
" Master, saya sudah membawanya "
Rion dibawa ke suatu ruangan dengan pintu besar dengan ukiran cantik.
Menurut pengalamannya dalam game ruangan mewah dengan desain berlebihan seperti ini adalah Ruangan Master Guild. Dan benar saja, ketika mereka di persilahkan masuk, Rion bisa melihat Plakat Nama di atas meja seseorang yang sedang duduk di kursi yang besar, di sana bertuliskan GUILD MASTER dengan Huruf Kapital.
Meskipun disini mereka menggunakan Huruf mereka sendiri tetapi baru kali ini Rion melihat ada tulisan dengan Alfabet Kapital setelah sekian lama.
Dan Rion juga melihat sosok yang ia kenal di sana, sedang meneguk teh dan duduk santai di sofa dengan satu kaki di atas paha, mempertontonkan paha mulus putih yang menggoda birahi.
" Aku baru ingat ada urusan, aku akan datang lagi, permisi. " Rion langsung balik badan dan hendak mengambil langkah seribu.
" Mengapa tidak masuk dan bersantai sebentar, Rion san ?"
" Ah. Guild Master, Lama tidak bertemu " Rion tertawa garing dan menggosok kepalanya.
" Bukankah kita baru bertemu seminggu yang lalu ?"
" Benar juga, lalu apa yang Guild Master lakukan disini ?"
" Mengapa tidak duduk dulu, bawakan segelas susu untuk anak ini "
" Tolong, yang hangat, di kocok bukan di aduk " Pesan Rion menimpali permintaan Dari Guild Masternya, Mulan.
Petugas tadi menerima pesanan Rion dan pamit undur diri untuk sementara.
" Apa yang Guild Master lakukan disini ?" tanya Rion mengulang Pertanyaan nya yang sebelumnya.
" Seperti yang kau lihat, minum teh "
" Apa di guild tidak ada teh yang tersisa sampai datang ke sini hanya untuk minum teh ?"
" Teh disini sangat enak "
" Baguslah jika memang begitu "
" ..... "
" ..... "
" Bisakah kalian sedikit memperhatikan sekitar, kalian saat ini kalian sedang berada di ruangan orang lain, kalian dengan seenak bicara berdua, mengabaikan ku, lalu diam tidak bicara lagi ?"
" ..... "
" ..... "
" Jangan mengabaikan ku "
" Maaf, teh ini sangat enak. Aku sampai lupa kau ada di sana " Goda Mulan pada Temannya sesama Guild Master.
Guild Master Manis dengan Perawakan Kecil dan telinga nya yang sedikit Runcing ini, terlihat geram mendengar pengalihan Mulan. Karena itu dia beralih ke arah Rion yang menatapnya.
" Jangan hiraukan aku, aku hanya sebutir debu " Rion juga mengelak dengan cara kekanak-kanakannya.
" Kalian berdua jangan mengabaikan ku !!"
" Lalu ada perlu apa aku di panggil ?"
" Ini " Guild Master yang belum di ketahui Namanya itu Mengetuk-ngetuk kartu Petualang Rion yang ada di atas Meja.
" Apa ada yang salah ?"
" Tidak ada yang salah, hanya saja aku tidak percaya dengan semua data yang tercatat disini " Lanjut Guild Master yang Loli.
Rion melirik ke arah Guild Master Mulan, tetapi Wanita itu sama sekali tidak tertarik. Tanpa Rion sadari, wanita di depannya ini, dia adalah orang yang paling bertanggung jawab atas masalah ini.
Melihat Rion masih menatapnya, Mulan sengaja mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sungguh tidak bertanggung jawab.
" Lalu apa yang anda ragukan dari data tersebut ?"
" Semuanya "
" Apa maksud anda semuanya ?"
" Semua catatan penaklukan terasa janggal, tidak mungkin ada petualang solo yang mampu menyelesaikan semua Misi Rank Atas dengan kesuksesan 100% "
" Waw, dejavu "
" Bukannya aku tidak percaya, Aku hanya tidak ingin Percaya saja "
" Eh ?! Maksudnya ?"
Guild Master Loli menghela nafas panjang sebelum angkat bicara.
" Ketika kau naik Kemari pasti ada tatapan Tidak enak yang tertuju pada mu bukan ?"
" Heee... Ya ada beberapa "
" Itu lah yang ku maksud, mereka hanyalah sekumpulan mahluk sombong yang bangga hanya karena punya peralatan sedikit berkilau saja, seharusnya mereka belajar dari mu "
" Tolong jangan bawa aku kedalam Masalah Internal Guild anda, Aku kemari hanya untuk mencoba keberuntungan apa aku bisa lulus ujian kenaikan Rank atau tidak ?!"
