
Setidaknya, hari ini Aku bisa melewati Hari Pertama Sekolah dengan tenang. Entahlah di kemudian hari. Aku harus bersiap menghadapi segala resiko yang akan terjadi.
Bodoh! Aku cukup menyesalinya, bukan karena Aku takut dengan ancaman Seika, tapi kenapa di hari pertama ini Aku memberikan kesan buruk kepada Teman-teman satu Sekolah?
"Yumiko, bagaimana dengan Hari Pertamamu di Sekolah? Apakah menyenangkan?" Ayah bertanya padaku saat Kami sedang Makan Malam.
"Iya, Yumiko senang sekali."
"Apakah Kamu sudah mendapat banyak Teman? Apa Mereka semua baik sama Kamu?" Tante Aiko menimpali.
"Yumiko baru kenalan dengan seorang Teman, namanya Yui Yamazaki. Dia sangat imut dan ceria."
"Wah, kapan-kapan ajak Yui kemari, ya?" ujar Tante Aiko.
"Iya, Tante. Setelah Kami semakin akrab. Aku akan akan mengajaknya ke Rumah."
"Baguslah! Ayah yakin, Kamu bisa cepat beradaptasi di Sekolah Barumu. Ayah harap, kejadian yang dulu tidak terulang lagi."
Maaf Ayah, sepertinya Aku tidak bisa mengabulkan harapan Ayah. Aku sudah tercebur kedalam masalah itu. Jika suatu hari Ayah tahu, Aku ingin mengatakan kalau Aku hanya tak ingin ditindas seperti dulu lagi. Karena, Aku bukan Yumiko yang dulu.
Keesokan harinya ...
Hari ini ada Pertandingan Basket antar Sekolah. Para Siswi begitu histeris menanggapinya. Yui bilang, Mereka sudah tidak sabar untuk melihat sang Kapten Basket bertanding. Kutanya siapa? Kebetulan sekali Ia lewat tepat dihadapanku, dimana Aku sedang berdiri di depan kelas bersama Yui.
"Yumiko, itu Dia orangnya! Namanya Hiro Watanabe. Dia terkenal sangat dingin, kaku dan tampan."
Hiro Watanabe, Ia berjalan tanpa melirik. Ia berjalan seolah tak ada Orang lain disekitarnya. Sepertinya, Yui sangat menyukai Hiro. Dari tatapannya saja Aku sudah tahu, Yui bukan hanya sekedar mengagumi sebagai fans, tapi Ia juga menyukainya.
"Yumiko! Ayo, Kita ke Lapangan sekarang!" Yui menarik tanganku dengan paksa. Sebenarnya Aku malas menonton Pertandingan Basket. Tapi, demi menemani Yui, Aku ikuti saja apa maunya.
Lapangan Basket sudah dipenuhi Penonton. Mayoritas dari Mereka adalah Siswi yang mengidolakan Hiro.
Sebelum Pertandingan dimulai, acara dibuka dengan menampilkan sekelompok Cheerleader. Sorak Sorai penonton bersahutan. Karena, di dalam anggota Cheerleader ada Seika dan Teman-temannya. Seika dan Teman-temannya begitu tampil sexy dan menawan. Para Penonton, terutama Para Siswa, begitu sangat antusias melihat penampilan dari Seika, Miu dan Hikari.
Saat Pertandingan dimulai, Para Penonton semakin histeris memberikan dukungan pada Perwakilan Tim Basket Sekolahku. Termasuk Yui, Ia begitu bersemangat memberi dukungan khusus kepada Hiro. Namun, ada sesuatu yang janggal, saat waktu istirahat bermain, sesekali Hiro melirik kearah Yui sambil tersenyum tipis. Kulihat kearah Yui, Ia pun tersenyum manis pada Hiro. Dan, sesekali Yui memberikan isyarat kepada Hiro, yang mungkin khusus Mereka berdua saja yang tahu.
Ya, kuharap Mereka memiliki hubungan khusus. Yui sangat cantik dan juga imut, selain itu, Dia juga selalu bersikap ceria meskipun Ia kerap ditindas oleh Seika dan teman-temannya. Yui begitu kuat, Ia begitu sabar. Maka dari itu, Aku ingin sekali melindunginya. Yui lah yang pantas mendapatkan Hiro, bukan Seika.
"Yui, Aku mau ke Toilet sebentar."
"Baiklah, nanti Kamu kembali lagi kesini, ya?"
"Oke!"
Sebenarnya, Aku bukan ingin ke Toilet. Tapi Aku ingin pergi ke Kelas. Aku lelah karena terlalu lama berdiri, apalagi cuaca begitu panas.
Koridor Kelas tampak lengang. Sepertinya, hampir seluruh Siswa dan Siswi menonton Pertandingan Basket. Hawa di kelas pasti terasa Panas. Mungkin, sebaiknya Aku pergi ke Perpustakaan. Aku mengantuk dan ingin tidur sebentar.
Saat Aku memasuki Perpustakaan, suasananya begitu sepi. Mungkin hanya ada beberapa Siswa dan Siswi yang sedang mengerjakan tugas atau hanya sekedar membaca buku.
