
“selamat pagi bocah pengering. Kau terlihat tegang sekaligus bersemangat sekali pagi ini”
Sapaan mengesalkan itu datang dari orang yang bernama Tory. Yaahh.. meskipun seorang Pangeran, kak Tory tidak nampak seperti pangeran yang biasanya. Jika di lihat dari sifat dan gayanya sangat tidak.. terhormat. Dulu aku pernah mengira bahwa dia dan Shida bersaudara karena sifat dan gerak-gerik mereka yang sama.
“apa tadi kau bilang? Kau memanggil ku bocah pengering?”
“iya. Kau kan, Putri angin. Jadi bisa mengeringkan semua pakaian yang basah dengan cepat. Waaahhh kau pasti akan berguna sekali di sini”
“tutup mulutmu, pangeran bodoh dan tak berguna”
“ouch.. caramu mendeskripsikan diri sendiri bagus sekali”
“Sudah, April. Tory Cuma bilang selamat pagi” Eve menggeleng-gelengkan kepala.
“ah... itusih bukan salam, tapi mengejek. Enak saja memanggilku bocah pengering”
“kakakmu sendiri saja terkadang di panggil Ratu Es, gadis lemari pendingin, cewek kulkas, terkadang ia marah, tapi dia masih lebih hebat dalam menjaga emosi” kak Eve duduk di sampingku.
“jangan samakan level ku yang masih bocah seperti ini dengan kakakku”
Eve mengangkat bahu, dan berkata, “ku fikir bagus untuk memberi tahukan padamu” setelah mengatakannya, Kak Eve mengambil sebuah apel, memotongnya kecil-kecil, lalu makan dengan tenang.
Jadi aku juga memilih untuk diam dan tidak menghiraukan tatapan bodoh pangeran Tory yang sengaja memprovokasiku. Ia bahkan menjulurkan lidahnya untuk mengejekku. Ini sangat mencerminkan orang seperti apa pangeran Tory ini. aku jadi geleng-geleng kepala.
“selamat pagi semuanya...”
Seseorang dengan tubuh di balut perban mengelilingi tangan dan tubuhnya bagaikan mumi duduk dan bergabung di tengah-tengah kami. Oh iya... aku hampir lupa menceritakan perihal panglima pertama dan kedua. Ternyata, Panglima kedua telah berkhianat selama ini. Ia berniat membunuh panglima pertama namun karena mengira panglima pertama telah mati, ia meninggalkannya di jalan menuju hutan. Ternyata Panglima pertama masih selamat. Eve dan Tory yang menemukannya sedang merangkak mencari bantuan.
Sementara panglima kedua tewas saat hendak menyerang panglima ketiga, Daniel. Namun tidak berarti Daniel tidak mengalami luka serius. Luka di sekujur tubuhnya bahkan lebih banyak dan lebih memprihatinkan ketimbang luka di kaki Tory.
Untungnya, tubuh Daniel besar dan berotot, jadi dia masih sanggup bertarung di samping Shida dan Tuan Leo. Itu sebabnya Daniel kini nampak seperti setengah mumi. Akibat luka-lukanya yang di perban.
Tak lama kemudian, kakakku dan kak Shida muncul. Kakakku sudah nampak rapi, walaupun terlihat sedikit mengantuk, ia tetap menebar senyum manis untuk menyembunyikan rasa kantuknya. Aku melirik pada Pangeran Tory yang walaupun terlihat segar, ternyata memiliki lingkaran mata hitam di bawah matanya.
Apa yang terjadi di antara mereka?
Ah.. palingan mereka duduk-duduk di atap atau di taman atau apalah..Merekakan, bagaikan sepasang suami-istri pecinta alam.
Sedangkan kak Shida datang dengan gaya yang sedikit acak-acakan. Ia masih menggunakan piyama tidur yang sepertinya semalam ia gunakan. Hanya rambutnya yang sepertinya sudah ia rapihkan terlebih dahulu. Memang sih, kak Shida ini benci terlihat terlalu rapi. Persis seperti Pangeran Tory.jika di lihat dari sifat mereka, kau mungkin percaya jika mereka adalah saudara.
