
Perjalanan yang cukup panjang untuk sampai ke titik ini. Akhirnya, Aku bisa menikmati masa-masa indah Sekolahku di Jepang. Aku memiliki Keluarga yang mencintaiku, teman-teman yang sangat peduli dan menyayangiku. Lalu, Ryu yang selalu ada untukku dan mencintaiku dengan tulus.
Musim panas telah tiba, Kami ber-enam kompak merencanakan pergi ke Disneyland. Impianku akhirnya terwujud. Aku bisa pergi ke Disneyland meskipun Aku belum pernah ke Dunia Fantasi saat masih di Indonesia.
Aku mengambil Hikmah dari pengalamanku di masa lalu. Aku berterima kasih pada diriku sendiri karena sudah menjalani masa-masa sulitku. Apalagi, ada Ryu yang selalu mendukungku. Kisah cinta Kami seindah musim semi.
Satu tahun berlalu...
Kami semua lulus dengan hasil yang memuaskan. Kami pun kompak untuk melanjutkan Kuliah di Universitas yang sama. Hanya saja, Jurusan yang Kami ambil berbeda.
Aku dan Yui mengambil jurusan Bisnis dan Manajemen. Seika mengambil jurusan Hukum, Akira mengambil jurusan Kedokteran, sedangkan Hiro mengambil jurusan Ilmu Komputer, sama seperti jurusan Ryu. Dan Ryu, Dia melanjutkan Kuliah S2 di London. Kami terpaksa harus hubungan jarak jauh. Namun, Kami tetap menjalani hubungan Kami dengan baik. Kami selalu menyempatkan diri untuk melakukan panggilan video. Selain itu, Ryu hanya bisa pulang ke Jepang 1 tahun sekali. Intinya, harus saling percaya dan komunikasi yang baik.
Selama menjalani masa Kuliah, Kami lebih fokus Belajar dan mengejar nilai terbaik. Kami sudah melewati masa-masa sulit dan indah bersama-sama. Terkadang, ingin rasanya Aku kembali ke masa-masa SMA.
"Yumi-chan, apakah Kamu ingin ikut menonton film bersama Kami?" Mereka ber-empat mengajakku pergi ke Bioskop.
"Tidak! Aku tidak mau menjadi obat nyamuk!"
"Baiklah. Kami minta maaf, ya! Kami pergi dulu!"
"Ya, silahkan!"
Mereka pun pergi meninggalkanku yang masih duduk dibangku taman Kampus. Aku melihat ponselku, Ryu belum juga membalas pesan yang kukirimkan dari semalam. Hmm, mungkin saja Ryu sedang sibuk.
"Yumiko!" seorang Pria menghampiri dan memanggil namaku. Namanya adalah Ken. Dia Kakak tingkat semester 7 di jurusan yang sama denganku.
"Ya, ada apa, Kak?"
"Aku menyukaimu! Maukah Kamu berkencan denganku?"
"Maaf, Kak. Saya sudah punya Kekasih! Terima kasih karena Kakak sudah menyukaiku!" Aku membungkukkan badan untuk menandakan jika Aku menghargainya. Selain itu, agar Ken tidak memiliki rasa dendam padaku karena Aku telah menolaknya.
"Oh, begitu ya! Aku minta maaf! Permisi!"
Ken pergi dengan wajah kecewa. Aku mengerti bagaimana perasaan di tolak cintanya. Namun, Aku tidak ingin memberikan harapan padanya. Aku ingin tetap setia pada Ryu.
Dua tahun berlalu...
Kami sudah berada di tahun ketiga masa Kuliah Kami. Ryu berkata, jika dirinya menjalani Kuliah S2 selama 2 tahun, dan itu artinya Ia akan pulang ke Jepang tahun ini. Ah, Aku sudah tidak sabar. Selama 2 tahun ini, Kami hanya bertemu sebentar saja, itupun hanya satu tahun sekali. Namun, semua itu justru semakin menguatkan rasa cinta Kami satu sama lain dan kesetiaan Kami benar-benar diuji.
