The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Alpha, Beta, Omega



Hari semakin siang, Malia bersiap siap untuk pergi keluar karena Shelly mengajaknya makan siang.


Dengan celana jeans hitam robek robek dan jaket jeans berwarna denim, Malia mengikat rambutnya dan membiarkan beberapa helai rambutnya berjuntaian begitu saja.


Malia berjalan menuruni tangga, terdengar hans sedang tertawa renyah di ruang tengah.


"Hahaha.. Loh kamu emang udah ngomong sama dia, Lidya?"


Hans tampak asik telfon dengan Lidya.


"Lidya lagi, lagi lagi Lidya, Lidya teros!!! 🥴"


Gerutu Malia dalam hati seolah cemburu dengan sosok bernama Lidya.


"Kak Hans, boleh pinjem mobilnya? Malia ada janji sama Shelly.."


Malia berdiri mematung di ujung tangga.


"Oh, iya boleh sayang.. kuncinya dimeja tengah 😊"


Hans menunjuk sebuah meja disamping perapian ruang tengah. Malia berjalan menuju meja.


"Bukan, adik aku mau pinjem mobil.."


Ucap Hans menjelaskan pada Lidya, karena Lidya menanyakan siapa yang baru saja Hans panggil "sayang"


"Menyebalkan! 😫" getun Malia dalam hati.


Malia pergi mengendarai mobil Hans menuju sebuah rumah makan untuk bertemu dengan Shelly disana.


"Hey, Malia!" Teriak Shelly memanggil Malia yang baru datang.


"Hey, Jace.. 😄" Malia menjabat tangan Jace.


"Dimana babysitermu? Biasanya kemana mana dianterin terus 🤭" Jace meledek Malia. Malia membuka jaketnya, meletakkannya disandaran kursi.


Malia, Shelly dan Jace duduk bersama. Jace tampak mengikat separuh rambutnya. Dengan kaos hitam dan jeans hitam, Jace terlihat sangat tampan.


"Bentar lagi Audrey juga mau dateng" Ucap Jace


"Kok ga dateng bareng kamu aja? bukannya dia pacar kamu? 🤔"


Tanya Shelly sambil membolak balik buka buku menu.


"Ih siapa bilang audrey pacarku.. 🥴 dia bahkan lebih memilih Vicky prasetyo untuk menemaninya ke Prom Queen kemarin 😒"


"Terserah deh 🥴 Kamu mau makan apa, Malia?"


Malia mematung sambil menyangga dagunya.


"Samaan kayak kamu aja deh.. 🙄"


"Roast meal aja yaa.." ucap Shelly, Malia mengangguk.


Kemudian Shelly memesan makanan untuk mereka bertiga.


Pelayan datang kemudian menyajikan tiga piring roast meal, sebotol air mineral, beberapa minuman khas restoran tersebut, dan sepiring gorengan tempe khas London.


"Thank you 😊"


Malia tersenyum manis pada pelayan tersebut. Beberapa saat kemudian Audrey datang bersama Alison dan seorang laki laki yang membuat mata Malia terbelalak.


"Audrey, Disini!" Teriak Jace.


Mereka menghampiri meja Malia, lalu duduk bersama. Malia pura pura tenang sambil memakan roast mealnya.


"Guys, ini Hierarki.. Dia masuk kuliah juga tahun ini, dia masuk jurusan seni.. 😊" Ucap audrey memperkenalkan Hierarki


"Pppfffff.. Uhuk.. uhuk.." Malia tersendak dan terbatuk batuk. Jace segera membukakan botol air mineral dan memberikannya pada Malia.


"Hati hati.." Audrey mengelus punggung Malia karena Malia terus terbatuk batuk.


Malia menatap Hierarki sekali lagi. Dengan tubuh yg tinggi besar, pakaian dan jaket serba hitam, rambutnya berwarna cokelat pekat dan panjang terurai sampai ke pinggang. Tatapan matanya yang tajam dan bibir tipisnya yang terkadang terlihat menyeramkan saat tersenyum.


"Hey, Aku Hierarki.. Panggil aja Arki.. 😊"


"Untuk apa manusia jadi jadian ini masuk ke kampus yang sama denganku? Mengapa dunia ini sangat menyebalkaaaaan!!! 😭"


Gerutu Malia dalam hati.


"Aku Malia.. 🙃" Malia menjabat tangan Hierarki dan meremasnya dengan keras, Hierarki mempertahankan senyum manisnya seolah tidak terjadi hal apapun kemarin.


Hierarki duduk di samping Malia, mata Malia tidak lepas dari Hierarki sedikitpun. Dibenaknya dipenuhi puluhan ribu pertanyaan dan umpatan umpatan yang dilontarkan untuk makhluk terkutuk ini.


