YUMIKO

YUMIKO
HAPPILY EVER AFTER



Musim semi tahun berikutnya


Pernikahan Kami akan digelar satu bulan lagi. Meskipun Aku masih harus menjalani satu tahun lagi masa Kuliah, Ryu meminta Ayah dan Ibu agar Aku diizinkan Menikah dengannya.


Awalnya, Ayah merasa sedikit keberatan karena Aku masih menjalani masa Kuliah. Namun, Ryu berusaha meyakinkan Ayah hingga akhirnya Ayah luluh dengan ucapan Ryu.


Malam sebelum Hari Pernikahan, Yui dan Seika datang ke Rumah untuk mengadakan pesta kecil-kecilan sebelum Aku Menikah dengan Ryu.


"Yumi-chan, pasti Kita akan sulit untuk kumpul bersama lagi?"


"Tentu saja tidak. Bukankah Kita akan tinggal dalam satu Rumah? Jadi, Kita bisa bertemu setiap hari. Dan lagi, Seika juga bisa datang setiap saat karena Kalian adalah Saudara Sepupu."


"Tidak! Kak Ryu sudah membeli Apartemen untuk Kalian berdua! Huh, sungguh mengesalkan! Padahal Aku ingin Kamu tinggal di Rumah Kami. Tapi, Kak Ryu sudah terlanjur membeli Apartemen untuk Kalian."


"Yang benar?" tanyaku penasaran.


"Astaga! Aku sampai lupa. Kak Ryu memintaku untuk tidak memberitahukan padamu."


"Yui, Kamu ini bagaimana? Bisa-bisanya rahasia Kakakmu sendiri malah Kau bongkar."


"Ups! Aku kelepasan bicara!" Yui tersenyum malu.


"Hmm—Ya sudah, tidak masalah. Kalian kan bisa lebih sering main ke Apartemen Kami. Kak Ryu pasti tidak akan merasa keberatan."


"Benar juga! Baiklah, Kami akan lebih sering main ke Apartemen Kalian? Bagaimana, Seika? Apakah Kamu setuju?"


"Tentu saja setuju."


HOTEL TOKYO


Hari pernikahan pun tiba, jantungku berdegup sangat kencang. Aku merasa jika Aku adalah Wanita yang paling bahagia saat ini. Aku tak menyangka, semua berakhir dengan indah.


Janji Pernikahan pun terucap dari mulut Kami, dan disaksikan oleh seluruh Keluarga dan Tamu Undangan. Kami saling menyematkan cincin di jari manis Kami.


"Yumiko, akhirnya Aku bisa memilikimu seutuhnya! Aku mencintaimu!"Ryu berbisik padaku saat wajah Kami saling berhadapan.


"Aku juga mencintaimu!" seraya tersenyum bahagia.


Dan Kami pun saling berciuman. Sampai detik ini, Aku tak pernah menyangka jika Aku bisa sampai pada titik ini. Untuk sesaat, Aku terbayang masa-masa kelamku sewaktu masih tinggal di Indonesia. Namun, ingatan itu berakhir ketika Ryu menatapku dengan tatapan lembutnya. Mungkin Ryu bukanlah Pria pertama yang Aku cintai. Tapi, Ryu adalah kekasih pertama dan terakhirku. Aku selalu berharap agar Kami bisa terus bersama sampai Kami Tua. Happily Ever After.


APARTEMEN KAMI


Dua hari kemudian, Kami mempersiapkan barang-barang yang akan Kami bawa untuk Bulan Madu Kami.


"Sayang, apa lagi yang kurang, ya?" ujarku pada Ryu.


"Memangnya Kamu mau bawa berapa banyak? Bawa baju 6 pasang saja sudah cukup. Memangnya disana tidak ada jasa laundry?"


"Sepertinya ada. Tapi, Aku kurang tahu juga."


"Ya sudah, kalau memang tidak ada, Kita bisa beli pakaian baru disana."


"Iya juga, sih! Tapi, bukankah Kita akan Bulan Madu selama satu Minggu?"


"Sayang, bawa seperlunya saja! Terlalu banyak yang dibawa pun bukankah malah lebih repot?"


"Kan ada Kamu yang nanti bawakan koperku!" celetukku.


