The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Sang Hierarki



11.15


"Malia kenapa cemberut gitu? Kamu tuh cewek pertama yang naik mobil ini sejak aku membelinya lho, setidaknya tersenyumlah sedikit.." ucap Jason sambil menyetir.


Malia diam saja.


"Mau dibuka atapnya?" Tanya Jason


"Ih apaan sih.. Malia ga suka.. ๐Ÿ˜ž" ucap Malia


Jason fokus menyetir.


"Ga usah dipikirkan kelakuan kak Isaac tadi malam, dia ga bermaksud begitu.. kamu kan tau, dia laki laki dewasa dan punya kebutuhan biologis juga.. sama seperti Hans, aku dan kamu.. kalau aku yang bersama caroline pasti dia akan berteriak lebih keras, Hahaha"


Jason meminum sebotol air mineral.


"Sejak kapan kamu jadi vampir?! ๐Ÿค”"


"Pffff, uhukk uhukkk" jason terbatuk batuk mendengar pertanyaan Malia


"hey, hati hati.. ๐Ÿ˜’" ucap Malia menepuk nepuk pundak Jason


"uhuk.. aku ga ingat.. sejak tahun 1847 mungkin.. uhuk"


"Hah? ๐Ÿ˜ณ"


"Yep, aku terjebak di usiaku yang 18tahun selama 174tahun.. ayah mengubahku saat usiaku 18tahun, aku tidak bisa menua, sakit ataupun mati.."


"Itu artinya usiamu sudah 174tahun lebih? ๐Ÿ˜ณ" Malia tertegun dengan jawaban Jason


"iya.."


"Ba.. bagaimana kamu bisa berjalan dibawah sinar matahari?" Tanya Malia penuh rasa penasaran


"Hahaha vampir yang takut sinar matahari hanyalah fiksi, manis.. ๐Ÿฅฐ" ucap jason sambil memarkirkan mobilnya


"Vampir hanya bisa dibunuh dengan racun dari gigi lycan.. tapi aku sendiri tidak mendengar berita apapun tentang lycan selama ยฑ18tahun.."


(Lycan \= manusia serigala)


"18tahun? Apa berita terakhir para lycan itu?" Tanya Malia dengan antusias


"Aku dengar sang Ratu lycan akan memberikan putrinya pada Hierarki, asalkan Hierarki berhenti membunuh para Vampir dan Lycan karna saat itu Hierarki dan gerombolannya membantai hampir separuh dari kaum Vampir dan Lycan tanpa alasan yang jelas"


"Hierarki?"


"Hierarki adalah pemimpin dari segerombolan lycan.."


"Dont you think the queen is really a cruel mom?"


(tidakkah kau berfikir sang ratu adalah ibu yang kejam?) Ucap Malia.


"Karena dia (ratu) mencintai seorang Vampir.. dia tidak mau kaum dari kekasihnya dibantai oleh kaumnya sendiri.."


Jason berusaha menutupi bahwa sebenarnya Malia Hwa Sean adalah the princess of lycan (sang putri lycan).


"Kamu mau snack apa buat camping nanti malam?" Tanya Jason sambil membukakan pintu mobil Malia


"Emmm.. aku suka snack snack manis.. ๐Ÿ˜Š"


"Ayokk.." Jason menggandeng tangan Malia


Hari hampir gelap, Malia dan Jason pulang dengan tertawa cekikian, Malia terlihat sangat gembira.


Hans berada di ruang tamu


"Hans, lihat.. Malia cantik sekali bukan? ๐Ÿฅฐ" tanya Jason pada Hans


Hans memandang Malia, Malia memakan dress satin merah sepaha dengan model kerah sabrina yang menunjukkan pundak dan leher putih Malia, sangat menggugah gairah para vampir untuk menggigitnya


Malia tampak malu, pipinya memerah.


"Itu terlalu terbuka untuk gadis seusiamu.. Jelek sekali! ๐Ÿ˜" Ucap Hans tampak tak senang dengan penampilan Malia.


