The Unfulfilled Wish

The Unfulfilled Wish
25. Necromancer: Rise of demonic power



Laki-laki yang sebelumnya menggunakan kekuatan pembangkitan ini kini menggunakan kekuatan yang tidak lain milik kekuatan Raja kekaisaran ketujuh.


Kekuatan kegelapan, dimana yang terkena serangan itu akan tenggelam ke dalam lautan yang tidak satupun cahaya menyinarinya.


Perlahan ia akan mati tertelan dengan gelap gulita. "Kau meniru!" Tanya Edvard.


Penyihir tingkat 1, benar-benar merepotkan bahkan untuk seorang reinkarnasi Raja terdahulu yang merupakan iblis legendaris.


"Tapi aku ini reinkarnasi Raja keempat! Kekuatanmu ini sama sekali tidak akan membunuhku!" Kekeh Edvard.


Seringaian tercipta pada wajah tampan Fox, serangan yang tadi memang tidak akan menumbangkan seorang iblis tingkat atas.


Tapi bagaimana dengan manusia yang tidak memiliki kekuatan dengan jiwa yang rapuh? "Memang tidak, tapi lihatlah ke belakangmu. Tuan iblis." Seringai Fox.


Iris mata itu perlahan melirik Sherly yang tidak sadarkan diri di belakangnya. "Sherly." Tuturnya.


'Edvard, jika kau terlahir. Tolong lindungi manusia ini.'


Perintah yang diberikan Evander tidak terjalankan dengan baik, manusia yang disebutkan Evander kini telah mati.


"Hei, Fox." Panggil Edvard. Jarang atau bahkan tidak pernah memanggil nama dari penyihir itu, bersamaan dengan panggilan itu kekuatan Edvard terus bertambah.


"Only you can make me disobey King Evander's orders. Karena itu," Senyuman diakhir kata benar-benar membuat kedua mata Fox melebar.


"Matilah." Lanjutnya.



Entah sudah berapa lama anak itu menghadapi seorang iblis yang terbakar amarah. Seperti yang dilihatnya, kekuatan itu benar-benar kuat sampai tidak ada celah untuk membalas.



Bahkan serangannya tidak ada satupun yang berhasil menggores kulitnya itu. "Apa kau benar-benar seorang iblis?"



"Setahuku iblis tidak hidup berdampingan dengan manusia." Lanjutnya.



Suara benturan antara tangan Edvard dan Fox menghasilkan sekumpulan angin yang menghempaskan apa saja disekitarnya. "Kau terlalu banyak bicara." Bisik Edvard.



"Kau marah hanya karena manusia lemah?" Tanua Fox. "Kau itu manusia, hanya saja diberi kekuatan!" Geram Edvard.



"Jangan besar kepala hanya karena dirimu lebih kuat dari manusia biasa!" Tukas Edvard.



Memang benar apa yang diucapkan Edvard, tidak satu katapun yang salah. Tapi entah kenapa dirinya tidak terima jika disamakan dengan manusia yang lebih lemah darinya.



"Aku tidak sama dengan manusia itu, dia lemah, tidak memiliki kekuatan!" Geram Fox.



Laki-laki itu mengeluarkan sebuah kabut berwarna hitam, sama seperti kekuatan Raja ketujuh. Edvard pun menjauh, terkena racun dengan tubuh yang kecil sama sekali bukan hal beruntung. Seiring berjalannya waktu, tubuh yang seperti anak usia 5 tahun kini berubah menjadi laki-laki yang berusia 20 tahun.



Kekuatan reinkarnasi raja terdahulu memang tidak diduga. "Kau bisa mengubah wujudmu?" Kekeh Fox. 



"Menarik." Seru Fox.



Di dalam ruangan yang tidak ada satupun benda ataupun cahaya yang menyinari, hanya ada kegelapan yang menyelimuti tubuhnya.


Mau berjam-jam, bertahun-tahun ia berjalan menelusuri ruangan itu tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan.


Ruang yang benar-benar gelap dan hanya diisi dengan warna hitam. Terkecuali ada sebuah tabung dengan seseorang di dalamnya.


Seperti dirinya, namun berbeda. "Seorang laki-laki. " Gumamnya sembari merasa tabung yang berisikan air itu.


Seiring dengan langkah kakinya yang mengelilingi tabung itu, mata orang itu terbuka menatapnya. "Kau kah orang yang diutus semesta untuk jadi tuanku?" Tanyanya.