Seketika Ryu menghentikan aktivitasnya yang sedang memegang laptop sembari mengerjakan laporan. Ia meletakkan laptop miliknya, lalu menghampiriku.


"Apa Kamu bilang? Kalau Kamu mau Suamimu membawakan semua barang milikmu, harusnya Kamu berinisiatif memberikan pelayanan dulu padanya. Bukankah membawa barang-barang itu dibutuhkan tenaga ekstra?" Ryu tertawa licik.


"O-oh, begitu ya!" jawabku malu-malu.


Aku paham maksud Ryu. Namun, Aku mencoba bersikap polos padanya dan berlagak jual mahal. Itu semua Aku lakukan hanya untuk sekedar candaan saja.


Ryu mendorongku dengan lembut keatas kasur, dan dengan sekejap sudah berada diatasku.


"Sayang, apakah menstruasimu sudah selesai?"


"Sepertinya hari ini sudah selesai."


"Yes!" Ryu tampak kegirangan.


Setelah acara Pernikahan, Kami belum sempat merasakan malam pertama Kami. Karena, Aku sedang mengalami masa menstruasi. Ryu akhirnya terpaksa bersabar demi menunggu masa menstruasiku berakhir.


"Tapi, Aku harus membersihkan diri dulu! Sekalian mau mengecek, apakah masih ada darah yang bersisa!"


"Hmm, baiklah!" Ryu mendengus.


Setelah Aku cek kembali, ternyata masa menstruasiku sudah benar-benar selesai. Lalu, Aku segera membersihkan diri. Setelah selesai, Aku keluar dari Kamar Mandi dengan menggunakan handuk kimono.


"Bagaimana?" tanya Ryu padaku.


"Sudah!"


"Akhirnya!"


Ryu segera menghampiriku yang masih berdiri di depan pintu Kamar Mandi. Ryu dengan sigap membopong tubuhku ke atas kasur. Bibir Kami saling berpagut. Kemudian, ciuman itu mendarat di seluruh wajah hingga leherku.


"Ahhhh—Ryu!"


Ciuman itu terus berlanjut hingga sampai pada kedua benda kenyal milikku. Lagi-lagi Aku mend*s*h karena kenikmatan yang Ryu berikan. Ryu menghisap salah satu benda kenyal milikku.


"Aaahhhhhhhh!" Aku semakin menggeliat.


Ya Tuhan! Ternyata, begini rasanya nikmat setelah Menikah!


Ryu membuka handuk kimonoku, Ia memandangi seluruh tubuhku seraya menelan salivanya. Aku pun seakan sudah tidak sabar ingin miliknya berada didalam milikku.


Lalu, Ryu menanggalkan pakaian dan celana yang Ia kenakan. Tubuh Ryu begitu atletis. Dulu, Aku pernah sekali melihat tubuh itu tanpa sengaja, ketika pertama kali Aku menginap di Rumah Yui. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Dan kini, tubuh itu hanya milikku seorang.


Dan Kami berdua pun sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang ditubuh Kami.


"Sayang, Aku sudah tidak sabar lagi!" ujarnya.


Tangan Ryu bergerilya tepat kebagian sensitifku. Semakin lama, semakin Aku tak dapat menahan h*sr*t ku.


Jleb!


"Aaahhhh!" Aku meringis kesakitan.


Ryu terus mencoba mendorong masuk, namun Ia mengalami kesulitan karena belum bisa menembus selaput dara milikku.


"Sakit!"


"Sabar ya, Sayang! Aku akan lebih pelan lagi."


Ryu terus mendorong dengan perlahan, hingga akhirnya milik Ryu berhasil menerobosnya. Ternyata, awal berhubungan itu tidak senikmat yang dilakukan oleh Pemain Film Dewasa. Karena, sebelumnya Kami berdua sempat menonton film itu bersama hanya untuk sekedar pengetahuan saja.


"Sayang, sakit sekali!" Aku masih meringis kesakitan.


"Maaf ya, Sayang! Untuk selanjutnya, Kamu akan merasakan kenikmatan yang sesungguhnya."


Setelah mencapai *******, Ryu berbaring disampingku dan memeluk tubuhku yang masih dalam keadaan polos.