"Uhhh, Malia jangan dengarkan omongan pria tua ini.. kamu cantik banget..๐Ÿฅฐ" ucap jason sambil naik ke tangga


"Malia.." Ucap Isaac


"Iya, kak Isaac.. ๐Ÿค“" Malia berjalan menuju ruang tengah.


Isaac tertegun memandang Malia berpakaian sangat sexy.


"Kamu minum ini ya.. biar ga gampang sakit, soalnya hutan floriq terkenal dinginnya.. ๐Ÿฅฐ" Isaac memakaikan jaketnya pada Malia.


Karena Isaac seorang dokter, Malia tidak curiga sedikitpun tentang kandungan dari pil yang diberikan Isaac.


Padahal pil tersebut berisi serbuk daun pohon oak.


20.11


Semua anggota camping berkumpul di samping api unggun, terdiri dari 117 cewek dan 225 cowok.


Jason dan beberapa laki laki sedang mendirikan tenda yang masih belum selesai.


Malia tertawa dan menari mengikuti alunan gitar yang di mainkan teman teman jason.


Beberapa lelaki memainkan gitarnya, beberapa lagi bernyanyi dan menari mengelilingi api unggun bersama Malia.


Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah pohon pohon yang lebat, tidak ada sorot lampu dari arah manapun selain dari api unggun.


Tiba tiba Malia mendapati sepasang mata berwarna emas menyala yang menatapnya dari tengah rimba.


"Arrrghhhh, Jason!!! ๐Ÿ˜ซ" Malia berteriak ketakutan


Teriak Malia membuat teman temannya terkejut.


"Ada apa Malia?" tanya Shelly


"ke.. kecoa" Malia mencoba menutupi.


Shelly menemani Malia kembali ke tendanya. Tubuhnya gemetar matanya mencari cari dimana jason berada.


"Kamu beneran gapapa?" Tanya Shelly, Malia mengangguk pelan.


"Malia.." Jason merangkulnya dari belakang. Malia langsung memeluk jason


"Did you see that?"


Tanya Malia dengan sangat panik dan hampir menangis.


"I feel it.. tenang ya.."


(Aku merasakannya, tenang ya..)


"Lycan.." ucap Shelly.


"Itu lycan.. mata mata hierarki yang mencari keberadaan sang putri.." ucap shelly menggandeng tangan Malia ke tenda. Malia tampak bingung dengan perkataan Shelly.


"Jangan bingung, aku dan kakakmu sama." (sama sama Vampire)


Malia duduk didepan tenda, Jason sengaja membiarkan pintunya terbuka sehingga Shelly dan yang lainnya bisa menemani Malia.


"Aku akan mengeceknya sebentar.. shelly aku nitip adikku bentar ya.. ๐Ÿคจ" ucap Jason pada Shelly dan Malia.


Jason pergi meninggalkan tenda, rupanya jason bukan mencari kayu bakar tapi Jason mencari siapa sosok tadi yang telah mengintai Malia dari kejauhan.


"Hey, manis.. ๐Ÿฅฐ" seorang cowok bernama Jace (dibaca Jez) mendekati mereka dan mencoba menggoda Shelly. Namun Jace melirik ke arah Malia.


"Kamu.. sepertinya aku tidak pernah melihatmu.. Kamu pacar baru Jason ya?!" Seketika Malia berhenti menari.


Sosok lelaki berambut ikal dengan warna mata coklat keemasan. Lesung pipi di kedua pipinya. Berkulit putih dan memakai tindik di kedua telinganya.


"bukan..๐Ÿ™„" Malia tampak canggung


"Nih.." Jace memberikan segelas kopi pada Malia. Dari kejauhan Jason tidak melepaskan pandangannya pada Malia.


"Kamu pakek parfum cologne ya?! ๐Ÿคจ" Tanya Jace


(Cologne : Parfum produk jerman yang beraroma khas seperti aroma pheromon)


"Enggak.." ucap malia


"Tapi baumu.. manis.. dan, entahlah.. sepertiii.. ๐Ÿ˜Œ" Jace merangkak mendekati Malia sambil mencoba mencium pipinya.


Malia mundur pelan menghidari Jace, tiba tiba Jason datang dan menarik jaket Jace.


