Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 16 - Pecah Telur



Rose yang mengintip menjadi panik, dia takut Erden menunjukkan sifat aslinya. Bisa-bisa Erden langsung masuk daftar blacklist sang mommy.


Jadi, Rose mencari akal supaya Erden bisa lepas dari situasi menegangkan itu.


"Aha!"


Gadis kecil itu langsung mempunyai ide, Rose segera mencari hewan yang paling ditakuti oleh Jasmine yaitu kecoak.


Rose memang selama ini memelihara beberapa ekor kecoak tanpa sepengetahuan Jasmine, dia biasanya akan menggunakan itu kalau sang mommy marah padanya.


"Hari ini kalian bebas," gumam Rose sambil membuka penutup tempat kaca yang dia gunakan untuk memelihara kecoak.


Anak itu mengarahkan kecoak ke ruang tamu.


"Selagi aku masih berbaik hati, pergilah sekarang!" Jasmine masih berusaha mengusir Erden dari rumahnya.


Namun, di detik itu juga dia melihat ada beberapa kecoak berjalan di lantai dan menuju ke arahnya.


"Akh!" Jasmine berteriak dan meloncatkan diri pada Erden. "Menggelikan!"


Jasmine tidak sadar jika serangannya itu membuat Erden terkena serangan jantung bahkan kesulitan bernafas.


"Ka... kau mau membuatku mati, ya?" Erden terbata sambil menatap Jasmine dari jarak yang sangat dekat sekali karena perempuan itu menindih tubuhnya.


Seketika bayangan percintaan mereka dan mimpi Erden setiap malam langsung berputar begitu saja.


"A... apa ini?" Jasmine merasa ada sesuatu yang menyembul dan mengenai bokongnya.


"Akh! Kenapa itu berdiri? Dasar pria mesum!"


Jasmine ingin menjauhkan diri tapi sialnya dia masih melihat kecoak.


"Sepertinya kita harus bicara," Erden kali ini memutar tubuh dan beralih posisi.


Kini tubuh Jasmine yang berada di bawah kungkungan Erden.


"Kenapa hari itu kau pergi begitu saja? Aku mencarimu sampai hampir gila," ucap Erden kemudian.


"Setelah malam itu aku menjadi sakit," ungkap Erden. Dia tidak akan pernah memberitahu masalah miliknya yang tidak beraksi pada perempuan lain.


"Sakit?" Jasmine merasa tidak percaya. Tapi, dia sepertinya harus menjelaskan supaya tidak ada salah paham di antara mereka.


"Baiklah, aku akan memberitahumu," ucap Jasmine mengalah.


"Memang benar malam itu aku menyewa laki-laki malam tapi sepertinya kau juga melakukan hal yang sama. Secara tidak sengaja kita salah kamar jadi aku cepat-cepat pergi saat terbangun dan sadar," jelasnya.


"Seharusnya kau menungguku bangun," protes Erden.


"Kau sepertinya kelelahan sampai terkapar," komentar Jasmine mengingat pagi itu.


"Aku tidak terkapar, aku hanya tidur saja," Erden berusaha mengelak kalau dia memang keenakan. "Jadi, Rose anakku, 'kan?"


Walaupun sudah tahu, Erden ingin mendengar dari mulut Jasmine sendiri.


Dan Jasmine menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Sebenarnya Erden ingin melampiaskan amarahnya karena Jasmine yang mencuri bibitnya tapi niat itu pupus ketika melihat Jasmine langsung.


Apalagi perempuan itu mau menjelaskan kesalah pahaman di antara mereka. Sekarang, tinggal menyembuhkan miliknya.


"Kita lakukan sekali lagi, ya?" bujuknya mengiba.


"Kalau kita melakukannya pasti sakitku hilang," tambah Erden.


Dipikirannya sekarang adalah melepas kutukan itu. Namun, Jasmine justru menendang miliknya memakai lutut kakinya.


"Melakukan itu maksudnya, hah?" bentak Jasmine marah.


"Jangan mencari kesempatan, aku jujur padamu supaya kau sadar kalau aku tidak membutuhkanmu. Cepat pergi sana!"


Wajah Erden memerah karena menahan sakit di pangkal pahanya. Bayangkan saja dalam keadaan tegak menantang miliknya ditendang oleh Jasmine.


"Kau memecahkan telurku, cepat tanggung jawab!" Erden melakukan serangan balasan.