
Sesampainya di mansion Malia berlari ke kamarnya untuk bersiap ke kampus.
tok tok tok
"Malia, boleh aku masuk?" tanya Isaac mengetuk pintu kamar Malia.
"No! Go away!"
(Enggak! Pergi!)
"Aku membelikanmu sarapan, aku letakkan disini ya. Ini kunci mobilku, kamu bisa pakai mobilku untuk berangkat ke kampus"
Suara Isaac terdengar menenangkan
"Okay!"
Isaac bersiap siap untuk ke kliniknya, dalam benak Isaac bertanya tanya mengapa Malia tiba tiba marah dan pergi tanpa alasan yang jelas. Padahal tidak ada pertengkaran dengan Isaac ataupun Hans sebelumnya.
(Note 👆🏻 Tipe cowok gak peka)
Malia keluar dari kamarnya dengan Jeans navy dan kemeja kotak kotak berwarna hitam. Malia membiarkan rambutnya terurai.
Malia pergi ke kampusnya sendirian.
"Apa aku berlebihan ya sama Isaac? Kenapa aku jadi jengkel kalau keinget Caroline malem itu 😞 Oh god, kenapa aku jadi badmood gini 😭"
Malia enggan mengakui kecemburuannya terhadap Isaac.
Saat turun dari mobil Malia bertemu Audrey, Audrey tampak mengikat rambutnya.
"Malia, Are you okay?"
(Malia, Apa kamu baik baik saja?)
Audrey merangkul pundak Malia.
"Gapapa kok, kok nanya gitu?"
"Uh, syukurlah.. Jace bilang kamu mabok di Bar&Billie sampai jam 1 dini hari, aku pikir kamu ga masuk kuliah hari ini. Ada apa? kenapa kamu mabok begitu?"
Audrey duduk disebuah kursi kayu didepan gedung kampus. Mentari pagi membuat udara terasa hangat.
Beberapa pohon rindang berdiri kokoh didepan gedung kampus.
"Hufttt.. Audrey, bisakah kamu memberitahuku tentang apa itu cinta? 🥺" Malia duduk disamping Audrey dan meletakkan tasnya dimeja.
"Seriously? Kamu lagi jatuh cinta? 😱" Audrey tampak antusias.
"Aku ga ngerti.. tapi Aku suka sama kak Hans, Apa kamu berpikir aku gila?"
Malia meletakkan wajahnya dimeja
"🙄?" Audrey tampak bingung
"Kak hans? Kakak kamu???" Tanya Audrey masih dengan nada bingungnya
"Iya, secara hukum iya. Tapi secara biologis aku dan The Seans (Isaac, Jason, Hans) ga ada hubungan darah"
Ucap Malia menjelaskan pada Audrey.
"Terus apa masalahnya? Bagus dong kalau gitu kalian bisa pacaran 🤔"
"Aku pikir dia ga menyukaiku 😭 dia hanya menganggapku sebagai adik kecilnya, Ini gila kan?"
Malia mengangkat kepalanya, wajahnya cemberut.
"Aku pikir kamu masih punya harapan, jangan sedih gitu 😌 Aku akan membantumu membuat Hans berlutut dan tergila gila denganmu 🤩"
"kayaknya kamu yang gila deh 😭"
Ucap Malia mendengar perkataan Audrey yang penuh ambisi.
"Hey, Audrey!"
Jace berlari mendekati Malia dan Audrey.
"Tumben rambutnya dikuncir, kamu keliatan cantik banget" Jace memuji penampilan Audrey yang tampak berbeda.
"Thanks 😊" Ucap Audrey
"Malia, Apa kamu pulang dengan selamat tadi malam?" Jace duduk dimeja.
"Apa maksudnya selamat, Of course (tentu saja) aku selamat! 😞"
"Bhahaha maksudku apa kamu selamat pulang dianterin buaya 🤣"
"Seriously? Arki buaya? Terus kamu apa? Kadal albino? 😞" Malia menggerutu
"Udah ah, kelas hampir dimulai!"
Malia menarik tangan Audrey untuk masuk ke kampus, meninggalkan Jace yang tertawa terbahak bahak sendirian.
12.00
Malia keluar dari ruang kelas.
"Malia.." Arki berlari mendekati Malia
"Aku minta maaf tadi pagi ga sempet bikinin kamu sarapan, sebagai gantinya ayo aku traktir makan siang?"
"Oh gapapa kok Ar 😊"
"Ayo ke kantin!"
Arki menarik tangan Malia ke kantin, Arki memesan Roast meal untuk Malia. Tiba tiba Jason datang menghampiri Malia.
"Malia!" Jason langsung duduk disamping Malia
"Isaac nelfon katanya kamu ga pulang tadi malam, kamu kemana? Kamu tuh anak cewek harusnya dirumah aja, jangan nginep nginep ga jelas kayak gitu!"
Jason sama sekali tidak melirik Arki yang duduk didepan Malia.
"Aku nginep dirumah temen. Jason, gausah panik gitu. Aku udah dewasa, aku bisa jaga diri." Ucap Malia sambil menerima pesanan yang diantarkan pelayan.