"Hey! ๐Ÿ˜ค"


"Jason.. sorry.. adikmu ini.. sangat menggairahkan.. hahaha"


Jace tertawa dan berjalan menjauhi Malia dan Jason kemudian mengacungkan jari tengah pada jason. Jason mendekap Malia dalam pelukannya.


"Bagaimana? Kau menemukan tanda tanda keberadaannya?" Tanya Shelly


"Tidak, aku merasakan baunya membaur diantara kita.." ucap jace sambil melihat sekeliling.


Malam semakin larut, beberapa orang sudah kembali ke tendanya.


Malia tidur satu tenda dengan Jason, karena mereka kakak beradik jadi pihak pengurus mengijinkannya.


"Malia bobok dulu gih, aku masih mau ngerokok dulu.." Jason meninggalkan Malia di tenda sendirian sedangkan jason masuk ke tenda Shelly.


"Shelly.."


"Jason.." Shelly terduduk


"Pakai ini.." Jason melemparkan jaket Malia ada Shelly.


"Malia itu the princess of lycan, tapi dia sendiri belum menyadarinya.. pakai ini, aroma Malia di jaket ini akan mengecoh lycan itu agar tidak menemukan Malia.."


"Jason.. sebaiknya kamu katakan saja yang sejujurnya sama Malia agar dia tidak kebingungan.. tadi Malia cerita katanya kemarin juga dia melihat sepasang mata lycan di hutan dekat mansionmu.. Kamu tidak bisa terus terusan melindungi dia secara sembunyi sembunyi begini ๐Ÿ˜Œ" ucap shelly sambil memakai jaket Malia


"Aku akan menceritakan semuanya setelah malam ini usai.. thanks, Shelly.. Mwahhh๐Ÿ˜˜" Jason mencium pipi shelly


"Huftttt.."


Malam semakin larut, Jason masuk ke tenda lalu membuka jaket dan kaosnya. Jason memandangi adiknya yang tertidur pulas.


Jason berbaring dibelakang Malia. Jason memandangi langit langit tenda dan hampir tertidur tiba tiba jason mendengar Malia menggertakkan giginya.


"Malia.. kamu kenapa?" jason membangunkan Malia dengan pelan.


Malia terlihat beberapa kali menjilat giginya dan menggigiti bibir bawahnya sendiri.


"hhhh" Malia berbalik menghadap Jason dan memeluk Jason dengan erat


"Open your mouth.."


(Buka mulutmu..)


Malia membuka mulutnya sambil tetap menutup matanya, Jason meraba gigi taring Malia yang tampak mulai tumbuh.


"Apa ini yang ngilu?!"


Malia mengangguk pelan. Malia menggigit jari Jason dan menjilatnya dengan penuh gairah.


Tampaknya aura dari lycan tersebut mempengaruhi Malia karna Malia hampir dalam masa heat pertamanya.


(Heat cycle \= masa kawin biasanya datang dua atau tiga kali dalam setahun, dimana lycan betina dewasa biasanya mengeluarkan pheromon/aura yang mengundang lycan jantan agar membuahinya, kemudian lycan betina akan ditandai sebagai PASANGANNYA.)


"Malia.."


Malia membuka matanya, matanya berubah menjadi kuning keemasan dan seolah bersinar dalam tenda yang gelap.


"Hhh.." Malia mencium bibir Jason


"No, Malia.." Jason menutup bibir Malia dengan tangannya.


"Kemari.."


Jason mengangkat kepala Malia dan memindahkannya di atas lengan kiri Jason.


Jason memasukkan jempol kirinya ke mulut Malia. Malia mengunyah lembut jari Jason tanpa sadar.


"Ughhh.. Jangan mempersulitku, Malia.."


Jason mencoba menahan hasratnya untuk menyentuh Malia, bagaimanapun Malia adalah adik jason.


Jason pun tertidur.


Episode selanjutnya akan rilis setiap jam 00.00 ๐Ÿ˜‰ Jangan lupa like, komen dan votenya ya kakak ๐Ÿ˜Š