"Istirahatlah! Besok Kita akan melakukan perjalanan jauh!" Ryu mengecup keningku.


"Iya!" Aku pun memejamkan mata.


Belum lama Kami tertidur. Tiba-tiba saja seseorang memencet bel Apartemen Kami.


"Sayang, siapa yang datang malam-malam begini?" tanyaku.


"Entahlah! Aku akan melihatnya!"


Ryu bergegas memakai baju dan celananya, lalu keluar Kamar untuk melihat siapa yang datang. Karena penasaran, Aku pun bergegas memakai piyama dan menyusul Ryu.


"Siapa?" Ryu melihat monitor dan memastikan siapa yang datang.


"Yumi-chan! Kak Ryu! Kami datang!"


"Yui! Seika!" ujarku seraya mengembangkan senyuman.


"Halo, halo! Kami datang!"


"Wah, Akira dan Hiro ikut juga?" tanyaku.


"Tentu saja. Kami kan sudah satu paket. Oh ya, Kami membawa pizza. Mari Kita makan malam bersama."


"Wah, kebetulan sekali Kami belum makan. Terima kasih, teman-teman!"


"Huh! Kalau sudah selesai makan, Kalian harus segera pulang! Lagi pula, untuk apa Kalian malam-malam datang kemari?"


"Kak Ryu tega sekali. Ini kan masih pukul 8 malam. Hmmm, pasti Kak Ryu mau melakukan sesuatu dengan Yumi-chan?" Yui menjahili Ryu.


"Bukan urusanmu!"


"Ih, galak sekali!" Yui bersungut, "Oh ya, apakah Aku boleh melihat-lihat Apartemen Kalian?" mood Yui kembali baik.


"Tentu saja!" jawabku dengan senang hati.


"Tidak boleh! Lekaslah makan, lalu pulang!" Ryu menjawab dengan ketus.


"Sayang, tidak boleh seperti itu! Kita harus menghargai Tamu. Apalagi, Yui adalah Adikmu. Kamu harusnya senang jika Adikmu datang!"


"Hmmmmm!" Ryu menjawab datar.


"Nanti Aku akan kasih service yang memuaskan!" bisikku pada Ryu. Telinga Ryu tiba-tiba memerah dan menjadi salah tingkah.


"Ya sudah. Lakukan saja semau Kalian!"


Ryu akhirnya menyerah dan memilih duduk di Sofa bersama Akira dan Hiro. Sedangkan, Yui dan Seika sibuk melihat-lihat Apartemen Kami.


"Aku akan mengambil minuman untuk Kalian! Kalian lihat-lihat saja!"


"Oke!"


Yui dan Seika berjalan menuju Kamar Kami. Entah mengapa perasaanku tidak enak ketika melihat Mereka memasuki Kamar Kami.


"Aaaakkkkkkhhh!" Yui teriak histeris.


Benar dugaanku! Aku baru saja memikirkan hal itu. Semua menjadi sangat panik ketika mendengar teriakan Yui. Para Pria berlari menuju ke sumber suara.


Menyadari akan hal itu, Aku segera berlari secepat kilat. Yang pasti, Aku harus lebih dulu sampai ke Kamar sebelum Para Pria masuk.


"Syukurlah!" dengan nafas tersengal-sengal.


Aku akhirnya tiba lebih dulu sebelum Para Pria. Aku segera menutup seprei yang masih terdapat noda bercak darah yang belum sempat kubersihkan.


"Yu-Yumi-chan! Darah siapa barusan?" Yui tampak ketakutan.


Namun, lain halnya dengan Seika. Ia justru tertawa melihat tingkah laku Yui.


Melihat Seika tertawa terbahak-bahak, Aku pun ikut menertawakan Yui.


"Kenapa Kalian berdua tertawa?" Yui tampak keheranan.


"Kamu tahu? Itu adalah darah keperawanan Yumiko!" ujar Seika setengah berbisik.


"Ya Tuhan! Benarkah?"


"Ada apa, Yui? Kenapa Kamu teriak begitu?" Ryu terlihat panik.


"A-Ah, maaf. Barusan ada kecoa terbang!"


"Astaga! Aku pikir apa?"


"He-he-he, maaf sudah membuat Kalian panik!"


