YUMIKO

YUMIKO
CASE CLOSED



Akhirnya, setelah Kepala Sekolah melakukan Rapat bersama Para Guru. Mereka pun memutuskan memanggil Hikari untuk di Sidang di Sekolah. Namun, Pihak Sekolah tidak ada hak untuk memanggil Isamu karena Dia bukanlah Siswa di Sekolah Kami lagi. Pihak Sekolah justru menyerahkan Isamu langsung kepada pihak Kepolisian. Karena, seperti apa yang telah kudengar sendiri saat di Toilet, Isamu lah yang membunuh Akane.


Hikari beserta Orangtuanya datang ke Sekolah untuk memenuhi panggilan. Singkatnya, pihak Sekolah memutuskan untuk mengeluarkan Hikari dari Sekolah. Karena, Dia sudah berkomplot dengan Isamu untuk menghilangkan nyawa Akane, meskipun Hikari sama sekali tidak melakukan perbuatan itu. Namun, tetap saja Pihak Sekolah tidak bisa mentolerir perbuatannya.


Menurut kesaksian Hikari, kematian Akane terjadi 2 hari sebelum Sekolah dimulai kembali, yaitu pada Sabtu malam. Hikari menuturkan kalau sebelum bertemu Akane, Hikari sempat pergi kencan dengan Isamu. Saat Mereka asyik berkencan, tiba-tiba saja Akane menghubungi Isamu dan mengajaknya bertemu di Sekolah. Hikari juga tidak tahu menahu mengapa Akane mengajak Isamu bertemu di Sekolah? Hikari pun memilih ikut dengan Isamu, karena memang Isamu mengajaknya. Isamu ingin membuktikan pada Hikari jika Ia akan memutuskan Akane dan memilihnya.


Isamu dan Hikari akhirnya tiba di Sekolah dan Mereka bertemu di depan Gerbang Sekolah. Saat itu, kebetulan sedang tidak ada Penjaga yang sedang berpatroli di sekitar Sekolah. Akane merasa sangat terkejut ketika melihat Isamu ternyata datang bersama Hikari sembari menggandeng tangannya.


Akane akhirnya membuat pengakuan jika Ia sedang hamil Anak Isamu. Mendengar hal itu, Isamu marah besar dan membantah bahwa Anak yang dikandung Akane adalah Anaknya. Isamu justru meminta putus pada Akane dan memilih untuk bersama dengan Hikari.


Akane yang tidak terima penolakan tersebut, Ia justru malah mengancam akan bunuh diri jika Isamu tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya. Dan entah apa yang membisiki Akane, Ia memilih berlari ke dalam Gedung Sekolah. Akane nekat melompat Gerbang Sekolah. Isamu dan Hikari menyusul Akane dengan melompat Gerbang. Dan yang membuat Hikari dan Isamu merasa heran, bagaimana bisa Akane membuka pintu masuk utama Gedung Sekolah? Karena, yang menyimpan kunci itu pastilah Penjaga Sekolah. Entah bagaimana caranya Akane memiliki kunci itu? Itulah yang masih menjadi pertanyaan sampai saat ini?


Akane berlari kearah kelas 3-4, yang dulunya merupakan kelas Isamu berada dan akan menjadi kelas Akane juga saat Sekolah dimulai. Disana, Akane mengancam Isamu akan melakukan bunuh diri dengan memutus nadinya. Dan anehnya, Akane juga sempat-sempatnya membawa tali tambang. Seolah Ia sudah mempersiapkan sebuah kematian. Entah itu kematian untuknya atau Isamu? Singkatnya, Isamu mencoba menahan Akane agar tidak melakukan tindakan bodoh tersebut. Ia terus mencegah Akane agar tidak melampaui batas. Hanya saja, Akane seolah tak ingin mendengar penjelasan dari Isamu. Akane tetap bersikukuh untuk bunuh diri. Isamu sudah kehabisan akal. Ia segera menghampiri Akane dan mencoba menahannya. Isamu berhasil mengambil pisau lipat milik Akane dan melemparnya ke sembarang arah. Lalu, Akane mencoba menyerang Isamu dengan mencekiknya. Tapi, Isamu berusaha melindungi diri dengan mendorong tubuh Akane, dan akhirnya kepala Akane terbentur ujung meja hingga tak sadarkan diri. Isamu dan Hikari berusaha membangunkan Akane, tapi Akane tidak sadar juga. Isamu meraba denyut nadi Akane, dan ternyata Akane sudah tak bernyawa. Kematian Akane membuat Isamu dan Hikari menjadi kalang kabut. Mereka takut jika perbuatan Mereka justru malah menjebloskan Mereka ke balik jeruji besi. Setelah berusaha keras memutar otak, akhirnya Hikari memberi solusi pada Isamu. Jadi, Hikari lah yang menyarankan agar kematian Akane terkesan seperti bunuh diri. Hikari menyuruh Isamu menggunakan penutup tangan, apapun itu. Asal sidik jari Mereka tidak terdeteksi. Selain itu, Isamu mengambil barang bukti lainnya yaitu pisau lipat yang sempat terdapat sidik jari miliknya. Hingga akhirnya, Mereka pun mengaitkan tali tambang pada plafond. Lalu mengikat tali itu ke leher Akane. Dan yang terakhir, Mereka menarik tubuh Akane keatas, seolah terlihat lah seperti Akane yang melakukan tindakan bunuh diri.