" Sebelum itu, ini... Aku sama sekali belum pernah Melihat lambang Guild seunik ini sebelumnya "
" Benar, saat pertama kali kau datang ke Guild, Kamipun sampai dibuat penasaran, aku juga sudah membaca semua arsip di Guild, namun sama sekali belum pernah melihat Lambang seperti ini. Bisa kau jelaskan ?" Mulan menimpali perkataan temannya karena sama penasarannya.
" Gawat !!"
" Rion san, isi hatimu kedengaran "
" Ghahat !!"
" Kau tidak perlu mengulangnya dengan menutup mulut mu, jadi apa kau mau cerita sekarang. Melihat reaksi mu barusan aku yakin kau sedang menyembunyikan sesuatu, tergantung jawabanmu. Kami akan menentukan nasib mu hingga detik ke depan "
Mulan sudah siap siaga dengan ranting melingkar yang diyakini adalah Wand tipe serangan tanpa rapalan, Loli dengan pedang besar yang sama sekali tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya juga siap siaga.
" Hah... "
" Apakah ******* mu itu menandakan jika kau memilih jalan kekerasan ?" Tanya Mulan mengkonfirmasi.
" Aku mengerti, aku akan cerita. Tapi bisakah menyuruh mereka keluar dulu ?"
Sebenarnya tidak ada siapa-siapa lagi di dalam ruangan itu selain mereka bertiga, tetapi Rion meminta secara tidak langsung agar para pengguping yang bersembunyi, untuk pergi meninggalkan mereka bertiga.
Guild master Loli tertawa sangat keras karena tidak menyangka Rion mengetahui ada orang lain yang bersembunyi di ruangan itu.
" Seperti yang kalian dengar "
Mendengar perintah Dari Guild Master, beberapa orang dengan pakaian hitam keluar dari bayangan beberapa Objek yang ada di ruangan.
Mereka secara sukarela pergi keluar lewat Pintu masuk sembari memberikan tatapan tajam kepada Rion.
" Kau juga, Konoha Chan "
" Eh ?! " Konoha yang terkejut namanya di panggil oleh Rion, secara tidak sadar membuka kamuflase nya.
Dan benar saja, gadis Ninja yang seksi dengan pakaian terbuka itu muncul secara instan di belakang Guild Master Mulan.
" Sejak kapan ?"
" Hee... Kau ingin tau ?"
" Tidak jadi "
Konoha dengan lesu berjalan keluar.
" Sekarang, apa kau akan cerita ?" Guild Master Loli memaksa Rion untuk menceritakan rahasia yang disembunyikannya, sampai menyuruh semua pengawalnya untuk pergi.
" Belum, sebelum satu orang yang lainnya keluar "
" Cih "
" ..... "
Orang yang Rion maksud kemudian keluar dari bayangan dirinya dan hanya diam memandang jauh ke dalam mata Rion seakan sedang menyelam kedalam pikiran Rion.
Namun karena ia sama sekali tidak menemukan niat buruk dari sorot mata Rion, maka dia menyerah dan berjalan pergi keluar dari Ruangan.
" Aku tidak menyangka kau bisa menemukan mereka semua secepat itu " Puji Guild master Loli.
" Anggap saja aku sedang beruntung "
" Ya terserah lah, sekarang kejutkan kami dengan rahasiamu " Desaknya kemudian.
Rion duduk di sofa berhadapan dengan Kedua Guild Master yang menawan dengan pesona mereka masing-masing.
Rion menceritakan Awal mulai dia bertemu dengan Izumi di dalam game, tanpa memberi tahu jika itu adalah sebuah game.
" Sebenarnya kami bukan berasal dari Dunia ini "
"" !!? ""
" Guild ini adalah hasil kerja keras kami yang sudah kami bentuk sedari masih berupa kelompok kecil"
" Awalnya hanya aku dan Izumi, lalu Momo datang bergabung, kami bertiga berteman baik dan selalu membentuk party yang sama, lama kelamaan banyak petualang lain yang penasaran atau hanya sekedar ingin beradu kemampuan dengan kami, namun karena kami mempunyai kesamaan dalam beberapa aspek akhirnya kami semua sepakat untuk menjadikan kelompok ini sebagai sebuah Guild."
