Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 47 - Wedding Day




Sesuai konsep, pernikahan Jasmine dan Erden bernuansa musim dingin.


Hari itu, hotel serenity begitu ramai karena banyak para tamu undangan datang untuk pernikahan fenomenal itu.


Apalagi anggota Erden sebagian besar datang karena ingin melihat bos mereka menikah.


"Ingat ya harus banyak tertawa," ucap Rose memberi instruksi supaya para anggota Wolf Winter yang hadir tidak membuat takut undangan.


Mereka menurut dan mencoba banyak tersenyum.


Yang paling berbahagia dari anggota adalah Otis karena pastry resep barunya dipesan Jasmine dalam jumlah besar.


"Ini memang enak," komentar Sarah mencicipi pastry yang sudah tersusun di meja. Kemudian gadis itu memberikan bekas gigitannya pada James yang berdiri di sampingnya. "Buka mulut, Aaaa..."


James mau-maunya membuka mulut dan memakan pastry bekas gigitan dari Sarah.


"Bagaimana rasanya?" tanya gadis itu.


"Rasa pastry nya gurih dan manis," jawab James jujur.


"Maksudnya bukan pastry nya tapi ciuman tidak langsung kita, kau kan makan bekas gigitanku itu artinya kita melakukan ciuman tidak langsung," jelas Sarah.


"Uhuk!" James langsung tersedak.


Dan Sarah justru mengelus dadanya yang membuat lelaki itu kaget setengah mati.


"Kalian mau pacaran di depan mataku, ya," tegur Otis yang rasa toleransi habis.


"Acara akan dimulai, kalian cepat panggil bos," perintahnya kemudian.


James dan Sarah pun langsung pergi untuk memanggil bos mereka masing-masing.


Pasangan pengantin sudah siap dan mereka berjalan bersama menuju tempat pemberkatan.


"Kau memang selalu cantik, Jase. Tapi, hari ini kau semakin cantik dengan balutan pakaian pengantin," puji Erden. Dia tidak biasanya memuji seorang perempuan jadi pasti Jasmine memang terlihat cantik sekali.


"Akhir-akhir ini kau jadi pandai merayu, Tuan Mafia," balas Jasmine dengan kekehan.


Sampai akhirnya semua bertepuk tangan karena pasangan itu resmi menjadi suami istri.


"Jadi, aku memakai nama belakangmu sekarang?" tanya Jasmine.


"Tentu saja, Mrs. Walters," Erden membalas dengan memberikan ciuman pada istrinya.


Rose yang melihat kedua orang tuanya bersatu sampai meneteskan air matanya, orang tuanya sudah bersatu.


Sekarang anak itu mempunyai keluarga yang lengkap.


"Rose..." panggil Erden dan Jasmine bersamaan.


Anak itu tak kuasa menahan diri, Rose berlari mendekat pada orang tuanya.


"Kenapa menangis?" tanya Erden seraya mengangkat putrinya.


Kemudian Jasmine dan Erden mencium Rose di sana yang ditepuki tangan oleh semua undangan.


"Daddy pasti akan menepati janji untuk selalu bersama kalian," ucap Erden kemudian.


Pesta pernikahan itu menjadi begitu meriah karena malam harinya ada pertunjukan pesta kembang api.


Semua orang melihat ke arah langit malam dengan senyum mengembang dari bibir mereka.


"Apa kita akan honeymoon?" tanya Jasmine pada suaminya.


"Aku tidak bisa meninggalkan Rose terlalu lama karena dia harus sekolah dan aku tidak mau lengah lagi, aku tidak mau insiden penculikan itu terulang lagi," lanjutnya.


Erden menatap Jasmine dan mencium perempuan yang akan menemani sisa hidupnya itu.


"Tidak perlu honeymoon tapi kita buat setiap hari di hidup kita seperti honeymoon," ucap Erden.


"Ya, kau benar," balas Jasmine dengan kekehan.


"Panggil aku sayang, Jase," pinta Erden karena ingin mempunyai panggilan kesayangan.


"Ya ampun, ternyata tuan mafia ingin dipanggil sayang. Baiklah kalau begitu, Hubby," balas Jasmine.