“oke, para putri sudah berkumpul. Tapi kemana para dewan-dewan ini? memangnya kita harus menunggu berapa lama? Daniel harus segera kembali ke satuan pasukan secepatnya” Shida mulai mengomel.
“kalau dia terburu-buru, kenapa kau masih menahannnya di sini? kau ini keras kepala sekali. Lagipula kau baru datang kurang dari 5 menit. Kenapa tidak sabaran sekali sih? Bahkan kau datang dengan baju bau seperti ini” Tory mengerling pada kak Shida yang balas merenggut.
Kak Shida menatap tajam pada Tory. “apa kau bilang? Baju bau? Ini namanya gaun tidur. Lagi pula aku tidak seperti kalian, yang menyukai pencitraan dengan berpakaian baik padahal di dalam hati kau malas memakainya” mendengar jawaban Shida, kakakku memegangi bajunya sambil menatapnya dengan tatapan kosong.
“sudahlah. Ayo kita mulai makan saja. Sepertinya Dewan memang terlambat untuk sarapan bersama. Bukannya ini sudah biasa?” Daniel menengahi.
“oh.. iya juga ya? Aku lupa. Ayo kita makan semuanyaaaa” seketika Mood kak Shida yang tadinya buruk kini baik kembali. Ia jadi ceria lagi sambil menyantap makanannya di piring. Daniel mengerling nakal pada kak Shida, sambil berkata “memangnya kapan kau pernah makan dengan dewan? Biasanya kau makan dengan satuan pasukan di taman belakang bersama kami kan?”
Untuk sesaat, Shida dan Daniel sempat bertukar pandang sebelum Shida kemudian mengalihkan pandangannya kembali pada sarapannya. Ouch.. ada apa ini? Kenapa masih pagi sudah ada aroma-aroma red letter begini? Apa normalnya markas memang seperti ini?
“makan yang banyak, bocah pengering” Tory membisikiku sambil tertawa nakal.
Usai sarapan, Eve membantuku berlatih di tempat khusus bagi para putri.
“saat bertemu dengan seseorang yang dapat mengendalikan api, kau harus membuang jauh-jauh kemampuan mu menggunakan angin. Bahkan perisai yang kau buat tidak akan sanggup melindungimu, karena angin akan selalu menyokong kekuatan api.”
“tunggu dulu.. kenapa aku harus belajar untuk bertemu dengan pengendali api? Bukannya kau satu-satunya pengendali api yang akan ku temui?”
“yah.. tidak juga. Aku tidak berbicara tentang aku. Tapi, Lord Hyno, dan ada juga putranya yang menyebalkan, Lord Meus.”
“Lo..Lord Hyno? Emangnya dia bisa mengendalikan api?”
“iya. Dia bisa mengendalikan api. Jadi, jika bertemu dengannya, satu-satunya tempat berlindung adalah Dessy yang mengendalikan Es. Tapi jika seandainya Dessy tidak ada, kau masih bisa berlari padaku. Aku akan menghalangi api itu untuk mu. Mengerti?”
“ok.. jadi.. sekarang bagaimana?”
“akan kita mulai dari pelajaran yang kau terima dari guru dan kakakmu selama ini. pelajaran bertahan. Baiklah, aku akan menyerang mu, dan kau harus coba untuk meminimalisirkan luka yang akan kau dapatkan selama latihan ini. mengerti?”
“ya. Aku mengerti. Tapi apa kita hanya akan berdua saja?”