" .... "
" Pihak kerajaan pun juga sudah mengakui kemampuan kami dan layak untuk di jadikan sebuah Guild "
"..... "
" Namun, suatu hari. Rin yang kukira hanyalah Teman sedari kecil yang selalu manja, ternyata adalah Manusia dari dunia lain dan juga adalah Putri dari Seorang Duke. Gadis itu ternyata tengah dalam pelarian, ada bangsawan mesum yang berniat buruk padanya. Hingga pada suatu hari bangsawan itu mengirim kan beberapa Monster ke Dunia kami, aku hampir mati saat itu. Tapi aku lebih tidak ingin dia di ambil dari ku hingga suatu kekuatan dari dalam tubuhku muncul mengamuk, beruntungnya aku berhasil menggagalkan aksi penculikan itu "
"" ..... ""
" Tetapi, ketika melihat aku yang terluka karena berusaha melindunginya, Gadis itu memilih untuk menghadapi Bangsawan itu dengan kekuatannya sendiri dan berkata 'aku akan Pulang' "
"" ..... ""
" Sebagai teman sedari kecil, aku tau dia tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa orang lain disisinya, karena itu aku di latih oleh Bibi ku dan jadilah aku yang sekarang "
"" ..... ""
" Master ?"
" Ada banyak kejanggalan dari ceritamu "
" Ke.. Kejanggalan ?"
" Ya, ini tidak sesuai dengan apa yang sudah kami dengar dari Mimio "
" Terserah jika para Master tidak percaya, yang jelas..., eh ? EH ?! EH !!!! "
Rion terkejut bukan main ketika Tiba-tiba saja nama Ibunya di sebut. Keringat sebesar biji jagung muncul dari dahinya ketika kebohongan yang sudah ia karang sedemikian rupa dengan otak super komputernya terbongkar dengan mudah, hanya karena satu Nama saja."
" Eeeh, aku ingat ada urusan mendadak " Rion beranjak dari sofa, dengan keringat dingin di dahinya.
" Mengapa kau tidak duduk sebentar lagi saja ?" pinta Guild Master Loli dengan nada menekan.
Rion tidak dapat mengelak lagi. Perasaannya campur aduk antara cemas dan bingung.
Mengapa Ibunya sampai bisa punya kenalan Dua orang yang menjabat sebagai Guild Master. Rion juga baru sadar, ketika dirinya di paksa mengambil misi sebagai pengawas ujian pun Ibunya ada di sana, dia sama sekali tidak memikirkan alasan mengapa ibunya bisa di sana waktu itu.
" Heh ? Ibu bilang a.. Apa ?"
" Semuanya "
" Semuanya ?"
" Ya, semuanya "
" Semuanya itu a.. Apa ?"
" Menurut mu apa, Rion kun ?"
" Hee.. Apa ya ?"
" Jangan, 'hee.. Apa ya' Padaku "
Sampai saat ini, mulai dari kebohongan Rion terbongkar hingga detik ini, kedua Guild Master dihadapannya sedang menatapnya dengan senyum penuh arti.
" Gennnieee Chaaaan !!"
Dengan suara lantang namun lucu, seorang gadis berperawakan Kecil Lucu mendobrak Pintu Ruangan Guild Master yang mereka gunakan sekarang.
Rion kenal betul suara itu, senyum di wajah itu, hingga postur tubuh itu.
Badannya kamu dengan mulut terbuka.
" Oowh, Nee Sama. Kami sudah menunggu mu "
" Nee ? Sama? " Rion semakin tidak percaya dengan kebetulan yang seperti kebohongan ini. Di dalam hatinya ia berteriak 'skenario buruk macam apa ini ?'.
" Ricchan, apa kau menunggu lama ?, apa kau sudah bertemu dengan Bibi mu, kalian bicara apa saja selagi menunggu ku ?"
" Bibibibibi ?"
" Ricchan, bicara mu kacau, apa kau demam ?"
Mengabaikan Perkataan Ibunya yang semakin membuat nya kacau, dia mendorong tubuh kecil ibunya yang memeluk punggungnya, lalu kemudian menarik Ibunya untuk duduk tepat di sebelahnya.
" Kya.., Ricchan. Aku lebih suka jika kau menggendong ku seperti seorang Putri loh"
Mimio yang secara tidak sengaja sudah membuat suasana yang sebelumnya keruh dan semakin diperkeruh, membuat Rion Naik pitam dan menuntut kebenaran dari mulut kecil Ibunya yang tidak bisa di rem itu.
" Ibu, tolong ceritakan semua yang Ibu sembunyikan dari ku tanpa satupun yang ibu tutup tutupi. Aku mohon !"
" Genie ?" Mimik, Ibunya Rion berbalik dan menatap tajam kepada Guild Master yang baru saja di ketahui namanya Genie itu.
" Aku belum bilang apa-apa " Guild Master yang di panggil dengan Genie oleh Mimio mengangkat kedua bahunya.
