The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Prom queen



Malam sangat larut. Hans, Jason dan Malia pulang ke mansion bersama sama. Malia kembali ke kamarnya. Jendelanya terlihat terbuka, Malia segera mendekati jendela lalu memandang ke arah luar


"uhhhh apa aku lupa menutupnya.. πŸ™„" Ucap Malia


dari kejauhan Isaac memandang Malia, rambutnya tergerai tersapu angin malam. Tubuhnya diam tak bergeming, berandai andai kalau Malia bisa melihatnya sekali saja.


"Aku hanyalah hewan liar, selamanya hanya akan menjadi hewan liar πŸ₯ΊπŸ˜”" ucap Isaac


Malia lalu menutup jendelanya. Asap hitam tebal menyelimuti Isaac seketika Isaac berubah menjadi Lycan hitam, lalu melolong ke arah rembulan.


"Aaauuuuuuuuuuu.. πŸ₯Ί" lolongannya terdengar sangat kesepian.


Malia mendengar lolongan Isaac seketika merasa merinding, lalu membuka lagi gorden jendelanya. Malia tidak melihat siapapun.


Malia mematikan lampu kamarnya dan pergi tidur.


Β 


Matahari mulai terbit, Hans mencoba menelfon Isaac berkali kali untuk memberitahunya tentang prom dance tetapi hpnya tidak aktif. Malia tengah sibuk di dapur dengan mba Wily untuk membuat sarapan.


"apa dia mengatakan sesuatu tentang tujuannya? setahuku tidak ada perjalanan bisnis untuk bulan ini.." ucap Hans pada Jason


"enggak, dia ga ngomong apapun.. tapi sebelum pergi dia sempet ada cekcok sama Malia.. πŸ€”"


"soal apa?" tanya Hans sambil membuka laptopnya.


"ga tau juga, mungkin soal malam itu.. Malia juga nangis nangis minta pulang ke new york.. hufttt.. aku pikir aku akan mati melihat Malia nangis begitu.. πŸ₯΄"


"apa Isaac melakukan sesuatu yang buruk?"


"buruk? iya tentu saja! dia itu baj*ingan licik yang biad*b 😀"


"ma.. maksud aku apa dia mukul Malia gitu? πŸ€”"


"emmm.. kalau itu sih aku ga tau juga.." ucap Jason


Merekapun sarapan bersama di ruang makan, tiba tiba hp Hans berdering.


"Hallo, Lidya.. emmm, dek kakak angkat telfon dulu ya, kalian lanjutin sarapan"


Hans lalu naik ke kamarnya, wajahnya terlihat berbunga bunga.


"Lidya? πŸ™„" tanya Malia pada Jason


"Lidya temen lama Hans, sepertinya dia mau balik ke london beberapa minggu lagi.. udah, selesein makannya terus kita ke mall beli baju baru buat prom dance nanti malam.. πŸ˜’" ucap Jason


"Aaaaaa aku ga mau ke mall sama kamu lagi 😭 aku ga mau dikacangin lagi!!!"


"Enggak enggak enggak kali ini aku janji ga akan ketemuan sama siapa siapa lagi 😞"


"Kak Hans ga ikut ke mall juga?" tanya Malia


"Hans hans hans terus sih.. πŸ˜’"


"🀐🀐🀐" Malia diam saja.


Β -------------


Sepanjang perjalanan menuju mall Malia asik telfon dengan Ayahnya. Malia menaikkan kakinya ke kursi sambil menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan.


"Ayah nanti jemput Malia buat pulang setelah semester pertama Malia ya.. daaahhh.."


"daaah Ayah, Malia sayang ayah.."


"I love you too, Malia.."


Malia lalu mematikan telfonnya.


Jason memarkirkan mobilnya lalu menggandeng Malia dengan lembut. Saat sedang berbelanja jas untuk Jason, Malia bertemu lagi dengan Jace.


"Hey.. Sepertinya kita berjodoh, haha.." ucap Jace menyodorkan tangan.


Malia menjabat tangan Jace


Jason memperhatikannya dari jauh. Malia tersenyum pada Jace dan pacarnya.


"kamu datang sama siapa nanti malam? udah ada pasangan?" tanya Jace


(prom dance biasanya dihadiri bersama pasangan)


"emmm, aku dateng sama Jason dan kak Hans.."


"Hans? Kakakmu? bukannya dia terlalu tua untukmu? πŸ˜‚"


"he is my guardian.."


(dia waliku..)


"oh.. mau makan siang gak? bareng yuk.."


Jason lalu datang dan berdiri dibelakang Malia.


"yuk.. 😊" Malia menggandeng tangan Jason.


Di meja makan, Jace dan Jason duduk berhadapan. Tatapan Jason sangat bisa menjelaskan bahwa Jason sangat tidak menyukai Jace. Namun Malia dan Audrey (cewek yang bersama Jace) tampak sangat akrab, mereka bahkan berfoto bersama.


"Oh kamu mau masuk jurusan Design juga?" Tanya Audrey


"Iya, mungkin aja kita bisa satu kelas nanti ☺️" Ucap Malia.


