The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Valgastone, 00.00



BlackHill, kediaman Luison Hwa.


Tampak beberapa laki laki bertubuh kekar yang sedang duduk duduk dikursi halaman rumah Luison. Mereka semua bertelanjang dada, hanya dengan menggunakan celana saja.


Isaac menghentikan mobilnya dihalaman rumah tersebut. Tampak rumah kayu yang sangat sederhana dengan latar belakang pepohonan yang rimbun membuat keadaan terasa asri. Dengan sungai kecil yang mengalir ditepi rumah itu.


Malia keluar dari Jeepnya, beberapa laki laki tersebut seolah terpana pada kecantikan The princess of lycan. Mereka memandang ke arah Malia, kemudian Isaac menatap mereka dengan tajam dan mereka langsung mengalihkan pandangan.


Tubuh mereka sama kekarnya dengan tubuh Isaac.


"Ayah?"


Malia masuk ke rumah tersebut, tampak ayahnya sedang berdiskusi dengan beberapa laki laki yang mereka semuanya bertelanjang dada.


"Lakukan sesuai perintahku!" Ucap Luison pada mereka.


"Baik, My lord"


(Baik, Tuanku)


Mereka menunduk dan pergi meninggalkan Luison, Malia dan Isaac.


"Oh my princess.." Luison memeluk Malia.


"Siapa mereka Ayah?" Tanya Malia


"Mereka semua gerombolan beta-ku Malia, ayo duduk sini"


"Ow, they are cool and sexy 🤤"


(Ow, mereka keren dan sexy 🤤)


"Bhahaha, kamu boleh mereka memilih sesukamu"


Luison menertawai Malia yang kini telah tumbuh menjadi gadis dengan passion yang tinggi.


Malia mengomentari tubuh mereka yang kekar dan bertelanjang dada.


Isaac be like "😑"


(Luison Hwa adalah Alpha/pemimpin yang memiliki banyak Beta/pengikut, serigala hidup bergerombol)


Malia dan Isaac duduk di sebuah kursi kayu jati yang klasik.


"Beberapa waktu yang lalu Celia mengirimkan betanya kesini, dia memberikan ini Malia. Dia bilang ini untukmu"


Luison memberikan secarik kertas pada Malia, Malia membuka kertas tersebut.


"Temui aku saat purnama ke 8 nanti, Valgastone 00.00. Hanya kamu dan Aku. Ibu tersayangmu, Celia Hwa." Malia membaca isi surat tersebut.


"Dia ingin menemuiku di Valgastone?" Malia tampak bingung.


"Aku telah menyuruh beberapa betaku untuk mengikuti beta Celia untuk mengetahui keberadaannya, namun mereka berhasil lolos. Aku masih menyelidiki lokasi mereka"


Ucap Luison.


"Untuk apa dia ingin menemuiku?"


"Dia ingin menghapus tanda lahirmu, Malia. Dia ingin menjadi keturunan terakhir keluarga Hwa agar dia bisa memimpin seluruh Lycan, karna kamu memiliki darah Keluarga Hwa kamu berpotensi menjadi seorang Dominant Alpha"


"Dominant Alpha?"


"Dominant Alpha adalah Alpha yang memimpin para Alpha. Saat kamu telah selesai melewati prosesnya, kamu akan bisa menjadi Ratu Lycan Malia. Kekuatan seorang Dominant Alpha hanya bisa dimiliki oleh keturunan terakhir keluarga Hwa"


Luison Hwa menjelaskan dengan serius.


Malia tertegun mendengar penjelasan Luison Hwa, selain dirinya adalah seorang Lycan sekarang dia mengetahui bahwa dirinya juga seorang keturunan terakhir keluarga Hwa yang akan berubah menjadi seorang Dominan Alpha / Ratu Lycan.


"Kalian berhati hatilah, aku takut Celia merencanakan hal lain dibalik pertemuan itu. Kamu bisa tinggal disini Malia, Aku dan betaku bisa melindungimu disini" Ucap Luison


Malia be like "🤤"


"Malia akan lebih aman dimansion, aku akan menjaganya" Ucap Isaac


"Oh iya benar, kamu punya dua hybrid yang akan melindungimu (Isaac & Arki). Bagaimana Arki sekarang? Aku selalu memantau gerak geriknya setiap hari, Aku tidak ingin dia menyakitimu"


Ucap Luison Hwa.


"Dia baik kok, dia bahkan menjadi salah satu teman dekatku." Ucap Malia


"Malia, aku keluar dulu mau merokok"


Ucap Isaac meninggalkan Malia dan Luison Hwa.


