Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 28 - Wanita VIP



Bukan hanya menghancurkan lukisannya, saat sampai di rumah, Rose mengamuk di kamarnya.


Terdengar suara barang-barang di lempar dari luar.


"Rose..." Jasmine mengetuk pintu karena kamar itu dikunci.


Ini tidak adil!!!


Rose berteriak yang didengar oleh Jasmine. Perempuan itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia mengingat masa lalu di mana Jasmine mengamuk karena orang tuanya. Rasanya seperti de javu.


Mommy dan daddy jahat!!


Kalian berdua sama saja!!


Teriakan bercampur tangisan, sama persis seperti yang dilakukan Jasmine dulu.


"Semua tidak baik-baik saja," Jasmine ikut menangis sambil terduduk.


Ini semua adalah salahnya, memang benar kata Erden sebelumnya, dia terlalu egois. Hanya memikirkan dirinya sendiri, dia pikir semua bisa sendiri tapi nyatanya tidak.


Keegoisan yang mengorbankan makhluk kecil yang tidak tahu apa-apa seperti Rose.


"Maafkan mommy, maafkan mommy," Jasmine ikut merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya.


Akhirnya Jasmine memberi waktu Rose untuk tenang. Dia membuatkan camilan yang disukai anak itu.


Sampai malam tiba, Rose tak kunjung keluar dari kamarnya.


"Cepat datang ke rumah!" Jasmine menghubungi pekerjanya yang ada di penginapan untuk membuka pintu kamar Rose.


Hanya butuh waktu beberapa menit saja pintu itu terbuka.


Ternyata Rose tengah tertidur, pantas saja.


"Kamarnya jadi berantakan," komentar Jasmine yang melihat semua barang Rose tercecer di lantai.


Dengan cepat Jasmine membersihkan semua kekacauan yang dibuat oleh Rose.


...***...


"Bos..." Otis menyambut kedatangan Erden.


Namun, suasana hati lelaki itu sedang tidak baik. Erden tidak menanggapi apapun dan pergi ke kamar pribadinya.


"Ada apa, James?" tanya Otis pada rekannya.


"Apa?" Otis tidak percaya. Tapi, kalau dipikir-pikir memang Erden sudah lama tidak berhubungan dengan wanita. "Apa kemampuan merayu wanita bos jadi menurun?"


Ketika masih dalam pikirannya, ponsel Otis berbunyi ternyata Erden menghubunginya dan meminta dicarikan wanita.


"Ba... baik, Bos!" Otis langsung gelagapan. Dia sudah lama tidak memesan wanita malam.


Akhirnya Otis memutuskan menghubungi mucikari dan meminta wanita VIP untuk bosnya.


Wanita VIP itu bersedia datang ke kafe dan ketika sampai, matanya ditutup kain oleh anak buah Erden supaya tidak tahu apa-apa.


"Silahkan!"


Otis membuka penutup kain itu saat tiba di kamar Erden.


"Bos, barang sudah ready..."


Di dalam kamar, Erden hanya memakai bathrobe saja. Dia meminta wanita VIP itu untuk menari striptis di depannya, Erden ingin terangsang dengan wanita selain Jasmine.


Karena dibayar mahal, wanita VIP langsung saja menurut. Dia mulai menari sambil melepas pakaiannya satu persatu..


Tubuh moleknya terpampang nyata, wanita VIP itu mendekati Erden dan duduk di kedua paha lelaki itu.


Dua benda bulat tepat di hadapan Erden, kedua benda itu bergoyang-goyang minta dijamah.


Erden memegang dan meremasnya tapi apa yang dia inginkan tidak kunjung terjadi. Miliknya tidak bangun-bangun, beda hal jika berada di dekat Jasmine.


Hanya melihat wajah Jasmine saja miliknya sudah bangun dan tidak mau tidur lagi.


"Arghh!" Erden kemudian berteriak yang membuat wanita VIP itu ketakutan.


"Tu... tuan," panggilnya.


"Pergilah, bayaranmu tidak akan dikurangi," usir Erden.


Dari pada terjadi sesuatu padanya, wanita VIP itu cepat-cepat memakai bajunya lagi dan pergi dari kamar Erden.


Otis dan James jadi bingung karena wanita bayaran yang cepat pergi dari kamar bosnya.


"Apa bos mengalami ejakulasi dini?" tanya James bingung.


Otis menepuk jidatnya, dia tidak mungkin memberitahu yang sebenarnya.