Aku melihat ponselku, sudah 2 hari ini Ryu tidak membalas pesan dariku. Ryu kemana? Sejujurnya, Aku sangat mengkhawatirkan dirinya. Dia pun tidak memberi kabar tentang kepulangannya. Aku ingin bertanya pada Yui, hanya saja Aku malu untuk menanyakan hal itu.
Hah! Ternyata rindu itu membuat dadaku menjadi sesak. Aku benci kerinduan. Aku ingin bisa selalu ada di dekat Ryu. Rindu membuatku tersiksa. Dan tanpa sadar, Aku menitikkan air mata.
Triingg....triingg...
"Halo, ada apa Yui-chan?"
"Yumi-chan, Kamu dimana?"
"Aku sedang tiduran di Rumah."
"Hei, Kamu ini bagaimana? Hari ini kan Kamu Ulang Tahun!"
Astaga! Aku sendiri sampai lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunku. Jujur saja, Aku masih belum melupakan kenangan pahit saat ulang tahunku yang ke 18. Tak terasa, sudah 4 tahun berlalu, namun Aku belum bisa melupakan kenangan itu.
Satu sisi, Aku bahagia karena selama ini Keluarga dan teman-temanku selalu merayakan ulang tahunku meskipun secara sederhana. Tapi di sisi lain, Aku sangat merindukan Bunda. Bunda meninggal tepat di hari ulang tahunku
"Oh ya? Aku sendiri sampai lupa hari ulang tahunku."
"Hmm—ya sudah. Segera datang ke Cafe tempat biasa Kita kumpul. Kami sudah menunggumu disini. Kami ingin menagih traktiran darimu. Hahahaha!"
"Iya, iya! aku segera kesana! Tunggu 15 menit lagi!"
Aku bergegas mengganti pakaian dan pamit kepada Ayah dan Ibu. Untung saja masih sore hari, jadi Ayah masih memberikan izin untukku. Ayah hanya khawatir jika Aku pergi di malam hari, akan terjadi kejadian yang sama seperti 3 tahun yang lalu.
CAFE CLOVER
"Selama datang!" seorang Pelayan Wanita menyambut kedatanganku.
Aku pun membalas dengan senyuman pada Pelayan Wanita tersebut.
"Yumi-chan, disini!" Yui melambaikan tangan padaku.
Yui sedang duduk bersama Akira dan Hiro. Lalu, dimana Seika? Oh ya, mungkin saja Seika sedang ke Toilet.
Entah kenapa Aku merasa sangat sedih. Dihari ulang tahunku, Ryu tidak ada disini. Tapi, Aku tidak boleh bersedih. Mereka sudah meluangkan waktu untuk merayakan ulang tahunku meskipun dengan cara sederhana. Mereka memang sahabat terbaikku.
Aku melihat kearah Meja Makan, rupanya telah tersedia berbagai menu makanan. Ternyata Mereka sudah menyiapkan semuanya untukku.
"Yumi-chan, silahkan duduk!" Yui mempersilahkanku untuk duduk di kursi paling ujung.
"Teman-teman, terima kasih, ya! Aku jadi terharu!" tanpa sadar Aku menitikkan air mata bahagia.
"Oh ya, dimana Seika?"
"A-Ah itu, Dia sedang pergi Toilet. Kita tunggu saja!
Ya Tuhan! Aku sangat terharu. Selama Aku berteman dengan Mereka, selama itu pula Aku selalu mendapatkan kebahagiaan. Semoga persahabatan Kami terus terjalin hingga Kami tua.
Aku kembali melihat ponselku, rupanya belum juga ada balasan dari Ryu. Ya Tuhan, dadaku rasanya semakin sesak. Tapi, ini bukan moment yang tepat untukku bersedih. Aku tidak boleh menghancurkan moment bahagia saat ini.
Tiba-tiba saja dari arah belakang, Seika membawa sebuah Kue Ulang Tahun dan meletakkannya tepat di depanku.
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday, happy birthday
Happy birthday to you
Yui dan yang lainnya menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untukku. Mereka semua berada dalam posisi berdiri seraya bertepuk tangan. Aku sangat terkejut dan juga terharu. Seika mengangkat tubuhku agar Aku ikut berdiri.
