The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Batas Kewarasanku, Malia.



"Malia ayok ikut aku.." Jason menarik tangan Malia.


"tunggu, kita mau kemana?" tanya Malia menangkis tangan Jason


"Ke mall, kita beli baju buat kamu.. aku ga mau kamu pake baju kolot ke prom dance.. 😩"


"i..iya aku ganti baju dulu.."


"gausah, ini aja udah cantik.."


ucap Jason sambil memandang Malia yang hanya mengenakan jeans dan kaos berwarna putih.


"A.. AKU PAKE MASKER DULU!!!"


Malia memakai masker untuk menutupi gigi taringnya yang terlihat sedikit menyeramkan.


"ughhh πŸ₯΄" Jason menarik Malia ke mobil.


Malia mengepangkan kakinya dan bernyanyi mengikuti lagu yang di play oleh Jason.


"udah minum pil dari Isaac?" tanya Jason yang masih merasakan aura Heat Malia.


"udah πŸ€“"


"apa itu efektif? bagaimana perasaan kamu?"


"emmm.. aku merasa baik baik aja jason.."


"did you see that?"


(apa kau melihatnya?) Tanya Jason


"Melihat apa?"


"Pheromonmu (auramu) seperti asap berwarna keunguan.. hhhhhhmmmm.. baunya manis dan pekat.." ucap jason sambil menghirup udara di dalam mobil


"jangan hirup lagi!!!" Malia menutup hidung jason dengan tangannya.


"hahaha.. okay okay.." ucap Jason


Jason memarkirkan mobilnya.


"pakai ini.." jason membuka jaketnya dan memberikannya pada Malia.


Malia makai jaket Jason.


"temenin aku main billiard dulu ya, aku ada janji ketemu temen ni.. sekalian ngenalin kamu.."


Jason menggandeng tangan Malia memasuki sebuah bar disamping mal tersebut.


Β 


Jason dan Malia masuk ke ruangan billiard. banyak laki laki muda melirik ke arah Malia. Ruangannya terlihat redup dengan music yang terdengar sangat keras.


Jason menggandeng Malia dengan erat.


"Hey, jason!!!" teriak salah satu teman jason memanggil jason.


Dua laki laki dan satu orang wanita berbaju sexy bernama Jenna.


"Hey, man.." Jason memeluk kedua temannya


"Emmmmpppp.." Jason mencium Jenna dengan liar, kedua tangannya merangkul pinggang Jenna.


Malia berdiri canggung dibelakang Jason.


"Who is this beautifull girl?"


(Siapa gadis cantik ini?) tanya salah satu teman Jason


"This is Malia, she is my lil sister"


(ini Malia, dia adalah adikku)


Malia bersalaman dengan teman teman jason.


"Jason, bolehkah aku duduk disana? πŸ™„"


"Yeah, go on.."


(Yeah, pergilah..)


Malia lalu duduk di sebuah bar kecil.


"Hey, can you give me wine please.. 😞"


(Hey, bisa berikan aku wine.. 😞)


Ucap Malia pada bartender yang menjaga bar.


"Kamu.. sepertinya aku mengenalmu.." Jace langsung menarik masker Malia, Malia buru buru memakainya kembali


"Hey, jangan kurang ajar ya.. 😀"


"Dont be angry!"


(Jangan marah!)


Jace menatap Malia, seketika Jace berwarna keemasan. Malia mengerti bahwa Jace mengisyaratkan bahwa dirinya adalah Lycan, sama seperti Malia.


"Kamu adik Jason ya?"


Ternyata si bartender adalah Jace, seseorang yang menggoda Malia saat camping.


"Aku Jace..😁" Jace menyodorkan tangannya


"Malia.. πŸ™„" Malia menjabat tangan Jace


"dimana Jason? dia memarahiku saat aku menggodamu di tenda, sekarang dia sendiri yang membawamu masuk ke kandang buaya seperti ini.. haha.. apa dia tidak takut kamu dibawa om om? haha"


ucap Jace sambil mengelap beberapa gelas.