Yui kembali melihat sekeliling Kamar. Dan, matanya tertuju pada sebuah Koper yang masih terbuka lebar. Sehingga barang-barang yang ada didalamnya masih terlihat.


"Kalian mau kemana? Bulan madu, kah?" tanya Yui pada Kami.


"Iya, besok Kami akan berangkat!"


"Wow, kemana?"


"Bali, lalu ke Bogor"


"Benarkah? Ikuuuuuttttt!! Yumi-chan, Aku ingin sekali ke Indonesia. Ke Negara asalmu."


"Tidak boleh! Mengganggu saja!" Ryu menjawab dengan ketus.


"Pelit sekali! Aku tidak peduli jika Kak Ryu tidak mengizinkan. Tapi, Yumi-chan pasti mengizinkan Kami untuk ikut. Bagaimana Seika, Akira dan Hiro? Apakah Kalian ingin ikut?"


"Wah, boleh juga!" ujar Seika, Akira dan Hiro.


"Ya sudah, Kalian boleh ikut! Hanya saja, Kami tidak bisa menjamin apakah Kita bisa berada dalam satu penerbangan yang sama."


"Kamu tenang saja!" Yui tampak percaya diri.


"Tapi ingat, Pria dan Wanita tidak boleh berada dalam satu kamar! Mengerti?" Ryu menegaskan.


"Baiklah!"


Hari keberangkatan...


Kami melakukan penerbangan pukul 7 malam dan akan tiba sekitar pukul 9 pagi keesokan harinya. Hanya saja, maskapai penerbangan Kami berbeda. Yui dan lainnya sudah kehabisan tiket penerbangan yang sama denganku dan juga Ryu. Tapi tidak masalah, Kami bisa bertemu saat di Bali nanti. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 14 jam, karena Kami harus melakukan satu kali transit terlebih dulu.


BALI, INDONESIA


Yui dan yang lain begitu bersemangat bermain di Pantai Kuta. Aku dan Ryu berjalan-jalan di sekitar Pantai.


"Yumi-chan, Indonesia itu indah sekali!" ujar Yui.


"Ya. Indonesia memang sangat indah."


"Baiklah, Kami ber-empat ingin bermain Banana Boat. Kalian nikmati saja waktu Kalian berdua."


"Baiklah. Selamat bersenang-senang!" ujarku pada Mereka.


Kami saling melambaikan tangan. Aku dan Ryu kembali melanjutkan perjalanan Kami di sekitar pantai Kuta.


"Sayang, Kau tahu! Ini adalah tempat dimana Ayah dan Ibuku pertama kali bertemu."


"Benarkah?"


"Iya. Mungkin ini adalah tempat bersejarah bagi Mereka."


"Hmm—sepertinya, Ayahmu masih memikirkan Ibumu meskipun hanya selintas saja."


"Ya, Aku juga merasa seperti itu."


Ryu menghentikan langkahnya, lalu Kami saling berhadapan.


"Yumiko, semoga Kita terus bersama hingga akhir!"


"Ya, semoga!"


Ryu mencium keningku, kemudian memelukku dengan hangat. Lalu, Ryu berbisik di telingaku, "Mari Kita kembali ke Hotel! Aku sudah tidak sabar!"


Aku hanya tersenyum menanggapinya. Lalu, Kami berdua berjalan menuju Hotel sembari berpegangan tangan.


Assalamualaikum


**Terima kasih kepada Seluruh Pembaca Setia YUMIKO.


Alhamdulillah, akhirnya selesai juga Novel yang satu ini. Terima kasih karena selalu setia menunggu Novel ini update, meskipun keseringan lama update. Hehehe!


Oh ya, sepertinya masih ada Epilog setelah episode akhir ini. Di epilog nanti, Author akan menceritakan kisah pertemuan antara Yumiko, Diana dan juga Darren. Setelah kurang lebih 5 tahun Mereka tidak bertemu.


Penasaran, kan? hihihi.. tunggu update selanjutnya ya!!!!! Dan jangan lupa baca juga karyaku yang lain, judulnya GADIS BERMATA BIRU. Kisahnya ga kalah seru lho!! See you di Karya selanjutnya!


Wassalamu'alaikum**