Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 41 - Daddy Alpha



Kakek Ken menerima laporan jika di kota itu ada anak yang memiliki mata unik. Malam itu dia ingin membuktikan sendiri dan ternyata mata Rose mempunyai kelebihan.


Akhirnya Kakek Ken memutuskan untuk menculik Rose karena mata anak itu dianggap cocok dengan mata cucunya.


"Maafkan aku, aku terpaksa melakukan ini," ucap Kakek Ken yang melihat Rose terbaring di bed pasien.


Anak itu masih terpengaruh obat bius tapi beberapa menit kemudian Rose membuka matanya.


Rose tidak bisa bergerak karena kaki dan tangannya diikat. "Mommy... daddy..."


"Tolong lepaskan aku!"


"Diamlah, Nak," Kakek Ken mendekat supaya anak itu tenang.


"Tidak mau, aku mau mau pulang," Rose terus memberontak dan tidak bisa tenang.


"Kalau kau terus bergerak nanti kau akan sakit," bujuk Kakek Ken lagi.


Setelah Kakek Ken berbicara seperti itu, ada seorang dokter dan perawat yang datang untuk menyuntik Rose karena akan dilakukan operasi mata.


"Tidak..." Rose berteriak karena dia tidak mau pingsan lagi. Dia merasa terancam.


Kaki kecilnya terus bergerak membuat tali yang melilitnya merenggang.


Dengan cepat Rose menendang perut dokter yang ingin menyuntiknya.


"Cepat pegangi tubuhnya!"


Rose terus berusaha menendang karena tidak mau tubuhnya disentuh. Namun, tetap saja Rose kalah karena dia melawan orang-orang dewasa.


"Daddy..." panggil Rose.


Erden adalah harapan satu-satunya bagi Rose, dia mengerti kenapa Erden begitu ingin menjaga matanya karena pasti sang daddy berpengalaman dengan hal seperti ini. Dari awal Erden ingin melindunginya.


Dan sesuai harapan Rose, Erden pada saat itu sudah sampai di rumah sakit dan langsung menghajar anak buah kakek Ken yang mencoba menghalanginya masuk.


Selagi masih bisa menggunakan kekuatan tubuhnya, Erden tidak akan menembak karena wajahnya sangat terlihat jelas di cctv, jangan sampai kakek Ken membalik keadaan dan menuntutnya.


"Aku sangat berbaik hati hari ini jadi lebih baik kalian jangan menghalangi langkahku," Erden menginjak dada salah satu anak buah kakek Ken.


Dia mengingat kata-kata Rose sewaktu marah padanya karena menghajar James.


Bukankah kita harus saling menyayangi?


Anak buah kakek Ken ketakutan dan pergi sesuai perintah lelaki itu.


Sekarang tidak ada penghalang hanya perlu menemukan keberadaan kacang manisnya.


"Cepat berpencar!" perintah Erden pada anak buahnya.


Mereka semua berpencar sampai salah satunya berteriak memanggil Erden.


"Bos...."


Erden bergegas berlari menuju anak buahnya itu dan dia terkejut karena mendapati Rose ditodong sebuah pisau bedah oleh oknum dokter yang mementingkan iming-iming uang dari kakek Ken.


"Jangan bergerak dan berlutut!" teriaknya.


Kakek Ken yang berada di situ juga menimpali. "Berapa Jase membayarmu? Aku akan menaikkan tarifmu berkali-kali lipat jadi jangan mengganggu!"


Lelaki itu berpikir jika Erden adalah suruhan Jasmine untuk mencari Rose karena dari informasi yang dia dapatkan, Jasmine adalah single parent.


Mendengar itu, Erden tidak bisa menahan diri seperti sebelumnya.


"Sepertinya kau salah kakek tua, aku bukan orang yang bisa dibayar dengan sejumlah uang untuk menghilangkan nyawa anak kecil tak berdosa!" Erden mengeluarkan pistolnya yang sudah dia isi peluru penuh kemudian lelaki itu mengarahkan pada kepala oknum dokter yang memegang Rose.


Dor!


Satu tembakan melesat mengenai kepala dokter itu.


"Daddy..." Rose langsung berlari dan memeluk kaki Erden ketika tubuhnya terlepas.


Mata kakek Ken terbelalak karena sadar kalau Erden adalah ayah Rose.


"Sekarang kau tahu siapa aku?" tanya Erden.


Bersamaan dengan itu, para anak buah Erden berkumpul dan menodongkan senjata pada kakek Ken.


Erden menggendong Rose yang membuat anak itu mengalungkan kedua tangan mungilnya di leher sang daddy. Rose kemudian menyembunyikan wajahnya di dada Erden supaya merasa aman.


"Bereskan kakek tua itu!" perintah Erden sambil berlalu pergi.


Di detik itu juga terdengar suara tembakan, Erden terus melangkah membawa Rose keluar dari rumah sakit itu.