"yaudalah kan aku juga udah gede bisa jaga diri.. dia lagi main (billiard) sama Jenna dan yang lainnya.. oh iya, kamu kerja disini?" tanya Malia.


"yeah, beberapa orang tidak seberuntung kamu.. aku harus bekerja keras untuk membiayai pendaftaranku.. (pendaftaran kuliah)"


Jace memberikan wine pada Malia


Malia meminumnya.


"Sepertinya sangat menyenangkan memiliki kehidupan normal sepertimu.. 😌 kasih aku satu gelas lagi"


"kenapa? memangnya hidupmu tidak normal? hahaha.." Jace tertawa renyah.


Setelah beberapa gelas, Malia mulai mabok. Kepalanya manggut manggut mengikuti alur musik, matanya terpejam, bibirnya tersenyum lebar.


Setelah beberapa gelas, Malia terlihat sangat mabok Malia meletakkan kepalanya di atas meja bar.


"Malia.." sepasang tangan hangat memegang pundak Malia.


"Hemmm??? Kak Hans?" Malia mengira itu adalah Hans. kedua tangan Malia langsung merangkul pundak Isaac, membenamkan wajahnya di dada Isaac.


"Aku kakak tirinya.."


"Berapa gelas?" tanya Isaac pada Jace


"Enam.." ucap Jace


Isaac membayar pada Jace.


Isaac membopong Malia, saat akan keluar dari tempat billiard Isaac melihat Jason sedang duduk si sofa besar dengan Jenna duduk dipangkuannya. Mereka terlihat sangat bergairah, Jason berkali kali mencium leher Jenna sambil melingkarkan tangannya di pinggang Jenna.


Isaac menghampiri Jason, Isaac terlihat sangat marah.


Isaac menaikkan kaki kirinya di paha Jason, lalu menginjaknya dengan kuat.


"Ow hey.. Easy men.."


(Ow hey, tenang bung..)


Jenna merasa kaget dan langsung meloncat duduk di samping Jason


"Dont ever bring her (Malia) to come to place like this😀"


(Jangan pernah membawa dia (Malia) ke tempat seperti ini)


"argggghhh sorry sorry, i just wanna have fun with her😫"


(arrggghhhh maaf maaf, aku hanya ingin bersenang senang dengan dia😫)


Jason meringis sambil memegangi kaki Isaac yang berada di atas paha kirinya.


Isaac berjalan keluar dari bar itu. Hari mulai gelap, Isaac membaringkan Malia di mobil. Malia memejamkan matanya. Isaac memasangkan sabuk pengaman di pinggang Malia, pelan pelan Malia membuka matanya.


"Malia.. Hey.. apa kamu sudah sadar? bagaimana perasaanmu? minum ini..😊"


Isaac memberikan sebotol air mineral, Malia tak menggubrisnya.


"hhhh.." Malia belum sepenuhnya sadar.


"oke, kita pulang ya..😊"


Isaac mengelus pipi kanan Malia lalu menyalakan mobilnya.


Malia kembali tertidur, Hujan mulai mengguyur kota london.


Isaac membaringkan Malia di kamarnya dengan lembut lalu membuka jaket Malia.


Isaac menyalakan perapian, samar samar Isaac merasakan pheromon Malia mulai menyebar ke seluruh sudut ruangan. Tampaknya pill dari Isaac sudah tidak efektif lagi, Malia harus meminumnya lagi.


(pheromon itu akan terus menerus menyebar saat masa heat 10-14 hari)


"hhhh hhhh " Malia merintih pelan


"Malia..😟" Isaac duduk di samping ranjang


"Kak hans.. aku merasa aneh.. tubuhku terasa panas, kepalaku sakit sekali kak.." Malia menggeliat, tubuhnya berkeringat, nafasnya terengah engah.


