidak gatal.


" Hoho.. SISCON "


" Aku tidak mengerti apa itu, tapi sepertinya aku merasa kesal "


" Hahaha, tenang itu adalah pujian "


" Begitu kah ? "


" Begitulah, tapi kembali ke ceritamu yang tadi. Menurut pemikiranku alasan mengapa Kakak mu punya keinginan untuk makan dan tidak bisa kenyang adalah karena keunikan di darahnya "


" Coba jelaskan ?"


" Nutrisi "


" Nutrisi ?"


" Ya, Coba kalian pikirkan baik-baik. Kalian berdua adalah Vampire pasti tidak bisa hidup tanpa Darah kan ? Terlebih dalam kasus kakakmu, kemungkinan dia membutuhkan Nutrisi dari darah yang tepat "


" Eh ?" Louis terkejut Mendengar Seorang bicara darah pada Vampire secara langsung.


" Hey Manusia, tidak... Dwarf. Jadilah pengantin ku"


Lisa yang tadi terlihat sedang tertidur, kini secara tiba tiba sudah berada di pangkuan Rion dengan wajah manis dan menggoda imannya.


Terlebih dia sudah melamar Rion di depan Adiknya sendiri.


Dan sebagai tanda ia sudah bertunangan.


Lisa memberikan Kiss Mark di leher Rion tanpa persetujuan Rion.


"" EEEH.... !!! ""