
...Jason Andreasean...
Jason Andreasean, posturnya tinggi kurus. Berkulit putih dan bergigi gingsul seperti Malia, dia terlihat sangat Tampan dengan rambut putihnya yang terlihat sangat trendy namun sikapnya yang urakan terkadang membuat teman temannya merasa kesal. Dia mengkonsumsi darah lebih banyak dari yang Hans dan Isaac minum.
(Note : Vampir keluarga sean hanya meminum darah dari kantong darah yang diambil Isaac dari kliniknya, tidak membunuh atau menghisap darah orang)
01.23
Malia terbangun mendengar desahan desahan caroline di kamar isaac.
"Aaaaahhhh.. isaac.. hhh aahhhh.. ahhh yeahhh.. lebih.. lebih dalam.. uhhhhh"
"Ughhh.. kenapa orang dewasa sangat menjijikkan π" Malia menutupi wajahnya dengan selimut.
Setengah jam kemudian suara desahan caroline tak kunjung berhenti. Karena kesal, Malia memutuskan untuk tidur di ruang tengah. Malia membawa bantalnya sambil berjalan menuruni tangga. Dengan mata yang mengantuk, baju tidur yang acak acakan dan rambut ikalnya yang sedikit berantakan.
Di ruang tengah ternyata ada Hans sedang lembur dengan laptopnya. Masih lengkap dengan kemeja putih dan celana kerjanya.
Malia menaruh bantal di sofa didepan Hans lalu berbaring membelakangi Hans sambil menutup telinganya. Malia mencoba untuk tidur, tetapi hatinya gelisah merasa tidak nyaman dengan suara desahan desahan Caroline yang bahkan menggema di ruang tengah.
"Uhhh π" lenguh Malia sambil terduduk
"Kenapa belum tidur?" Tanya Hans sambil meletakkan kacamatanya di meja.
"Hmmm?????"
Jawab Malia sambil mengantuk dan bingung untuk menjelaskan tentang dirinya yang merasa awam dan tak nyaman dengan suara suara caroline.
"suara caroline ya? heheh" Hans mengejek Malia, muka malia memerah.
"Ih enggak kok.. π Malia gapapa.."
Malia bangun lalu membuka gorden jendela, melihat hujan yang telah reda.
"Kalau kamu ngantuk, tidur aja di kamar kakak.. kamar kakak dilengkapi peredam suara.." tanya Hans sambil berjalan ke arah dapur.
"Tidak, nanti Malia tidur di kamar sendiri aja.."
Dari kejauhan Malia melihat sepasang mata berwarna emas menyala di belantara hutan yang menatap tepat ke arahnya. Malia kaget lalu menutup gorden jendelanya dengan cepat.
"akhh π³πππ" Malia tersentak
"Ada apa, Malia?" Tanya Hans sambil membuka sebungkus kantong darah dan menuangkannya di gelas.
Wajah Malia terlihat shock dan kaget.
Malia kembali membuka gordennya, mengintip keberadaan sepasang mata tadi.
"Ada apa?" Tanya Hans tiba tiba ada di samping Malia.
Malia terperanjat kaget lalu menunjuk ke arah hutan di seberang sungai Masivi.
"Apa masih makhluk seperti kakak (Vampir) yang hidup disana? π" Malia menunjuk ke arah hutan
"Tidak ada.. kenapa bertanya begitu?"
"Apa ada makhluk lain selain vampir? Berbentuk seperti anjing besar bermata kuning π₯Ί"
"Ada apa Malia, apa yang kamu lihat?" Hans mulai cemas lalu memandang keluar tapi yang terlihat hanyalah hutan lebat dengan daun daun yang basah.
Malia diam saja sambil menunduk.
"Ayok, Malia tidur di kamar saja ya.. disini dingin.. nanti kakak yang ngomong sama isaac biar ga ganggu lagi.. βΊοΈ"
Hans menggandeng Malia lalu ke kamar isaac
Tok tok tok
Hans mengetuk pintu kamar isaac, isaac membuka pintunya sedikit. Rambut gondrongnya terlihat acak acakan.
"kenapa?"
"Watch your voice, we have a kid here.."
(Perhatikan suaramu, ada anak kecil disini..) Ucap Hans tampak tidak senang
"Okay okay okay, sorry.."
(Okay, maaf..)
Isaac menutup pintunya.
Hans menggandeng Malia ke kamarnya, Malia segera naik ke kasurnya. Hans menyalakan perapian yang hampir padam. Saat Hans akan meninggalkan kamar Malia, Malia mencegahnya.