Malia masih mengira isaac adalah Hans.


Isaac menatapi setiap lekuk tubuh Malia.


"Malia, bangun yuk.. Malia harus minum pilnya.. 😌" Isaac membelai pipi kanan Malia


"Hhhhh.. hhh.. tolong hentikan.. aku.. aku tidak suka perasaan seperti ini kak Hans.." Air mata menetes dari ujung mata Malia.


"ayok bangun dulu, minum pilnya dulu.."


Isaac mengangkat pundak Malia agar duduk.


"apa karna heatku? birahiku? kenapa tidak langsung saja bercinta denganku? kenapa aku terus terusan diberi pil.."


Malia bangun langsung memeluk Isaac, *********** yang kenyal terasa melekat sempurna di dada isaac. Isaac mengelus punggung Malia.


"Malia, jika kamu terus terusan begini aku takut tidak bisa menahan diriku lagi.. 😟" ucap Isaac membenamkan wajahnya di pundak Malia.


Pheromon Malia terasa lebih pekat.


"Then, just do it with me.. dont you wanna f*ck me?"


(Maka, lakukanlah denganku.. tidakkah kau ingin bercinta denganku?) Ucap Malia.


Tangan Malia merogoh kaos Isaac dan mengelus punggung Isaac dari dalam kaosnya, tangannya terasa sangat hangat.


Isaac memegang tangan Malia.


"dont you love me? am i not good enough for you?"


(tidakkah kau mencintaiku? apa aku tidak cukup baik untukmu)


Malia menatap mata Isaac, pandangannya nanar, tubuhnya berkeringat.


"I love you, Malia.. sejak awal aku melihatmu di bandara.. Aku tau aku sudah berada di batas kewarasanku, mencintai adik tiriku sendiri.." ucap isaac


Pipi Malia memerah, matanya berkaca kaca, pupilnya berubah menjadi coklat pekat keemasan pertanda birahinya memuncak.


Cklakkkk, Malia membuka sabuk Isaac.


Isaac merebahkan Malia, lalu Isaac membuka kaosnya sendiri. Tubuh kekar dengan tato mawar dilengannya, Malia meraba kedua lengan Isaac.


Isaac menciumi pipi Malia, rambut gondrongnya berhelaian di wajah Malia, Malia menutup matanya.


"ughhhh hhhh.. pheromonmu sangat manis" ucap Isaac.


"hhhh hhhhh.. emmmpphhh.." Malia mulai mendesah saat Isaac mencium lehernya.


Tangan Isaac menyusup kedalam kaos Malia, meremas payud*ra Malia dengan lembut.


"Malia apa kamu baik baik saja? aku takut kamu akan menyesalinya.." ucap Isaac berbisik di telinga Malia sambil membuka ritsleting celana jeansnya.


"No.. aku ga akan menyesalinya.. because im doing that with you, kak hans.. someone i loved"


(tidak, aku tidak akan menyesalinya.. karna aku melakukannya denganmu, kak hans.. seseorang yang aku cintai)


"😳😳😳😳😳😳😳" Isaac terduduk karna kaget dengan ucapan Malia.


"Aku sudah melakukannya sejauh ini dan kamu pikir aku adalah hans? aku pasti sudah gila.. haha" Isaac menertawakan dirinya sendiri.


Isaac menundukkan kepalanya, tak terasa air matanya menetes mendengar pengakuan Malia tentang perasaannya terhadap Hans.


Isaac mengambil pill serbuk daun oak, lalu menaruhnya di mulut Malia.


Malia masih memejamkan matanya, terlihat lemas lunglai di kasurnya.


"haha, sial!!!" ucap Isaac sangat marah.


BRAKKK


Isaac menutup pintu kamar Malia dengan keras.


Episode selanjutnya akan rilis setiap jam 00.00 πŸ˜‰ Jangan lupa like, komen dan votenya ya kakak 😊