"Thank you 😊" Ucap Arki.
"Kamu berteman dengan dia? 😱 Malia apa kamu sudah gila, ayo ikut aku! 😤" Jason menarik tangan Malia dengan paksa
"Jason!" Malia meringis merasakan sakit di tangannya.
"Hey, jangan kasar begitu sama cewek!" Ucap Jace menepuk pundak Jason.
"Ayo ikut aku, Malia 😊" Jason menurunkan nada suaranya sambil meremas pergelangan tangan Malia.
"Sampai jumpa dirumah!"
Malia mengibas tangan Jason kemudian berbalik dan duduk lagi bersama Arki. Jason bergegas meninggalkan Malia.
Jace dan Audrey duduk bergabung bersama Arki dan Malia.
"Apa kamu baik baik saja hidup seatap dengan psikopat seperti Jason? 🙄" Tanya Audrey.
"Apa yang harus aku lakukan, Audrey? aku ga punya pilihan lain selain bertahan dengan mereka"
Malia memakan roast mealnya
"Kenapa kamu ga tinggal sama aku aja apartemenku? pasti akan menyenangkan 🥰"
"Kamu tinggal dimana?" Tanya Malia
"GrandLula no.119" Ucap Audrey sambil meneguk Jus jeruk milik Malia
"Pfff.. Uhuk.. uhuk.." Arki dan Malia seketika terbatuk batuk mendengar pernyataan Audrey
"Kita tetanggaan dong 😫 kenapa kamu ga ngomong dari awal 😤"
"Lah kan kamu ga nanya.. 🙄"
"Yaudah nanti aku ngomong dulu sama kak Hans deh" Ucap Malia
Selesai makan siang Malia bergegas pulang. Seperti biasa, mansion sangat sepi. Malia memutuskan untuk datang ke kantor Hans.
Hans terlihat sangat lelah.
"Kak hans.." Malia langsung masuk dan merebahkan dirinya di sofa besar didepan meja kerja Hans.
"Isaac nelfon katanya kamu ga pulang tadi malam, kamu nginep dimana?" Hans duduk dan mengelus rambut Malia.
Malia duduk dan menatap kedua mata Hans
"Apa kakak akan marah kalau aku bilang aku menginap di rumah seorang cowok? 🙄"
Hans terdiam sesaat, sejenak Hans menghela nafas.
"Tentu saja kakak ga marah, Malia kan udah bukan anak kecil lagi tapi setidaknya Malia kabari dulu kalau mau nginep diluar jadi Isaac dan kakak ga khawatir nyariin Malia"
(Note 👆🏻 jawaban yang tidak diinginkan Malia)
Berbeda dengan Isaac yang terlihat marah dan cemburu saat tahu Malia menginap ditempat Arki, respon Hans terlihat tenang dan tidak begitu mengkhawatirkan Malia.
"Kakak ga marah?" Malia bertanya sekali lagi.
Hans diam saja.
"Dont you love me?"
(Tidakkah kau mencintaiku?) tanya Malia
Jantung Malia terasa berdetak lebih kencang, pipinya memerah. Hans tidak menjawab sepatah katapun.
Malia menarik kerah Hans, Hans menatap matanya.
"Tentu saja kakak cinta sama Malia, kenapa Malia nanya begitu?"
"Kamu tahu dengan jelas aku bukan adikmu, I love you dan aku ingin lebih dari sekedar adik!"
Malia mengungkapkan perasaannya tanpa keraguan sedikitpun, Hans yang sedari awal hanya menganggap Malia sebagai adiknyapun merasa bingung dengan pernyataan Malia.
Hans memeluk Malia.
"Malia, aku tau kamu sudah dewasa. Tapi ini masih terlalu dini untukmu mengenal arti cinta. Bersabarlah Malia ga perlu terburu buru, suatu saat nanti Malia akan mengerti arti cinta yang sebenarnya" Hans mengelus rambut Malia dengan lembut.
Malia terdiam memikirkan ucapan Hans barusan yang bagi Malia terdengar seperti penolakan.
"Apa kamu baru saja menolakku?" Malia melepaskan pelukan Hans.
"No, Malia.. I just.."
(Tidak, Malia.. aku hanya..)
Hans tidak tahu harus berkata apa lagi kepada adiknya yang sedang puber ini 😞
"Apa aku tidak cantik?"
"Apa aku tidak cukup baik untukmu?
"Katakan padaku apa kurangku!"
Hans mengerutkan dahinya melihat Malia yang bertingkah kekanak-kanakkan.
"Why you so childish? Pulanglah Malia, aku akan bicara denganmu nanti!"
(Kenapa kamu sangat kekanak-kanakkan? Pulanglah Malia, aku akan bicara denganmu nanti!)
Malia bergegas bangun lalu membawa tasnya
"Fine!"
(Baik!)
Brakkk
Malia menutup pintu ruang kerja Hans dengan keras. Hans menyenderkan kepalanya disofa.
Penasaran dengan jawaban Hans?
Episode selanjutnya akan tayang setiap jam 00.00 🥰