Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 17 - Skenario Tuhan



Sepertinya keadaan kembali tidak kondusif jadi Rose melakukan strategi selanjutnya. Dia berteriak di dalam kamarnya yang membuat Erden bergegas menggendong Jasmine ke kamar Rose.


"Kenapa menggendongku?" tanya Jasmine.


"Bukankah kau takut dengan kecoak?" Erden bertanya balik.


"Tapi, bukankah kau masih sakit?" Jasmine ikut merasakan ngilu atas insiden pecah telur sebelumnya.


"Kau harus memeriksa sendiri, kalau sampai kenapa-kenapa, kau harus tanggung jawab nona Summer," tuntut Erden.


Erden kemudian berjalan ke arah kamar Rose untuk melihat keadaan anak itu.


"Ada apa?" Jasmine langsung turun dari gendongan Erden ketika sampai di kamar.


Di sana Rose berakting sakit perut, gadis kecil itu memegang perutnya dan meringkuk di atas ranjang.


"Sakit, Mom," keluh Rose.


"Sini mommy periksa," Jasmine melihat perut Rose, dia memeriksa perut itu kencang atau tidaknya. "Kita periksa ke dokter, okay."


Rose menggeleng. "Aku mau daddy."


"Apa?" Jasmine tidak percaya Rose menjadi anak yang manja seperti itu.


Erden mendekat dan memainkan perannya. "Kacang manisku, daddy ada di sini. Kau pasti akan sembuh!"


"Daddy..." Rose memeluk lelaki itu.


Jasmine menggelengkan kepalanya, sebelum keluar kamar dia mencoba menghubungi pekerjanya di penginapan untuk membersihkan kecoa di rumahnya.


"Hei..." panggil Erden ketika melihat Jasmine yang akan melangkah keluar.


Jasmine berhenti dan menatap lelaki itu. "Ada apa?"


"Bisakah anak buahku tinggal di penginapanmu?" tanya Erden yang memikirkan James dan lainnya.


"Seorang barista datang bersama anak buahnya?" Jasmine mulai bertanya penuh selidik lagi.


"Mungkin hanya kau manusia yang berpikiran seperti itu saat pergi jauh dari kotamu," balas Jasmine tidak habis pikir. Dia harus mempunyai stok sabar menghadapi ayah biologis anaknya itu.


"Mereka boleh istirahat di penginapanku, kau di sini jaga Rose, aku akan menyiapkan makan malam dan kita harus bicara lagi," tambahnya.


Perempuan itu keluar dari kamar Rose dan menutup pintu kamar.


"Arghhh! Sialan! Fvck you!" Erden langsung mengumpat sambil memegangi miliknya yang sebenarnya masih sakit sekali.


Rose berdecak karena Erden yang tidak bisa mengambil hati Jasmine.


"Mana pesona Alphamu, Dad?" tuntut Rose.


"Aku tidak berbakat untuk urusan ini, kalau ingin melihatku keren, coba sekali-kali suruh dia melihat saat aku berhasil menyelundupkan barang dan mendapatkan keuntungan besar," ucap Erden.


Semakin Erden mengungkapkan jati diri aslinya, semakin membuat Rose menggelengkan kepalanya. Bagaimana mungkin dia berasal dari bibit kriminal itu?


"Yang ada mommy akan semakin menjauhkan kita," sahut Rose.


Anak itu semakin dibuat bingung karena hubungan kedua orang tuanya.


"Dad, sebenarnya kau menginginkan aku atau tidak? Bagaimana saat kau melihat mommy?" tanya Rose yang ingin tahu perasaan Erden dari mulut lelaki itu sendiri.


"Entahlah, aku bingung," jawab Erden. Dia ikut merebahkan dirinya di samping Rose.


"Apa kau tidak ingin membangun keluarga baru, Dad?" tanya Rose, lalu memiringkan tubuhnya supaya bisa melihat wajah sang daddy.


"Keluarga? Aku tidak pernah memiliki itu kecuali para anak buahku," Erden menjawab dengan jujur. Dia memang yatim piatu dari kecil dan bertahan hidup dengan cara apapun.


Cita-citanya memang menjadi penjahat dunia supaya hidupnya tidak menyedihkan. Dia ingin menjadi kuat dan ditakuti oleh dunia.


"Kalau begitu aku akan menunjukkan mu, apa itu keluarga," batin Rose. Dia sadar kalau kedua orang tuanya sama-sama kesepian dan kurang kasih sayang.


"Ternyata merajut nada cinta memang rumit," tambahnya.


Mungkin Tuhan memang memberikannya IQ tinggi supaya Rose bisa menghadapi situasi ini.