"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, tapi aku menemukanmu disini saat aku terkena serangan penyihir." Sahutnya.


Hanya dengan berubahnya warna mata laki-laki itu, kaca yang melindungi isinya pecah berkeping-keping.


Langkah pertama saat ia keluar dari tabung dan berlutut pada Sherly. "Hormat pada Nona Sherly Frydenlund." Ujarnya.


Sejujurnya, Sherly benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Terutama saat melihat laki-laki yang berlutut dihadapannya ini. "Kau ini ngapain? Berlutut pada orang asing?" Tanya Sherly.


"Saya adalah orang yang akan membantu Nona. Itu sudah diramalkan beberapa tahun lalu." Sahut laki-laki itu.


"Kalau begitu, sebutkan namamu."


Laki-laki itu perlahan bangkit dengan tangan kanan yang terlipat di dada dan posisi tubuh yang sedikit membungkuk. "Rafael Olf Vargstein, seorang iblis tipe kekuatan." Ujarnya.


"Maksudmu tipe kekuatan?" Sherly terheran.


"Mohon maaf jika Nona tidak mengerti. Tapi bangsa Iblis memiliki banyak pembagian ada yang berwujud dan ada yang tidak."


Sherly mendengarkan dengan kepala yang terasa berat. "Dan saya termasuk yang tidak berwujud, karena ini hanyalah jiwa saya. Saya terlahir untuk menjadi bagian kekuatan seorang gadis."


"Yaitu, Nona." Lanjutnya.


Iblis itu mengulurkan tangannya pada Sherly yang bahkan sudah tidak kuat berdiri. Namun ia menahan semua itu, jutaan nyawa sedang menunggunya.


"Jika Nona ingin menyelamatkan nyawa orang lain, maka sambutlah tangan saya. Dan jika tidak, Nona akan disini selamanya." Ujar Rafael.


Terasa familiar, perasaan dan suasana ini entah mengapa terasa sekali bahwa ia pernah menghadapi hal yang sama.


Tanpa ragu ia membalas uluran tangan Rafael. Dan hanya sekejap mata tubuhnya itu terasa terhempas oleh angin.


Tubuh yang terbaring di tanah akibat serangan Fox itu mulai bangkit dengan mata yang berbeda. "Sherly." Gumam Edvard tidak percaya.


"Bagaimana bisa kau bangkit dari kematian yang sudah jelas-jelas di depan matamu." Ujar Fox.


Tekanan aura yang berbeda dari sebelumnya, aura yang jauh lebih pekat dan kuat. Jauh melebihi Edvard kala itu. "Nona...Sherly." Panggil Edvard.


"Kekuatan itu...kekuatan iblis?" Tanya Edvard.


Dengan tanpa permisi, Sherly menjatuhkan tangannya di atas kepala Edvard yang saat ini seorang laki-laki. Mengusapnya pelan seperti seorang kakak.


"Terima kasih sudah mengkhawatirkanku, tapi itu tidak di butuhkan lagi sekarang." Kekeh Sherly.


Warna mata yang berbeda satu sama lain itu benar-benar membuat Fox terheran. Mata aquamarine dan mata merah. "Apa yang akan kau lakukan? Kau hanya manusia." Kekeh Fox.


"Memang benar bahwa aku manusia, tapi apa kau percaya. Bahwa iblis yang merupakan reinkarnasi raja terdahulu itu terlahir karena adanya aku." Seringai Sherly.


Rasa kejut yang tidak bisa di sembunyikan adalah salah satu kesempatan Sherly untuk menyerang.


Tahu bahwa ini salah satu cara curang, tapi jika lawannya kuat. Apapun cara yang digunakan akan tetap sama jika hasilnya tidak ada nyawa yang melayang. "Kau lengah, Tuan penyihir." Bisik Sherly.


Entah kekuatan apa yang digunakan Sherly hingga laki-laki itu tidak bisa bergerak melihatnya. "A,apa ini?" Gumam Fox.


"Berani sekali orang lemah sepertimu merendahkan nona Sherly." Kekeh seseorang.


Tidak lama seorang iblis kecil muncul dan bertengger di pundaknya. "Rafael!" Seru Sherly.


"Halo, saya Rafael. Pecahan kekuatan Nona Sherly." Kekeh Rafael.


Dengan wujud kecil itu, siapapun yang melihatnya pasti akan mengira itu adalah boneka kecil. "Kekuatan...iblis, katamu?" Ujar Fox tidak percaya.


Bersambung...