Wrong Bedroom With Boss Mafia

Wrong Bedroom With Boss Mafia
WBWBM BAB 38 - Kacang Manisku



Lagi-lagi Jasmine memberikan pertanyaan yang sulit dijawab. Sudah jelas jika Jasmine memberitahunya dari awal pasti Erden akan meminta perempuan itu menggugurkan bayinya.


Dan Erden benci dengan pikiran itu karena mengingat wajah Rose. Pada akhirnya dia memiliki keluarga, bukan?


Erden tidak mau kehilangan semuanya.


"Kenapa selalu tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Jasmine menuntut.


"Percayalah lebih baik aku diam dari pada salah bicara," jawab Erden.


"Kalau begini aku jadi berpikiran kalau kau tidak menginginkan Rose," Jasmine jadi merasa kecewa.


Pada saat itu, mobil yang dikendarai Erden dan Jasmine sudah sampai di gerbang sekolah. Mereka yang tidak tahu, menunggu bel sekolah berbunyi.


Namun, ketika bel sekolah sudah berbunyi, tidak ada tanda-tanda Rose muncul.


"Di mana Rose? Aku akan turun," Jasmine yang cemas turun dari mobil.


Erden akhirnya ikut turun juga dan mengikuti langkah kaki Jasmine. Mereka pergi ke kelas anak mereka tapi keadaan sudah kosong.


"Tanya pada kepala sekolah saja," ucap Erden berusaha tidak emosi.


Mereka pun akhirnya mendatangi kepala sekolah dan di sana mereka mendapatkan informasi jika Rose sudah dijemput kakeknya.


Sepertinya, Erden sudah tidak bisa menahan emosinya, dengan membabi buta dia langsung memukul wajah kepala sekolah sampai pingsan.


"Erden, apa yang kau lakukan?" Jasmine tldak percaya jika Erden akan melakukan itu.


"Apa kau memang mempunyai ayah?" Erden tidak mau menanggapi pemukulan yang telah dia lakukan.


Dia justru duduk di kursi kepala sekolah dan mengutak ngatik komputernya. Erden ingin melihat rekaman cctv.


Komputer kepala sekolah memang terhubung dengan kamera cctv. Di sana Erden memutar rekaman dan memundurkan waktunya. Dan terlihat Rose keluar dari ruang kepala sekolah dengan seorang kakek.


"Apa ini rupa ayahmu?" tanya Erden.


Mendengar itu, Erden bergegas menghubungi James untuk mencari Rose. Dia mengirim potret kakek Ken dari cctv dan juga plat mobil yang membawa anaknya.


"Aku akan mencari kacang manis, kau tunggu saja. Dan jangan hubungi polisi," pinta Erden.


"Kenapa aku tidak boleh menghubungi polisi dan bagaimana cara kau mencarinya? Bukankah kita butuh bantuan?" cecar Jasmine yang panik.


Erden menangkap kedua bahu Jasmine dan mencoba membuat perempuan itu tenang. "Kalau kau melapor pada polisi, aku tidak akan bisa berbuat hal yang aku mau!"


"Karena aku berencana untuk membunuh orang yang berani menyentuh kacang manisku!"


Bukannya tenang, Jasmine justru semakin panik.


"Kau akan membunuh?" tanya Jasmine histeris. "Bagaimana kalau kau masuk penjara?"


"Ya, aku kabur," jawab Erden dengan santainya.


Tidak mau membuang waktu lagi, Erden akan mengantar Jasmine kembali ke serenity. Di sana anak buahnya pasti sudah menunggunya.


"Tidak bisa, aku harus tetap menghubungi polisi," Jasmine tetap keras kepala.


Erden mendengus kasar, dia akhirnya terpaksa menarik tangan Jasmine untuk dia paksa masuk ke dalam mobil.


"Lepaskan aku!" teriak Jasmine.


Lelaki itu merapatkan Jasmine ke dinding karena terus memberontak.


"Kau percaya padaku, 'kan?" tanya Erden di sana.


"Biarkan aku mencari anakku dengan caraku, bukankah kau tadi bertanya, apakah aku menginginkan anak itu?"


"Mungkin kalau saat kau hamil, aku akan memintamu menggugurkannya. Tapi, aku baru sadar kalau kacang manis adalah segalanya untukku. Jadi, aku menginginkan anakku dan aku akan mencarinya bagaimana pun caranya, apa kau mengerti?


Jasmine refleks langsung mengangguk karena melihat kesungguhan di mata Erden.