Setelah makan siang mereka memutuskan untuk berbelanja dress bersama lalu pulang untuk bersiap ke prom dance.


18.22


"Ayok, Malia kita hampir terlambat.."


Ucap Jason berteriak dari ruang tengah.


"Ughhhh.. apa yang wanita lakukan? kenapa mereka selalu lama sekali 😭" ucap Jason menimpali.


Hans dan Jason sudah rapi dengan Jas hitamnya, Malia turun dari tangga. Hans dan Jason tertegun melihat Malia dengan gaun merah marun selutut tanpa lengan, bandana strip berwarna marun, dan dompet peraknya yang berkilauan. Rambutnya yang di gulung membuat beberapa helainya berjuntaian namun terlihat sangat anggun.


Hans menyambut Malia di bawah tangga, Hans memakaikan gelang bunga di tangan Malia


"My prom queen.. ☺️"


(Ratu dansaku.. ☺️) Hans mencium tangan Malia, Malia tersipu Malu.


Hans menggandeng Malia.


Jason bergegas mengambil mobilnya.


Β 


19.00


Mereka sudah sampai di lokasi, terlihat gedung sekolah disulap bak istana kerajaan. Banyak lampu lampu dan kain kain panjang berjuntaian sepanjang gerbang sekolah menuju pintu gedung. Malia turun dari mobilnya, Jason dan Hans menggandeng kedua tangan Malia.


Semua mata tertegun melihat kecantikan Malia. Saat memasuki ruangan gedung Shelly dan Alison menyambut Malia.


Suara music mendayu mengiringi suasana malam ini.


"Hey.. Jadi sekarang sudah seperti keluarga bahagia ya? 🀭 Haha, dimana yang satunya?" tanya Alison


(Note : Alison dibaca Eli-sen)


"yang satunya siapa?" tanya Malia


"itu lho kakak yang ganteng itu, yang jemput kamu waktu camping itu.. 🀭" ucap Alison tampak naksir dengan wajah tampan isaac.


"Malia, kakak nunggu di sana ya.."


(Note : Shelly adalah vampir, Alison adalah manusia, Audrey adalah manusia)


Hans memutuskan untuk duduk dan minum di sebuah meja kecil yang disediakan sementara Jason dan Malia masih ngobrol dengan Shelly dan Alison. Hans melihat sekeliling, memperhatikan satu persatu teman Malia.


"tidak ada yang mencurigakan, ini hanya seperti prom dance biasa.. apa mungkin Hierarki akan muncul malam ini?" ucap Hans dalam hati.


Terdengar ritme musik berubah, lampu ruangan meredup dan lampu dansa mulai menyala remang remang, semua orang mulai berdansa. Jason dan Malia berdansa di tengah ruangan bersama yang lainnya. Hans memperhatikan mereka dari kejauhan.


Malia melingkarkan tangannya di leher Jason, Jason memegang pinggang Malia dengan erat, mata mereka saling bertatapan dan bersenda gurau. Hans melihat kebahagiaan di mata Malia.


"hhhh, kenapa aku merasa iri pada Jason hanya karna hal kecil seperti ini.. 😞" ucap Hans dalam hati. Hans meneguk minumannya.


Hari semakin malam, sebentar lagi festival dansa akan segera dimulai, tidak ada tanda tanda kemunculan Hierarki.


"Jason, bagaimana jika Hierarki tidak muncul? Apa malam ini akan sia sia? πŸ€”" tanya Malia berbisik pada jason karna suara musik yang begitu keras.


"Tidak ada hal yang sia sia jika semua dilakukan bersamamu, Malia.. πŸ₯°" Ucap Jason mengelus punggung Malia


Malia berdansa dengan lembut, Malia sesekali memutarkan badannya.


Didalam ruangan yang remang remang tiba tiba Malia melihat sepasang mata berwarna keemasan yang menatapnya dari pojok ruangan. Matanya terlihat bersinar dalam gelap.


Malia merasa kaget dan langsung mencengkram pundak Jason.


"Jason, behind DJ!! πŸ˜–"


(Jason, dibelakang DJ!! πŸ˜–)


Malia panik.


"panggil Hans.." Ucap Jason langsung berlari mengejar orang tersebut yang berlari ke luar ruangan.


Malia berlari untuk menghampiri Hans, tapi karna terlalu banyak orang Malia kesusahan untuk menemukan Hans.


"Kak Hans!!!! 😧" teriak Malia, namun suaranya tidak terdengar karena ada music dengan volume sangat keras.


"Hey Malia, ayok ke lantai atas! Festival akan segera dimulai, yang lain udah pada nungguin! yuk!!!" Alison menarik tangan Malia menaiki tangga.


Malia kebingungan, matanya mencari cari keberadaan Hans.


Saat menaiki tangga Malia melihat Hans, Hans melihat ke arah Malia. Hans mengangguk, pertanda bahwa Hans sudah mengerti situasinya.


Hans lalu berlari keluar mengejar Jason


Lanjut ke episode berikutnya ya gaess πŸ₯°