Isaac keluar dan berdiri memandangi beberapa laki laki tersebut. Salah satu laki laki tersebut mendekati Isaac.


"Aku pikir kamu sama seperti kita (Lycan) tapi kamu punya aura yang berbeda"


"Whoaaa, Keren! 😱 Apa kamu minum darah juga?"


"Yeah!"


Isaac memalingkan wajahnya memandang sungai kecil itu kemudian berjalan menuju sungai kecil itu. Isaac duduk dibatu besar ditepi sungai.


"Hey, girl!" Salah seorang beta menyapa Malia, Malia melambaikan tangannya pada mereka.


Malia berjalan mendekati Isaac.


"Ayah bilang ada air terjun di sekitar sini, ayo kesana" Malia menepuk pundak Isaac.


Isaac berdiri dan berjalan mengikuti arus sungainya menuju air terjun yang dimaksud Malia, Malia berjalan pelan dibelakang Isaac.


"Aku membayangkan hidup ditempat seperti ini pasti akan sangat menyenangkan. Pepohonan rindang, suara gemericik air, aroma tanah yang basah dipagi hari 😌 tidakkah itu sangat menenangkan?"


Malia merangkul lengan Isaac.


"Aku akan membuatkanmu sebuah villa didekat hutan Floriq 😊 aku akan mendesainnya khusus untukmu"


Isaac menghembuskan asap rokoknya.


Bagi Isaac tempat menenangkan bukanlah tempat dengan pohon rindang ataupun suara gemericik air, tempat menenangkan adalah tempat yang dikunjunginya bersama Malia. Tidak peduli gurun sahara atau kutub utara, bersama Malia disisinya Isaac akan selalu merasa tenang.


"WHY YOU SO SWEET TO ME? 😭"


(kenapa kamu sangat manis kepadaku?)


Malia memeluk lengan Isaac, mereka tampak seperti sepasang kekasih yang saling mencintai.


Setelah berjalan cukup jauh


"Ah, itu dia! 🤩" Malia berlari menuju air terjun Blackhill


"Malia! Jangan masuk ke air, kita ga bawa baju ganti!" Teriak Isaac saat Malia hendak melangkahkan kakinya ke sungai.


"🥺"


Isaac berbaring disebuah batu besar yang datar didekat sungai. Tepat dibawah pohon yang rindang, Isaac memejamkan matanya menikmati sejenak suara kicauan burung.


Beberapa saat kemudian Malia asik bermain ditepi sungai seperti seorang anak yang telah lama hidup digurun gersang.


"Malia, aku bilang jangan mainan air 😞"


Isaac terduduk sambil memandangi Malia yang celananya basah karena terkena cipratan air.


"Ayok pulang, nanti kita kesini lagi bawa baju ganti"


Isaac mengajak Malia untuk pulang.


Sesampainya dirumah Luison, Malia berpamitan dengan Luison dan berjanji akan selalu memberinya kabar.


Malia dan Isaac pergi meninggalkan BlackHill, sepanjang perjalanan Malia tertidur dengan lelap.


Tidak dipungkiri Malia hanyalah gadis biasa yang sedang berpura pura dewasa.


"Malia, kita sudah sampai di chikichill ayo kita makan siang dulu"


Isaac membangunkan Malia


"Chikichill?"


"Iya.." Isaac turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Malia.


"Aku ngantuk sekali tapi aku ingin percy burger dengan porsi jumbo 😴"


"Baiklah, ayo kita makan dulu nanti kamu bisa tidur lagi dimansion"


Isaac menggandeng Malia turun dari mobil.


Saat memasuki Chikichill, Malia duduk disebuah kursi disamping jendela sementara Isaac sedang memesan makanan.


Malia menyangga dagunya sambil memandangi ke arah luar jendela. Isaac duduk didepan Malia.


"Kamu sangat baik padaku 😊 Terimakasih telah mengantarku hari ini" Ucap Malia sambil menatap mata Isaac


"Yeah, tentu saja. Kapanpun kamu membutuhkan aku, aku akan selalu ada untukmu"


Seandainya Malia tahu bahwa Isaac tidak punya pilihan lain selain mendukung Malia, walaupun hal itu justru seringkali melukai hatinya sendiri.


Isaac benar benar tidak ingin kehilangan Malia.


"Aku mencintaimu lebih dari apapun didunia ini"


Ucap Isaac dalam hati, kalimat yang bahkan kini tidak berani lagi Isaac lontarkan karena khawatir kalimat itu akan membuat Malia menjauh lagi darinya.