"Yumiko, sekarang ucapkan permohonanmu!" ujar Seika.
"Baiklah!"
'Aku ingin Ryu segera pulang ke Jepang. Aku sangat merindukannya!' itulah permohonan yang kuucapkan dalam hati.
"Sekarang tiup lilinnya!" Yui tampak bersemangat.
Aku pun meniup lilin yang berbentuk angka 22. Dimana kini usiaku sudah genap 22 tahun. Sungguh tak terasa, ini adalah perjalanan panjang hingga mencapai kebahagiaanku saat ini.
"Yumi-chan, lihat ke belakang!"
Jantungku sungguh berdebar kencang. Aku merasa penasaran dan membalikkan badan. Dan ternyata, yang ada tepat dihadapanku saat ini adalah seseorang yang sangat Aku rindukan.
"Ryu!" Aku menangis terharu menyebut namanya.
"Hai, Yumiko!" Ryu tersenyum padaku. Wajahnya semakin tampan dan semakin terlihat dewasa.
Ryu menghampiriku, lalu memeluk tubuhku. Ryu menciumi rambutku dan mengucapkan kata maaf padaku.
"Maaf sudah membuatmu khawatir! Aku hanya ingin memberikan kejutan padamu!"
Speechless? tentu saja. Aku tak sanggup berkata-kata. Yang ada saat ini hanya rasa bahagia. Seketika, Kami menjadi pusat perhatian para pengunjung Cafe.
Aku merasa malu, hingga akhirnya Aku melepas pelukan Ryu. Lalu, Ryu merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil. Ryu kemudian berlutut dihadapanku seraya menengadahkan tangan yang sedang memegang kotak kecil. Perlahan Ryu membuka kotak itu, dan ternyata isinya adalah sebuah cincin berlian.
"Yumiko, bersediakah Kamu Menikah denganku?"
Ya Tuhan! Lagi-lagi Aku diberi kejutan yang sangat tak terduga. Aku menutup mulutku yang menandakan jika Aku benar-benar tidak sanggup berkata-kata lagi.
"Ya, Aku bersedia!" Aku menganggukkan kepala seraya menangis bahagia.
Ryu memakaikan cincin itu di jari manis kiri ku. Sungguh ukuran yang sangat pas untukku. Tapi, bagaimana bisa Ryu mengetahui ukuran jariku?
"Pasti Kamu bertanya-tanya, darimana Aku bisa tahu ukuran jari manis mu?"
"Ya, benar. Dari mana Kamu mengetahuinya?"
"Tahun lalu, saat Aku pulang ke Jepang dan bertemu denganmu. Aku diam-diam menyiapkan kawat lunak dan melingkarkannya di jari manis mu."
"Tapi, kenapa Aku tidak tahu?"
"Waktu itu Kamu tertidur saat sedang menonton Bioskop bersamaku!"
"Ah, iya. Aku ingat! Ya Tuhan, Aku sungguh tidak menyangka. Terima kasih, Ryu! Aku mencintaimu!"
"Ya. Aku juga sangat mencintaimu!"
Ryu kembali memelukku, lalu Ia mencium keningku. Para sahabatku ikut merasakan kebahagiaan yang Aku rasakan. Mereka ikut bersorak Sorai melihat kebahagiaan Kami.
HAI... TERIMA KASIH **KARENA SUDAH SETIA MEMBACA KARYAKU YANG BERJUDUL "YUMIKO" . SEMOGA KALIAN TERHIBUR DENGAN KARYAKU YANG SATU INI, YA!
JANGAN LUPA LIKE, FAV, COMMENT 👍
SELANJUTNYA, UNTUK EPISODE BERIKUTNYA ADALAH EPISODE TERAKHIR.
SELAIN ITU, KALIAN JUGA BISA MEMBACA KARYAKU YANG LAIN YANG TIDAK KALAH MENARIK UNTUK DIBACA.
SAMPAI JUMPA🤗🤗**