" Baiklah, tapi aku tidak bisa menceritakan semuanya " Mimio membuat tanda silang di bibirnya menggunakan dua jari telunjuknya.
" Semuanya !!" Tuntut Rion tidak mau di bantah.
" Iiih, Ricchan terlalu memaksa, Ricchan sudah berubah jadi anak nakal, Ibu tidak suka Ricchan jadi anak nakal "
Rion tidak bisa memenangkan perdebatan dengan ibunya jika Ibunya sudah mengeluarkan jurus Andalannya. Pipi kembung dengan tangan di pinggang.
" Aku menyerah, tetapi setidaknya. Beritahu aku apa yang sudah Ibu katakan kepada 2 Mahluk yang sedari tadi tidak membiarkan aku pergi ini "
" Berani sekali kau bicara seperti itu di depan orangnya langsung " Genie tersenyum dengan kecut.
" Kalau itu tidak masalah. Sebenarnya Aku dan Genie adalah saudara kandung, hump " Dengan sombongnya Mimio mengatakan hal besar itu secara enteng.
" Sebentar, Guild Master ?" Kali ini Giliran Rion yang beralih menatap Genie untuk meminta konfirmasi.
" Itu benar, Mimi-nee adalah kakak kandungku. Kami lahir dari rahim yang sama dan Ibu yang sama juga. Ngomong-ngomong Umurku tahun ini sudah 111 Tahun " Celoteh Genie santai.
" Hahaha, 111 tahun... Serius ?"
" Yup !!"
" Boleh aku tau, Ras mu "
" Dwarf "
Ting... Terdengar bunyi bell yang nyaring dari kepala Rion. Matanya kehilangan warnanya, begitupun dengan tubuhnya yang mulai memutih dan perlahan terkikis seperti pasir.
Pupus harapannya untuk menjadi Tinggi, setelah mengetahui kenyataan bahwa dirinya adalah keturunan dari Dwarf.
Tidak mengherankan jika Ibunya terlihat Mungil dan menggemaskan hingga menurun ke semua anak-anaknya.
" Ricchan, kau tidak apa-apa ? Halo, oooy ?" Mimio melambaikan tangannya di depan wajah Rion yang mulai kehilangan warnanya.
" Tinggi ku " Hati Rion menangis
" Tinggi ?, ah. Aku mengerti, kau pasti cemas tinggi mu tidak sama dengan Dwarf yang lain dan takut akan di kucilkan, bukan ? Tenang saja, tidak semua Dwarf itu tidak bisa tinggi " Ucap Mimio menyemangati Putra nya yang mempunyai masalah dengan tinggi badan.
Rion yang mendengar kabar bagus dari Ibunya, kembali bersemangat. Masih ada secercah harapan baginya untuk menjadi lebih tinggi dari yang sekarang.
" Benarkah ?"
" Unn... " Mimio mengangguk semangat
" Ow, selamat Rion san " Ejek Mulan santai
" Tapi sejauh ini, Ricchan lah yang paling tinggi "
Mimio yang tidak sadar sudah menginjak Ranjau darat yang sedang di jinakkan itu secara beruntun telah menginjak dan memicu ledakan lainnya, hingga membuat jiwa Rion mulai terkikis sepenuhnya dan terombang ambing di udara.
" Bukankah itu bagus, kau menjadi Dwarf pertama yang bisa mencapai 160 Cm sepanjang sejarah" Goda Genie.
" 163 Cm, jadi tolong di catat !"
" Yah, perbedaan 3 senti itu bukan apa-apa, Terima saja "
" Bagiku ku itu adalah segalanya"
Akhirnya Rion menemukan Rahasia lainnya keluarganya yang selama ini selalu disembunyikan dari dirinya.
Dengan cara yang sepele itu juga Rion juga menemukan Nasib pertumbuhan tinggi badannya yang tipis harapan.
Namun ada satu hal tidak ia ketahui. Ibunya masih menyembunyikan satu rahasia besar lainnya, yang akan merubah jalan berat yang akan mempengaruhi Nasibnya dan Nasib seluruh Negri ke depan.
*****
Di tempat lain dan di waktu yang bersamaan pun, 6 orang yang masih belum di ketahui indentitas nya, juga tengah menanti Nasib mereka kedepannya.
Akankah mereka semua dipertemukan ? Lalu apa yang akan terjadi ketika ketujuh orang yang akan mengemban beban besar di bahu mereka ini ? Apakah akan ada musuh besar yang mengharuskan mereka untuk turun tangan ? Dan siapa Musuh besar itu ?
Itu hanya Tuhan yang tau, tidak satupun Mahluk yang mengetahui jalan pikiran Tuhan.