Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 43 - Lamaran Betina Alpha



"Ini benar tempat tinggal kalian?" tanya Jasmine ketika sampai di bangunan kafe Erden.


"Iya benar, Nyonya. Hanya tampilan luarnya saja kafe tapi di dalamnya banyak tempat rahasia," jelas James.


James kemudian menghubungi rekannya untuk meminta dibukakan garasi. "Aku kembali bersama betina Alpha jadi cepat buka garasinya!"


Tak lama garasi terbuka dan Jasmine bisa melihat berbagai koleksi mobil Erden di sana.


"Ya, ya, ya. Aku mulai percaya sekarang," komentar Jasmine.


Ketika mobil sudah masuk garasi dan berhenti, Otis menyambut kedatangan perempuan itu.


"Bos Erden sudah menunggu anda, Nyonya," ucapnya.


Jasmine mengangguk dan mengikuti langkah kaki Otis yang membawanya masuk ke dalam lift.


Seperti biasa lift akan langsung menuju lantai kamar Erden berada.


Di dalam kamar itu, Rose sudah bangun dan tengah makan spageti. Sementara Erden sendiri hanya duduk sambil memandangi putrinya.


Sampai atensi keduanya mengarah pada pintu kamar yang terbuka. Di sana tampak Jasmine mengacak tangannya di pinggang dan berjalan mendekat.


"Aku tidak percaya sekarang bisa berada di markas mafia dan kalian selama ini membohongiku," protes Jasmine.


"Jase, jangan marah-marah. Keadaan kacang manis jauh lebih penting," balas Erden.


Perempuan itu mengatur nafasnya dan langsung memeluk Rose, dia sampai melupakan kalau anaknya mengalami insiden penculikan.


"Mommy mencemaskanmu," ucap Jasmine.


"Aku tidak apa-apa, aku mempunyai daddy Alpha yang keren," balas Rose.


"Apa kau menyukai daddy mu itu walaupun dia seorang mafia?" tanya Jasmine memastikan.


Rose menganggukkan kepalanya. "Aku menyukainya, sangat menyukainya."


Jadi, Jasmine meminta waktu berdua untuk berbicara pada lelaki itu. Mereka berada di lantai bawah di mana kafe berada.


Erden tengah meracik kopi dan Jasmine duduk melihat aksi lelaki itu.


"Kau belajar dari mana menjadi seorang barista?" tanya Jasmine kemudian.


"Aku tidak mengikuti kelas barista tapi aku memang suka seni," jawab Erden.


Jasmine mengingat memang tubuh lelaki itu terdapat banyak tato.


"Apa kau akan meninggalkan dunia mafia?" tanya Jasmine lagi.


Erden tampak tidak menanggapi pertanyaan itu, dia membuat bentuk dari creamer kemudian memberikan kopi buatannya pada Jasmine.


"Aku menunggu jawabannya," Jasmine berkata sambil menerima kopi itu.


"Apa kalau aku jawab tidak, kau akan membawa kacang manisku pergi?" tanya Erden.


"Aku ingin mendengar jawabanmu baru aku bisa memutuskan," sahut Jasmine.


Erden pun ikut duduk di samping perempuan itu dan menjelaskan beberapa hal. "Aku tidak bisa begitu saja meninggalkan dunia mafia yang sudah puluhan tahun aku geluti. Aku mempunyai banyak anak buah yang harus aku beri makan dan gaji."


"Jadi, aku tidak akan meninggalkan bisnis bawah tanahku. Tapi, aku mengurungkan cita-citaku menjadi raja penjahat!"


Entah Jasmine harus merasa terharu atau tertawa mendengarnya.


Dia pun meraih tangan lelaki itu dan mengecupnya.


"Aku tidak peduli kau siapa, kau sudah membuktikan ketulusanmu pada Rose. Jadi, mari kita menikah dan besarkan anak kita bersama," Jasmine melamar Erden. Dia mencoba tidak egois dan menghilangkan traumanya.


Erden tidak percaya akan dilamar oleh Jasmine padahal dalam hatinya dia senang bukan main, akhirnya betina Alpha takluk padanya.


"Aku merasa tersanjung akhirnya orang yang aku cari-cari selama ini akan melamarku seperti ini. Jadi, apa boleh buat, aku akan menerima lamaranmu, Mrs. Summer," Erden bergantian mengecup tangan Jasmine.