Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 51 - Kelewat Nakal



Erden pikir ketika bayi-bayi Alpha sudah tumbuh besar, dia tidak akan kerepotan lagi. Nyatanya semakin besar justru semakin membuatnya pusing kepala.


Seperti saat ini, anak-anak berusia lima tahun itu tengah menghilang dan tidak tahu kemana.


"Athos..."


"Protos..."


"Aramis..."


Jasmine terus berteriak memanggil putra-putranya. Padahal dia tinggal sebentar ke dapur untuk membuat puding kesukaan si kembar tiga tapi mereka justru menghilang.


"Hubby, di mana mereka?" tanya Jasmine yang cemas.


Dia sampai menghubungi suaminya yang pada saat itu tengah sibuk.


"Tenang sayang, aku punya cara untuk memanggil serigala-serigala nakal itu," ucap Erden supaya istrinya tenang.


Erden mengeluarkan pistolnya kemudian dia pergi ke taman belakang dan menembaki langit di sana.


Mendengar suara tembakan, bukannya takut si kembar tiga justru keluar dari persembunyian mereka.


"Daddy, lagi... lagi..." mereka bertiga meminta Erden menembak lagi.


Erden memicingkan matanya kemudian menangkap ketiga anak itu. "Kena kalian, ya!"


Lelaki itu meletakkan dua anak di masing-masing bahunya kemudian satu anak dia gendong ala brydal.


"Sayang, aku sudah menemukan mereka!"


Jasmine mengacak pinggang pada ketiga bocah itu karena menghilang sebelumnya..


"Tidak boleh seperti itu, mommy kan jadi cemas," ucap Jasmine.


"Sorry mommy," ketiganya menjawab dengan kompak.


"Sekarang tunjukkan pada mommy dan daddy di mana tempat rahasia kalian, kami ingin lihat apa yang sedang kalian lakukan di sana," Jasmine menuntut.


Terpaksa si kembar menunjukkan tempat rahasia itu yang artinya orang tuanya akan tahu eksperimen yang tengah mereka kerjakan selama ini.


Ternyata tempat itu ada dibalik gudang, ada pintu rahasia yang Jasmine saja tidak tahu.


"Siapa yang membuat tempat macam ini?" tanya Erden.


Di sana terdapat banyak mainan si kembar tiga dan ada sebuah meja beserta alat-alat yang telah mereka curi dari markas Erden saat mereka berkunjung.


"Astaga, ini kan alat yang berbahaya!" seru Erden ketika sadar.


Lelaki itu melihat apa yang dibuat oleh tiga anaknya dan ternyata si kembar tengah merakit bom.


"Apa ini?" tanya Jasmine yang tidak tahu. "Mommy akan menyita mainan kalian ini!"


"Jangan dipegang sayang biar aku saja," cegah Erden karena merasa berbahaya.


Namun, Erden terlambat karena Jasmine sudah memegang bahkan tidak sengaja menarik kabel pemicu ledakan.


"Lari!" si kembar tiga langsung berteriak.


Erden pun segera menarik tangan Jasmine supaya cepat keluar dari ruangan itu.


"Ada apa ini?" tanya Jasmine ikut panik.


Ketika mereka berhasil keluar rumah, barulah pertanyaan Jasmine terjawab.


DUAR!


Terjadi ledakan di belakang rumah dari rakitan bom buatan si kembar yang belum stabil.


"Woah, ternyata seperti itu daya ledaknya!" seru Athos yang bangga dengan hasil karyanya.


"Tidak sia-sia aku mengorbankan mainan kesayanganku untuk diambil komponennya," timpal Protos.


"Kita harus melapor pada kakak," Aramis pun langsung teringat Rose yang selalu bisa menjaga rahasia mereka.


Mereka tidak sadar bahwa itu bukanlah rahasia lagi karena mereka yang sudah menghancurkan rumah bagian belakang.


"Apa mereka seperti anak berusia lima tahun?" tanya Jasmine yang syok.


Erden tidak bisa tinggal diam, dia harus melakukan tindakan pada anak-anak spesialnya. Sebenarnya ini bukan kali pertama mereka melakukan hal di luar kemampuan manusia lainnya.


Si kembar pernah membuat jalur lalu lintas lift di markas jadi kacau di ruang kontrol yang membuat para anak buahnya tidak bisa keluar bangunan.


"Aku harus mengeluarkan semua uangku," batin Erden yang berniat membeli sebuah pulau untuk membesarkan anak-anak Alphanya.