"Kakak.. bisa gak kakak nemenin Malia sampai Malia tidur? π"
"Baiklah, manis..βΊοΈ"
Hans bangun dan membuka satu jendela lalu menyalakan rokoknya.
"Iya.." ucap Hans tanpa melirik Malia.
Suasana kamar menjadi remang remang hanya diterangi oleh cahaya dari api yang menyala nyala.
Hans membuka kancing kemejanya satu persatu, angin malam menerpa dada sixpack Hans.
10menit kemudian Hans mengusak rokoknya.
Hans duduk di sofa lalu menaikkan kedua kakinya di meja dengan pelan karna takut membangunkan Malia. Hans menyenderkan tubuhnya di sofa, Hans terlihat sangat lelah.
Malia menatapnya dari kejauhan. Hans meliriknya dalam gelap, menatap mata Malia dengan tajam. Hans lalu merebahkan dirinya di samping Malia.
"Ini hampir pagi, tidurlah.."
Ucap hans sambil menatap langit langit kamar Malia, tanpa menyentuh atau melirik Malia sedikitpun
"He is perfect, isnt?"
"Dia sempurna, ya kan?"
Ucap Malia dalam hati.
Lalu Malia memejamkan matanya sambil tersenyum.
Esok paginya Malia terbangun, Hans sudah kembali ke kamarnya.
07.10
Malia turun dengan singlet pink dan hotpants pendek berwarna ungu tua. Malia menyanggul rambutnya tinggi tinggi, sehingga tato serigala di punggungnya terlihat jelas.
Seperti biasa Malia membantu mbak wily menyiapkan sarapan.
"Udah non, biar mbak aja yang siapin.."
"Ah gapapa kok mbak, biar Malia juga punya kegiatan pagi.."
Hans turun dan ikut menyiapkan sarapan. Untuk pertama kalinya Malia melihat Hans hanya mengenakan singlet biru tua dan celana pendek bermotif bunga bunga.
Caroline keluar dari kamar Isaac dan turun ke ruang makan
"Hans, aku pulang dulu ya.. Isaac masih tidur, aku tidak membangunkannya.. dia pasti sangat kelelahan, haha.." Caroline menggoda Hans
"Okay, go on.."
(Okay, pergilah..) Ucap Hans tampak acuh tak acuh.
Jason juga turun untuk sarapan, tampak mengantuk dan belum mandi.
"Malia, ada mall baru yang buka di perempatan jalan whiterose.. ayok kita jalan jalan ke situ.. aku juga ga ada kegiatan hari ini" ucap Jason sambil mengambil nasi ke piringnya
"Emmm.. yaudah, kamu makan dulu.." ucap Malia sambil menyiapkan nasi untuk Hans.
10.11
Malia selesai berdandan lalu turun ke ruang tengah. Dengan gaun bunga bunga selutut, lengan panjang, dan rambut diurai sepinggang Malia terlihat anggun dan sangat manis.
Malia turun ke ruang tengah. Ada Hans dan Jason menunggunya. Jason sedang memakai kaos kakinya dan Hans sedang membaca majalah.
"Serius Malia.. kamu terlihat kolot (jadul) sekali π" ucap jason mengomentari penampilan Malia
Malia terlihat malu karna omongan jason tapi Malia diam saja.
"Malia, ini blackcard kakak.. kamu bisa belanja sesukamu.." Hans memberikan kartu kredit pada Malia
"Gak usah kak, Malia punya kartu kredit dari ayah.. π"
"Punyamu tidak bisa dipakai disini, Malia.."
"Yaudah makasih kak Hans.. π₯°"
isaac lalu turun ke ruang tengah hanya dengan celana tidurnya.
"Malia, siapin sarapanku.."
Isaac lalu berbaring di samping Jason lalu menaruh kedua kakinya di atas paha jason.
"Singkirkan kaki jelekmu ini π€" ucap jason menampik kaki Isaac, Isaac berkali kali meledeknya.
Malia datang memberikan sepiring nasi dengan lauk sop angsa. Malia melirik ke tubuh sixpack Isaac, dengan kulitnya yang kecoklatan dan tato mawar besar di lengannya membuat Isaac tampak sangat eksotis.
"Ini kak.." ucap Malia
Isaac tak berkata apa apa, Isaac terlihat tidak canggung sedikitpun pada Malia karna perbuatannya semalam.
"yuk.." ucap Jason menggandeng Malia.
Malia tersenyum manis.
Episode selanjutnya akan rilis setiap jam 00.00 π Jangan lupa like, komen dan votenya ya kakak π