Setelah mendengar kesaksian dari Hikari, pihak Sekolah tidak percaya begitu saja atas pernyataan Hikari. Karena, Pihak Sekolah tidak bisa membenarkan pernyataan hanya dari sepihak saja. Hingga akhirnya, Pihak Sekolah memutuskan untuk membawa Hikari ke Kantor Polisi untuk mencocokkan cerita antara Hikari dan Isamu sebagai tersangka, meskipun pihak Sekolah dan Kepolisian ingin mendengar langsung dari Pihak Korban. Tapi, dari Pihak Korban tidak bisa memberikan pernyataan. Disamping Akane sudah meninggal, Keluarga Akane pun tidak tahu bagaimana kronologi kejadian tersebut. Keluarga Akane hanya menemukan sebuah Buku Diary milik Akane. Dalam Buku tersebut terdapat curahan hati Akane yang kerap dirundung oleh Seika dan Teman-temannya, yaitu Hikari dan Miu. Lalu, Akane juga sempat menulis kalau Ia begitu bahagia ketika Kakak Senior menyatakan cinta padanya, yaitu Isamu Kobayashi. Mereka sudah menjalani hubungan selama 6 bulan. Isamu sangat perhatian dan sering datang ke kelas Akane. Dan dibagian akhir-akhir curahan Akane, Ia menulis jika sudah 1 bulan ini Isamu berubah menjadi sosok yang begitu dingin. Dan, dua Minggu sebelum kematiannya, Akane menuliskan bahwa Ia tidak terima jika Isamu memutuskan hubungan dengannya dan telah menyukai seseorang yang Akane sendiri tidak tahu si Hikari ketika bertemu dengannya. Maka dari itu, Akane sepertinya hilang akal dan memilih mengancam untuk bunuh diri.


Hikari pun akhirnya tahu jika Kami lah yang telah melaporkannya ke Kepala Sekolah. Sebelum Hikari pergi, Ia sempat melihat kearah Kami dengan tatapan tajam dan penuh dendam.


Usut punya usut, Pak Aragaki yang merupakan Penjaga Sekolah Baru, membuat pernyataan jika pada Sabtu malam Ia mendapat telepon dari seseorang tak dikenal. Penelepon itu mengatakan jika Isterinya mengalami kecelakaan dan dilarikan ke Rumah Sakit Tokyo. Maka dari itu, Pak Aragaki, bergegas ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi Isterinya. Namun, setelah tiba di Rumah Sakit, Ia bertanya pada beberapa Perawat, Mereka bilang jika tidak ada pasien kecelakaan yang bernama Ibu Hayasaka. Saat itu juga, Pak Aragaki menelepon Isterinya dan ternyata Isterinya sendiri yang menjawab. Isterinya dalam kondisi baik-baik saja. Hingga akhirnya, karena Pak Aragaki sudah merasa jika dirinya telah melakukan patroli di Sekolah, Ia pun memilih untuk langsung pulang ke Rumah. Namun, Ia tak pernah lupa untuk selalu membawa serta kunci-kunci dari Gedung Sekolah.


Setelah dilakukan kembali pemeriksaan, ternyata Akane bisa membuka pintu utama Gedung Sekolah karena sebelumnya Ia sempat membuat kunci duplikat. Sungguh diluar dugaan! Sepertinya Ia memang sudah merencanakan hal ini jauh-jauh hari.


Tapi anehnya, ketika Sekolah sudah mulai, Pak Aragaki justru mengatakan bahwa pintu utama Gedung Sekolah dalam keadaan terkunci saat Ia datang. Lalu, Isamu dan Hikari mengaku jika Mereka lah yang mengunci kembali pintu tersebut agar jejaknya tidak diketahui. Dan begitulah kasus kematian Akane di tutup.


Hikari mendapatkan hukuman dengan dikeluarkan dari Sekolah dan denda kepada Pihak Kepolisian senilai 100.000 Yen. Sedangkan Isamu, Ia akan dipidana selama 10 tahun dengan Hukuman Pembunuhan tidak berencana dan denda senilai 300.000 Yen.


KASUS KEMATIAN AKANE DITUTUP!