Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 48 - Telat



"Hubby..." panggil Jasmine di pagi hari.


Erden yang biasanya bangun siang sekarang harus bangun pagi untuk mengantar kacang manisnya ke sekolah.


"Ayo daddy, aku nanti akan terlambat," Rose terus protes karena gerak Erden yang lambat.


"Besok James saja jadi supir pribadi yang antar jemput sekolah," ucap Erden yang masih ingin malas-malasan.


Lelaki itu tidak sadar jika ucapannya itu akan jadi boomerang baginya.


"Kalau aku menginginkan supir pribadi, dari dulu sudah aku lakukan dan aku mampu membayarnya. Ini masalah momen yang tidak bisa diulang lagi," Jasmine tampak mengeluarkan taringnya.


"Kalau kau keberatan biar aku saja yang mengantarnya!"


Akhirnya Jasmine marah dan mengambil kunci mobil untuk mengantar Rose sekolah.


"Tunggu!"


Erden jadi serba salah padahal bukannya dia tidak mau, dia hanya belum terbiasa saja.


"Sayang..." panggil Erden supaya istrinya berhenti marah.


Namun, sudah terlambat. Mobil Jasmine sudah berjalan jauh meninggalkan rumah.


"Aku harus lebih banyak diam lain kali karena wanita selalu benar," batin Erden.


Karena masalah itu saja, seharian Erden dicuekin oleh istrinya.


Gawat, kalau begini terus jatah bercinta bisa berkurang. Erden selalu tidak puas jadi dia pasti akan meminta lagi dan lagi.


"Sayang, aku belikan tas baru, ya. Kita beli warna hijau seperti warna kotoran sapi, kau suka, 'kan?" Erden membujuk istrinya supaya tidak merajuk lagi.


"Aku bisa beli sendiri," jawab Jasmine ketus.


Bisa-bisanya warna favoritnya disamakan seperti kotoran sapi, padahal tadi Jasmine sudah mulai mereda sekarang jadi marah lagi.


Erden menggaruk kepalanya yang tidak gatal, memang cara membujuk Jasmine bukan dengan materi. Tapi, perhatian dan kasih sayang.


Jadi, Erden memutuskan menjadi lelaki romantis. Dia mencari puisi di internet kemudian menghafalnya.


Setelah hafal, barulah lelaki itu membaca puisi itu di depan Jasmine.


"Hahaha..." Jasmine tertawa geli mendengarnya.


"Terharu apanya, kau sangat lucu sekali," jawab Jasmine.


Sudahlah, Erden menyerah. Dia memang harus belajar lebih peka lagi.


"Beberapa hari lagi, aku harus kembali ke markas jadi aku mau kita baik-baik saja," ucap Erden kemudian.


Jasmine merentangkan kedua tangannya. "Kemarilah!"


Pasangan suami istri itu pun kembali bercinta lagi di sofa ruang tamu.


Mereka akan sama-sama belajar membina rumah tangga dan menjadi orang tua yang baik untuk anak mereka.


Karena Erden tidak bisa meninggalkan bisnisnya, lelaki itu harus bolak balik dari kotanya ke kota istrinya berada.


Awalnya memang melelahkan tapi lama-kelamaan jadi terbiasa. Apalagi diam-diam Erden mengajari Rose bagaimana dunia bawah tanah bekerja.


Anak itu bisa membantunya dengan para anggota kelompok hacker yang Erden bentuk sebelumnya.


"Dad, aku sudah menyelesaikan PR ku," ucap Rose memberi kode.


Yang dimaksud PR di sini bukan tentang tugas sekolah tapi PR tentang misi yang diberikan Erden padanya.


"Pasti nilaimu bagus," balas Erden ambigu.


Jasmine mulai curiga dengan kedua orang itu. "Kau tidak memanfaatkan otak Rose, 'kan?"


"Kau itu bicara apa sayang," Erden pura-pura tidak mengerti.


"Sudahlah," Jasmine memang tidak mau memperpanjang lagi. Moodnya akhir-akhir ini memang naik turun. Sampai dia mengingat jika belum mengalami datang bulan.


"Astaga, aku harus mengeceknya!"


Dia pun meminta Erden untuk membawanya ke rumah sakit.


"Apa kau merasa sakit? Jack bisa memeriksamu," Erden jadi merasa cemas.


"Aku tidak butuh Jack tapi aku butuh dokter kandungan," ucap Jasmine.


"Dokter kandungan?" Erden merasa tidak percaya. "Apa bayi Alpha sudah jadi?"