Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 6 - Otak Kriminal



"Apa?" Otis tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Untuk memastikan laporan dari para anak buah Erden yang lain, Otis memeriksa sendiri apa benar ada seorang anak yang mirip dengan bos mereka.


Otis membawa buku menu dan berjalan ke arah meja di mana Rose berada.


"Astaga!" pekik Otis dalam hatinya ketika melihat mata Rose yang sama seperti Erden.


Namun, Otis berusaha bersikap ramah dan menyangkal. Mungkin hanya kebetulan saja.


"Silahkan!"


Miss Chloe menerima buku menu dari Otis dan membacanya untuk memesan minum atau snack.


Sementara Rose matanya tidak bisa lepas dari Otis, dia tengah menganalisa apakah Otis adalah Mr. E. Dia harus mengucapkan kodenya supaya bisa bertemu dengan Mr. E yang asli.


"Ada serigala musim dingin yang mencari betina Alpha," ucap Rose.


Seketika mata Otis terbelalak mendengar kode itu.


"Rose, kenapa kau berbicara tentang serigala musim dingin?" tanya Miss Chloe sambil memberikan buku menu pada anak itu. "Pilihlah, kau mau pesan apa?"


"Aku mau ke toilet dulu, Miss Chloe." Rose berpamitan karena Otis yang mengusap tengkuknya kemudian memberi kode.


Rose berjalan ke arah toilet, saat sampai di toilet sudah ada beberapa pelayan kafe yang sebelumnya berwajah ramah sekarang menjadi berwajah sangar.


Jujur saja Rose jadi takut apalagi mereka semua berbadan besar dan bertatto.


"Ikut kami!"


Rose mengangguk, dia mengikuti para lelaki berbadan besar itu melewati sebuah lorong kemudian salah satunya memencet sebuah tombol yang ternyata adalah tombol lift.


Lift terbuka dan Rose diminta masuk.


"Bos menunggumu!"


Pasti itu Mr. E, Rose sudah tidak sabar.


Saat pintu lift terbuka, Rose langsung disuguhkan oleh ruangan mewah dengan perabotan yang kelihatannya mahal.


Ruangan itu sepi, berbeda dengan kafe yang ada di bawah.


"Mr.E?" panggil Rose.


Erden mengamati kedatangan Rose dari ruangan kaca tapi tembus pandang jika dari dalam, itu adalah ruangan komputernya. Lelaki itu terkejut karena ternyata anak baru yang masuk ke kelompoknya adalah seorang anak kecil.


Akhirnya dia pun keluar dan mendatangi Rose, Erden ingin melihat anak itu dari dekat.


"Miss R?" panggil Erden. "Ternyata kau hanyalah anak ingusan!"


Erden langsung mencibir namun ketika Rose menatapnya, jantungnya langsung berdebar. Wajah Rose sangat mirip dengannya apalagi dua bola mata yang berbeda warnanya persis dengan miliknya.


Bukan hanya Erden, Rose juga kaget kenapa Mr. E itu mirip dengannya. Bahkan tanpa terasa matanya berkaca-kaca.


"Siapa sebenarnya kau?" tanya Erden.


"Seharusnya aku yang bertanya," balas Rose.


Mungkin hanya kebetulan tapi Erden merasa penasaran.


"Apa tujuanmu bergabung dengan kelompokku?" tanya Erden memastikan.


"Aku ingin mencari ayahku jadi aku ingin meminta bantuanmu, Mr. E," jawab Rose.


"Ayahmu? Bagaimana ciri-cirinya?" tanya Erden penuh selidik.


Rose menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu tapi aku mempunyai ide. Di negara A baru meluncurkan sebuah alat yang bisa mendeteksi DNA manusia dalam skala besar, aku ingin mencurinya dan mencocokkan seluruh penduduk di kota X ini dengan DNA yang aku miliki!" jelasnya.


"Kau mempunyai otak kriminal, ayahmu itu pasti seorang penjahat kelas kakap," sahut Erden setelah mendengar rencana Rose itu.


"Tunggu! Bukankah itu aku? Jangan-jangan..."