Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 10 - Kacang Manis



Hari itu Erden menutup kafe lebih cepat dari biasanya kemudian mengumpulkan seluruh anak buahnya di tempat gym miliknya.


Masih berada di gedung yang sama, biasanya tempat itu dijadikan untuk latihan dan berolahraga.


Di markas utama itu terdapat puluhan anak buah dan mereka semua kini menatap Rose kemudian Erden secara bergantian.


"Ya, gadis kecil ini adalah anakku," ucap Erden yang menjawab rasa penasaran para anak buahnya.


Tentu saja semua terkejut, mereka semua tahu jika Erden tidak bermain wanita lagi tujuh tahun belakangan ini kemudian mempunyai seorang anak. Hal itu sungguh di luar nalar mereka.


"Kalian tahu betina Alpha itu?" tanya Erden.


Semua mengangguk karena mereka dibuat kerepotan mencari Jasmine.


"Dia melahirkan anak ini dari bibitku yang telah dia curi," sambung Erden.


Mendengar itu, Rose langsung memukul dada Erden dengan tangan kecilnya.


"Mommy ku bukan pencuri!" protesnya dengan kesal.


"Lihatlah anak ini, pasti ibunya juga seperti dia," ucap Erden seraya menangkap kedua tangan Rose supaya berhenti memukulnya.


"Kau tidak mengenal mommy Jasmine jadi jangan bicara sembarangan," Rose tidak terima mommy kesayangannya dijelek-jelekkan. "Dari sini kau tidak lulus tes!"


"Kita bahkan belum mulai tes itu, aku bisa bersikap baik, lihat saja nanti," ucap Erden tak mau kalah.


"Kalau begitu tunjukkan, bagaimana saat kau bertemu dengan mommy nanti," tantang Rose.


Erden memanggil Otis dan meminta anak buahnya itu untuk berpura-pura menjadi Jasmine.


Mereka berakting memperagakan bagaimana kalau Erden dan Jasmine bertemu kembali.


Otis berpura-pura membuka pintu rumah dan terkejut dengan kedatangan Erden bersama Rose.


"Hai," Erden mengguyar rambutnya ke belakang. "Masih ingat aku?"


"Kau.... kau...." Otis berakting dengan terbata-bata.


"Ya, benar. Aku adalah laki-laki yang telah kau curi bibitnya dan menghasilkan anak. Bukan hanya itu saja, kau juga mengutukku!?"


"Cepat cabut kutukannya!?"


"Bos... Bos..." Otis mencoba menyadarkan Erden. Walaupun dia seorang mafia tapi hatinya selembut tisu pasti kata-kata Erden itu akan menyakiti Rose.


Dan terbukti, Rose tidak memberi respon apapun karena anak itu merasa tidak diinginkan oleh ayah kandungnya.


Rose menjauh dan keluar dari ruangan gym itu.


"Hah?" Erden langsung sadar dan menyusul Rose. Karena langkah kakinya yang panjang, dia mampu mengejar anak perempuan itu dan mengangkat Rose ke pundaknya. "Ayo istirahat di kamarku!"


"Tidak mau," tolak Rose.


Namun, Erden tidak mendengarkan. Dia tetap membawa Rose ke kamarnya dan meminta anaknya itu untuk mandi sebelum tidur.


"Apa kau sudah makan?" tanya Erden mulai perhatian.


"Tidak usah sok peduli," ketus Rose seraya masuk kamar mandi dan membanting pintu.


Erden geleng kepala karena sifat Rose cenderung dominan dengan sifatnya. Dia semakin penasaran pada Jasmine, dia harus segera menemui perempuan itu.


Sepertinya dia harus menyusun strategi baru yaitu mengambil hati Rose. Erden harus lulus tes berkelakuan baik.


Jadi, dia meminta Otis untuk mempersiapkan makan malam dan mengantar makanan itu ke kamarnya.


Tidak butuh waktu lama karena Otis hanya memanasi makanan ke dalam microwave dan langsung mengantarnya ke kamar Erden.


"Ayo, makan dulu, Kacang manis," ucap Erden ketika Rose keluar dari kamar mandi.


"Kacang manis?" tanya Rose kegelian.


"Iya itu panggilan sayang dariku, kau seperti kacang mungil yang manis," jawab Erden.


_


Udah terima aja dari pada disamain sama hewan itu lebih mendingan😅


Alpha itu maksudnya ketua kawanan gitu ya ges, makanya Erden nyebut Jasmine itu betina Alpha.


Makasih yang udah mampir ramein cerita ini, sayang kalian banyak2🥰