“untuk saat ini, iya. Aku akan mengajarimu cara mengatasi kelemahanmu, lalu bersama Shida kau akan berlatih menggunakan kekuatan mu, karena di antara kami, Shida memiliki kemampuan menyerang terbaik. Teknik pengendalian petirnya akan membantu mu sedikit. Sedangkan kakakmu, Dessy akan membantu dalam pertahanan mu setelah kau melewatkan harimu dengan ku. Dia akan mengawasi kita dari jauh untuk mengukur kemampuan bertahan mu dulu. Oh.. juga kemampuanmu berperang tanpa menggunakan kekuatan khususmu, mungkin lebih mudah menyebutnya ‘bertarung dengan pedang, akan di bantu oleh Tory dan Panglima yang akan bergantian mengajarimu. Semakin banyak gurumu semakin banyak pelajaran yang dapat kau ambil. Sekarang, berhenti mengulur waktu dengan segala pertanyaan mu. Aku akan menjawabnya nanti”
Eve menyalakan api di tungku yang sepertinya memang di sediakan untuk putri api berlatih di lapangan. “Baiklah. Bersiap... setelah hitungan ku yang ketiga, aku akan mulai menyerang. Aku akan memberimu waktu 15 menit untuk mengatur strategi.”
Kemudian, Kak Eve berjalan santai sambil mendekati tungku api, lalu melebur masuk ke dalamnya.
Wwwooooooowwww... apa aku bisa mengalahkannya? Maksudku.. pengalaman berperang kak Eve pasti sudah banyak. Dia juga pasti sangat hebat kalau bisa sampai menyusup ke markas utama kegelapan. Kalau di bandingkan dengan ku yang masih baru ini, apalah aku ini...
Waktu 15 menit ku gunakan untuk membuat strategi dan mnyembunyikan jebakan. Aku mencoba berbagai hal yang dapat ku gunakan untuk melindungiku bertahan dari serangan pegguna api. Lalu terbersit suatu pemikiran di kepalaku.. Bagaimana kalau nanti aku penuh luka bakar? Ouuwwhh.. memikirkannya saja aku sudah mual.
Bagaimana ini?
Kata kak Eve tadi, kakakku akan melihat.
Bagaimana jika aku tidak tampil begitu baik? Apa dia akan kecewa?
“hei..” sapaan seseorang mengangetkan ku. Secepat kilat aku berbalik, dan menemukan kakakku keluar dari pepohonan.
“maaf.. kau kaget ya?... tenanglah, ini aku,” kakakku tertawa kecil.
“astaga.. dari mana kakak datang? Aku tidak mendengar suara atau tanda-tanda kehadiranmu sama sekali. Jadi dari tadi kau sudah di sini?”
“aku belum lama di sini. ngomong-ngomong.. sudahkah kau berfikir menggunakan cara apa untuk bertahan?”
“aku belum tahu. Kakak ada saran?”
Kak Dessy mengambil langkah untuk mendekatiku. Meskipun langkahnya terasa agak berjarak. Ia kemudian memanduku untuk duduk di atas rumput. “semua putri adalah petarung fleksibel. Kita bisa bertarung jarak jauh dan jarak dekat. Kau tidak usah khawatir. Ini hanya uji coba untuk melihat seberapa jauh kau mampu bertahan dalam pertarungan. Berdasarkan apa kata Eve tadi, memang kau tidak dapat menggunakan kekuatan angin untuk bertahan dari pengguna api. Tapi.. bukannya kau bisa menggunakan angin mu untuk mengarahkan sesuatu?”
“katanya tidak ada gunanya. Kekuatan kak Eve adalah kelemahan sekaligus fungsi utamaku.”
“tidak. Kau tidak akan tahu jika belum mencoba.”
Dessy mencubit pipiku, lalu memelukku sebentar. Setelah melepaskan pelukan, Ia mulai melebur ke dalam bayang-bayang. Aku sebelumnya pernah melihatnya melalukan teknik ini untuk mengecoh Pangeran Tory saat bertarung. Sepeninggal kak Dessy, tinggalah aku seorang diri, masih bingung tentang apa yang harus ku lakukan.[]