Hierarki hanya tersenyum manis sambil bersenda gurau dengan yang lain lainnya, seolah mengabaikan tatapan Malia yang dipenuhi aura membunuh.


"Malia.." Alison memanggil Malia.


"Eh, Iya?" Malia melirik Alison yang duduk di seberangnya.


"Kakak ganteng itu ga ikut kesini?"


Alison menanyakan keberadaan Isaac, sepertinya Alison naksir dengan Isaac.


"Eee enggak, dia lagi sibuk di kliniknya.. 😊 Kalau mau ketemu kak isaac kamu main aja ke mansion sean 😁"


Malia menyadari ketertarikan Alison pada Isaac. Alison hanya membalas ucapan Malia dengan gurauan bersama Shelly.


"Siapa yang mau dengan Om om cabul seperti isaac? hahaha"


Gurauan Shelly terdengar pedas ditelinga Malia, padahal Malia mengakui dirinya juga tidak begitu menyukai Isaac namun tetap saja ucapan Shelly terdengar tidak mengenakkan.


Malia melanjutkan makannya. Selesai makan Jace ijin keluar untuk merokok, Hierarki juga menyusul Jace keluar untuk merokok. Malia yang sedari awal merasa parno dengan kehadiran Hierarki tiba tiba merasa khawatir dengan Jace yang sedang bersama Hierarki.


"Guys, aku ke toilet dulu ya.. 😊" Malia mengatakan akan ke toilet, tetapi Malia diam diam menyusul Jace keluar.


Malia bersembunyi dibalik sebuah tiang besar memperhatikan Jace dan Hierarki, Jace dan Hierarki terlihat sedang bersandar di dinding restoran.


"Malia.. 😊 Ada apa?" Ucap Hierarki yang menyadari kehadiran Malia.


"Emmm.. lagi cari udara segar aja 😅" Malia salah tingkah karena kepergok mengikuti mereka.


"Aku seorang hybrid, Malia. Aku mempunyai indra penciuman setajam vampir, aku bisa mencium baumu bahkan dari jarak ratusan meter 😊" Ucap Hierarki membuka jaketnya dan memakaikannya pada Malia yang hanya memakai kaos lengan pendek.


"Malia, Hierarki adalah seorang alpha.. Dia disini untuk mencari beta.. apa kamu mau bergabung dengannya? dengan Alpha sekuat Arki, kamu pasti akan aman dari gangguan lycan lain" Ucap Jace


(Note : Alpha adalah pemimpin Wolfpack (gerombolan serigala), beta adalah sebutan untuk anggota Wolfpack, Omega adalah serigala tanpa gerombolan)


"Enggak, aku memutuskan menjadi Omega.. 😊" Ucap Malia


"Its okay, Omega sekalipun akan aman karena kamu memiliki Isaac disampingmu.. 😊"


Ucap Arki menyinggung pengorbanan Isaac yang rela melakukan apapun demi melindungi Malia


"Isaac kakak kamu itu? Apa dia Alpha juga?" tanya Jace menghisap rokoknya.


Malia menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Aku punya beberapa Beta disini, salah satunya adalah Rebecca Alert. Tapi dia terbunuh oleh salah satu Omega liar.."


Arki melirik Malia, Malia mengerti yang dibicarakan Arki adalah soal pembunuhan yang dilakukan Isaac karena saat itu Rebecca memata matai Malia dan Jason saat camping. Malia diam saja tidak membalas ucapan Arki.


Arki mengusak rokoknya lalu melangkah kembali ke restoran, Jace menggandeng tangan Malia untuk masuk ke Restoran.


"Kalian dari mana saja?" Tanya Shelly yang sudah kekenyangan.


"Abis nyari udara segar bentar, udah selesai makannya?" Tanya Jace pada Alison, Alison mengangguk.


"Guys, aku balik duluan ya mamiku minta dijemput ni.. sampai jumpa besok di kampus 😘" Audrey mencium pipi Malia, Shelly, dan Alison kemudian bergegas keluar meninggalkan restoran.


Malia melepaskan jaket Arki dan mengembalikannya kemudian memakai jaketnya sendiri.


"Kamu mau dianterin pulang?" tanya Arki pada Malia.


"Gausah, aku bawa mobil sendiri 😊" Malia tersenyum pada Arki menutupi perasaannya yang masih saja merasa jengkel dengan Arki.


(Perkenalan tokoh : Shelly berkulit gelap dengan rambut hitam ikal sepinggang, Audrey berkulit putih dengan rambut lurus berponi, Alison berkulit putih dengan rambut pirang ikal sepundak)


Episode selanjutnya akan rilis setiap jam 00.00 😉 Jangan lupa like, komen dan votenya ya kakak 😊