Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 34 - Mission Complete



Setelah memuji Erden, Jasmine menutup wajah dengan kedua tangannya karena malu.


Sementara Erden sendiri berdehem dan memalingkan wajahnya untuk menutupi dia yang salah tingkah.


Dan hal itu terlihat lucu di mata Rose, orang dewasa memang ada-ada saja kelakuannya. Mungkin orang tuanya memang mengalami puber kedua.


Sepertinya Rose harus memberi kesempatan mereka untuk berdua saja.


"Aku akan mencari aunty Sarah," ucap Rose yang berpamitan pergi.


Rose keluar dari kamar itu dan mencoba turun ke loby untuk mencari Sarah.


Tertinggal Jasmine dan Erden di dalam kamar itu.


"Cepat, kau mau bicara apa?" Erden mulai membuka suara supaya Jasmine berhenti malu-malu kucing.


Jasmine pun membuka wajahnya, dia berusaha menguasai dirinya. Ini memang sungguh memalukan, bisa-bisanya dia kasmaran pada laki-laki.


Prinsip yang dibangunnya selama ini seketika langsung runtuh begitu saja.


"Itu..." Jasmine meremas bajunya. Sebenarnya dia bingung harus bicara apa, dia hanya ingin melihat Erden. Dan dia tidak mungkin mengatakan itu. "Sepertinya Rose suka padamu!"


"Ya iyalah, kan aku daddy nya. Kau saja yang sok-sokan menolakku, kau lihat sendiri kan satu sekolah kacang manis saja menyukaiku," sahut Erden percaya diri.


Kata-kata sungguh menyebalkan tapi anehnya Jasmine suka. Gila sungguh gila!


"Ya, kau memang pandai menggunakan kekuatan wajahmu itu," tanggap Jasmine.


"Maksudmu aku modal tampang? Aku itu punya banyak kelebihan, kau saja yang tidak tahu," Erden terus membanggakan dirinya.


Jasmine mengangguk. "Aku juga ingat kalau kau pernah bilang pandai menggunakan kekuatan tubuhmu, aku ingin melihatnya!"


Perempuan itu memancing Erden, apakah akan berhasil?


Erden mengerutkan keningnya dalam sambil menatap Jasmine. "Kau ternyata wanita cabul, ya? Satu hal yang harus kau tahu, aku bukan laki-laki gampangan!"


"Oh iya? Berarti aku salah menilaimu," Jasmine berdiri dari tempat duduknya. "Kalau begitu, aku akan pergi ke kamarku!"


"Maaf sudah mengganggumu," sambungnya.


Namun, ketika pintu lift akan tertutup, ada tangan kekar yang menahannya.


Ternyata Erden menyusul dan ikut masuk ke dalam lift itu.


"Aku berubah pikiran," ucap Erden.


"Berubah kenapa?" tanya Jasmine.


Erden maju dan merapatkan tubuh Jasmine di dinding lift. "Aku ingin menunjukkan keahlian tubuhku!"


"Maksudmu kekuatan pinggangmu?" tanya Jasmine yang menahan tawanya.


"Iya termasuk itu, ternyata aku memang laki-laki gampangan. Tapi, hanya padamu saja," ungkap Erden.


"Aku merasa tersanjung," Jasmine mengalungkan kedua tangannya ke leher lelaki itu.


Sedetik kemudian keduanya berciuman dengan menggebu-gebu. Erden menunjukkan semua keahlian mulut dan lidahnya.


Jasmine sampai dibuat kesulitan bernafas, saat ciuman mereka terlepas, perempuan itu bernafas dengan tersengal-sengal.


"Padahal belum apa-apa tapi kau sepertinya sudah kewalahan," komentar Erden.


"Aku sudah lama tidak melakukannya jadi aku masih mengingat-ngingat rasanya," ucap Jasmine memberi alasan.


"Kalau begitu, aku akan mengajarimu dari awal lagi," Erden mengangkat tubuh Jasmine untuk dia gendong ala bridal.


Saat pintu lift terbuka, Erden membawa perempuan itu ke kamar Jasmine yang berada di lantai paling atas.


Jasmine menatap wajah Erden dan lelaki itu membalas tatapannya. Mereka seperti Romeo dan Juliet yang dimabuk cinta.


Akhirnya misi merajut nada cinta telah berhasil.


_


Lanjut adegan anu gak ini ges? wkwkwk