Aku berpura-pura mengambil sebuah Buku untuk kubaca, dengan tujuan agar tidak terlalu mencolok jika niatku datang ke Perpustakaan hanya sekedar untuk tidur sebentar.
Akhirnya, Aku melupakan janjiku pada Yui. Aku tertidur di Meja Perpustakaan. Entah berapa lama Aku tertidur. Karena, Aku sempat bermimpi bertemu dengan seorang Laki-laki yang sangat tampan. Ia begitu dingin dan sikapnya begitu cuek. Namun, dalam mimpi tersebut, Aku merasa jantungku berdebar sangat kencang. Ya, Aku jatuh cinta pada Seorang Laki-laki yang muncul di dalam mimpiku.
Aku membuka mata perlahan, kudapati sekaleng minuman soda. Dan, tepat disampingku seorang Laki-laki sedang duduk sambil membaca buku. Ia sepertinya tidak asing.
"Akira?" ujarku dengan suara khas saat bangun tidur.
"Hai! Sudah bangun? Kalau masih mengantuk, tidur lagi saja."
"Hmm—" Aku menggeliatkan tubuhku yang sempat kaku.
"Kamu sedang apa disini?" tanyaku.
"Jelas saja lagi baca buku. Bukan tidur."
"Ini, minuman siapa?"
"Untukmu. Kamu pasti haus karena habis panas-panasan di Lapangan. Terus, sampai tertidur di Perpustakaan."
"Terima kasih, ya?"
"Sama-sama."
"Oh ya, sekarang sudah jam berapa? Pasti Aku tertidur lama. Yui pasti sedang mencariku. Aduh, bagaimana ini?"
"Sudah jam 11. Hari ini tidak ada jam belajar, karena sedang ada Pertandingan. Dan, Yui masih sibuk di Lapangan. Aku jamin, Dia akan mencarimu ketika Pertandingan selesai."
"Ah, tetap saja Aku enggak enak sama Yui. Dia pasti sudah lama menungguku. Kalau begitu, Aku pergi dulu, ya! terima kasih untuk minumannya!" Aku segera pergi meninggalkan Akira yang masih setia membaca buku.
Saat Aku keluar Perpustakaan, Yui menemukanku, "Yumiko! Ya Tuhan, dari tadi Aku mencarimu. Kamu kemana saja? Kupikir Kamu tersasar di Sekolah ini."
"Yui, Maaf, Aku ketiduran di Perpustakaan."
"Hah? Bagaimana bisa?"
"Itu —"
"Ya sudah, Kita kembali lagi ke Lapangan, yuk?"
"Oke."
Lagi-lagi, Yui menarik tanganku. Ia memintaku berjalan lebih cepat. Ia sudah tidak sabar ingin segera menonton Pertandingan.
"Yui!"
"Ya, ada apa?"
"Ini, berikan pada Hiro setelah Ia selesai bertanding!" Aku memberikan minuman soda kaleng yang diberikan oleh Akira.
"Lho, ini kan minuman kesukaan
Hiro. Kenapa Kamu bisa tahu?"
"Oh, itu, barusan Akira memberikan untukku saat di Perpustakaan."
"Kenapa bukan Kamu saja yang minum?"
"Aku tidak terlalu suka minuman soda. Kalau Kamu suka, Kamu saja yang minum!"
"Ah, tidak. Aku juga tidak suka minuman soda. Lebih baik, Aku berikan saja pada Hiro!" Yui menatap minuman soda kaleng sambil tersenyum. Sepertinya, Ia sedang membayangkan sesuatu tentang Hiro.
"Ehem— sepertinya, ada rahasia antara Kamu dan Hiro. Ayo, mengaku?" candaku.
"Ti-tidak. Tidak ada apa-apa," Yui menjadi gugup ketika kutanyakan hal itu padanya. Wajahnya pun tersipu malu.
Ya, sudah jelas. Pasti Yui dan Hiro ada hubungan khusus. Mungkin, inilah kenapa Seika berusaha terus mengintimidasi Yui. Rupanya, Seika tidak bisa menerima jika dirinya memiliki saingan, apalagi saingannya itu adalah Yui yang sangat cantik dan imut.
Kegiatan hari ini cukup melelahkan bagiku. Ditambah lagi, Aku harus mengayuh sepeda saat pulang ke Rumah. Aku meminta Ayah untuk membelikanku Sepeda. Karena, Aku tak ingin merepotkan Ayah jika setiap hari harus mengantarkanku pergi ke Sekolah. Apalagi, lokasi Sekolahku dan Kantor Ayah berlawanan arah.
"Yui, Aku pulang dulu, ya!"
"Iya, hati-hati Yumiko!"
Angin Sore membelai rambutku yang panjang mengurai. Rasanya, hawa Sore sangat sejuk, dan Aku begitu menikmatinya.
Aku turun dari Sepeda, dan mencoba berjalan sambil menuntun Sepedaku. Saat Aku sedang asyik melihat pemandangan, tiba-tiba saja seorang Laki-laki berlari menghampiriku. Nafasnya tersengal-sengal, sepertinya Ia sedang dikejar oleh seseorang atau mungkin lebih.
"Tolong! Bawa Aku! Selamatkan Aku!"